Keren! Begini Kompaknya Ibu-ibu Bantu Pasien Isoman

Bandung - Berbagai aksi baik seolah terus lahir. Setiap aksi baik pun punya cerita menarik tersendiri, salah satunya di Posko Gerakan Bantu Isoman di kawasan Cipedes, Sukajadi, Kota Bandung.

Di sini, kekuatan emak-emak alias ibu-ibu jadi tumpuan utama. Mereka jadi bagian penting di balik aktivitas dapur umum yang sudah berjalan sekitar sebulan itu.

Dapur umumnya sendiri berada di area terbuka yang dipasang semacam tenda. Di sana, 18 perempuan yang merupakan kader PKK setempat, setiap harinya sibuk menyiapkan makanan. Makanan ini selanjutnya akan disalurkan ke rumah pasien isolasi mandiri (isoman).

Niat mereka sederhana. Namun, niat yang ada diwujudkan melalui aksi nyata. Mereka mau meluangkan waktu di sela kesibukan masing-masing sebagai ibu rumah tangga. Sehingga, sejak pagi hingga siang, kadang sore, mereka berada di dapur umum. Mereka juga turut menyalurkan makanan kepada pasien isoman yang rumahnya tak jauh dari dapur umum.

"Ikut bantu di sini karena tergerak ingin membantu sesama," ujar Kusmiati (49) yang aktif berkegiatan di dapur umum sejak awal berdiri.

Kusmiati sendiri tampak sibuk memasukkan nasi dan aneka lauk pauknya ke dalam wadah. Tangannya terlihat cekatan dan fokusnya terjaga meski di saat bersamaan diajak berbincang seputar kegiatannya di lokasi.

Baginya, apa yang dilakukan jadi bukti nyata saling bantu di tengah pandemi. Ia mengerahkan apa yang bisa dilakukannya ketimbang hanya berpangku tangan. Semangatnya pun terjaga berkat kekompakkan dengan ibu-ibu lainnya di lokasi.

"Yang bikin semangat teman-teman sesama kader PKK juga, kompak, jadi bikin semangat terus," ungkap Kusmiati.

Meski sibuk setiap hari di dapur umum, ia tak melupakan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Ia biasanya menuntaskan berbagai urusan pekerjaan rumah sebelum beraktivitas di dapur umum.

Jika semua pekerjaan rumah tuntas, ia biasanya datang sekitar pukul 08.00 WIB ke lokasi dan baru pulang siang atau sore. Intinya, setelah semua kegiatan di dapur umum dan pembagian tuntas, ia baru pulang.

"Beresnya tergantung, kadang jam 3 sore, kadang jam 4, kadang jam 6," tutur Kusmiati.

Baca Ini Juga Yuk: #AksiBaik BikersBohongan Bagi-bagi Nasi Bungkus

Bagikan 4.000 Porsi Makanan Sehari
Inisiator Posko Gerakan Bantu Isoman Tubagus Zainal Arifin mengatakan setiap harinya ada 4.000 porsi makanan dibagikan kepada pasien isoman. Bahkan, di awal-awal posko ini berdiri, penyaluran makanan sempat mencapai 8.000 porsi per hari.

"Posko ini berjalan sejak awal PPKM (Darurat). Awalnya kita masak untuk yang isolasi mandiri di sekitar kelurahan sini aja. Tapi ternyata bocor dan akhirnya jadi (disalurkan kepada pasien isoman) se-Bandung Raya," kata Uncle Teebob, sapaan akrabnya.

Inisiasi hadirnya posko ini berawal dari dirinya yang terpapar COVID-19 dan harus menjalani isolasi mandiri. Saat isolasi mandiri itulah ia dibantu ibu-ibu warga setempat yang kerap mengirimnya makanan.

Hal itu sangat menyentuhnya. Sehingga, ia bertekad setelah lepas dari COVID-19 ingin melakukan hal serupa bagi yang menjalani isoman. Usai negatif, Uncle Teebob menyampaikan ide mendirikan dapur umum demi membantu warga yang sedang isoman. Gayung bersambut, ibu-ibu itu dengan semangat ingin sama-sama bergerak.

Baca Ini Juga Yuk: Menyentuh Lansia hingga ODHA Lewat Cinta

Sekitar sebulan lalu, posko ini akhirnya hadir. Bermodalkan dana seadanya hingga akhirnya bantuan banyak berdatangan, posko ini bisa bertahan sampai sekarang. Namun, ia belum tahu sampai kapan posko ini akan beraktivitas. Intinya, selama masih ada anggaran, posko ini diusahakan akan tetap ada.

Selain itu, posko ini baru akan berakhir jika para emak-emak di sana mengibarkan bendera putih. Sebab, aktivitas di dapur umum terbilang melelahkan. "Berjalannya sampai tim sudah mengatakan menyerah, ya sudah, karena mereka yang bekerja," ucapnya.

Uncle Teebob sendiri merasa kagum dengan semangat emak-emak di lokasi yang konsisten sampai sekarang. Mereka mau meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk fokus di dapur umum demi membantu orang lain.

"Ibu-ibu ini enggak ada satu pun yang dibayar dari awal sampai sekarang, termasuk bapak-bapak dan teman-teman yang lainnya," tuturnya.

Salut banget deh dengan para emak-emak dan para relawan lainnya di posko ini!


Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler