Bukti Kolaborasi & Berbagi Jadi Kunci di Tengah Pandemi

Bandung - TemanBaik, lebih dari sebulan kita dihadapkan pada puncak kedua situasi yang sulit pandemi. Enggak bisa dipungkiri, semua pihak kena dampaknya. Namun, sekadar mengingatkan, rupanya kita masih tangguh menghadapinya.

Sejak terpaan pandemi pada awal Maret 2020, sebenanrya kami banyak menjumpai #AksiBaik inisiatif warga. Mulai dari pembagian sembako, perawatan atau bantuan untuk pasien isolasi mandiri, hingga dermawan yang banting setir dari pekerjaannya demi membantu sesama.

Rasanya, enggak terhitung berapa 'posko bencana' baru yang bermunculan, baik yang bersifat langsung (luring) maupun digagas virtual melalui wadah donasi populer maupun secara independen di media sosial. Enggak terhitung pula relawan yang senang hati mengabdikan dirinya, turun tangan berhadapan dengan situasi.

Merangkum perjalanan kita menghadapi pandemi, kami melihat kebaikan sederhana yang dijalankan masif sebagai salah satu senjata ampuh. Sebagai pengingat, simak ulasan kami di bawah ini yuk!

Baca Ini Juga Yuk: Aksi Baik Ajarkan 'Pejuang Negatif' Bermain Roundnet

Foto: Istimewa

Cara Sederhana
Kendati secara kasat mata pandemi korona merupakan peristiwa global yang penanganannya dirasa begitu pelik, di sisi lain, kami menemui kekuatan luar biasa dari masyarakat saat menghadapi kerumitan ini. Menariknya, masalah besar ini justru dilawan cara sederhana.

Temuan kami salah satunya saat berbincang dengan Ramdani Sutanto. Ia adalah inisiator Sedekah Oksigen di daerah Cibiru, Bandung. Saat angka kasus harian virus korona di Indonesia kembali meningkat pesat pada awal Juni, banyak pasien panik dan bingung hendak melakukan apa. Hal ini diperparah kondisi ketersediaan tempat tidur rumah sakit dan oksigen yang makin menipis.

Padahal, di sisi lain, proses pemulihan bagi penyintas COVID-19 bisa dilakukan di rumah dengan metode isolasi mandiri tepat. Sayangnya, hal sederhana ini kadang tak terpikirkan. Upaya menyediakan alat pertolongan dan suplemen untuk melengkapi pengobatan di rumah pun luput akibat kepanikan tersebut.

"Kita berpikir daripada penyintas ini harus cari oksigen, ikut antre, kan malah berpotensi menularkan ke yang lain," ucap Rama terkait aksi yang digalakkannya.

Senapas dengan aksi Sedekah Oksigen, Sisi Baik Corp, sebuah kolektif yang aktif di Jabodetabek pun bikin aksi Patungan Imun. Kami berhasil menghubungi salah seorang inisiatornya, Stephanie Edelweis.

Melalui sambungan WhatsApp, wanita yang kerap disapa Wiwis ini bercerita tujuan dari Patungan Imun. Selain ditujukan sebagai wadah berbagi, mereka juga berharap aksi ini dapat menekan angka ketersediaan rumah sakit yang kala itu menipis. Tujuannya agar rumah sakit bisa diperuntukkan bagi pasien dengan gejala serius yang memerlukan penanganan medis.

"Kita terinspirasi untuk ngencengin lagi gerakan patungan imun. Sebab enggak semua orang yang siap menghadapi isolasi mandiri, dan ke rumah sakit pun kita tau sendiri di rumah sakit belum tentu pelayanannya maksimal. Jadi, kita punya inisiatif lebih baik penyintas gejala ringan ini fokus isolasi mandiri dan kita bantu patungan memenuhi kebutuhan suplemennya," tegas Wiwis.

Jenis suplemen yang didistribusikan Patungan Imun berguna meningkatkan imun untuk memerangi virus korona. Suplemen itu berupa vitamin, madu, atau imun booster lainnya.

Ia menambahkan, saat situasi pandemi memuncak dan angka ketersediaan rumah sakit makin menipis, inisiatif menahan penyintas COVID-19 bergejala ringan untuk tetap isolasi di rumah masing-masing adalah sesuatu yang penting dilakukan. Ketimbang memaksakan diri berbondong-bondong ke rumah sakit yang penuh, alangkah baiknya kita mempersiapkan perlengkapan isolasi di rumah.

Baca Ini Juga Yuk: Keren! Begini Kompaknya Ibu-ibu Bantu Pasien Isoman

Foto: Istimewa

Belum habis, masih ada #AksiBaik dari pedagang bubur di Jalan Terusan Suryani, Kota Bandung. Ya, pria bernama Gufron Lana ini mendonasikan bubur yang biasa dijualnya untuk dibagikan kepada pasien isoman di penjuru Kota Bandung dan sekitarnya.

Saban pagi, Gufron dibantu beberapa 'pasukannya', termasuk pengemudi ojek daring yang bertugas mengantarkan bubur kepada pasien isoman. Awalnya, ia membagikan bubur ayam itu kepada pasien isoman di sekitar rumahnya. Namun, karena banyaknya permintaan, ia bahkan sampai mengirim bubur hingga ke wilayah Dago. Jarak tersebut cukup jauh dari rumahnya.

Saat ditanya aksi baiknya, pria berkacamata itu mengaku tak mau hitung-hitungan dengan pengorbanan yang dilakukan. Bahkan, dirinya sampai menghabiskan tabungan untuk uang muka rumah, lalu mengalokasikannya untuk membagikan bubur ayam gratis ini.

"Saya sering dengar ceramah juga di masjid, matematika Allah enggak seperti itu, saya percaya (rezeki bisa datang dengan berbagai cara)," ujar Gufron saat diwawancara oleh Beritabaik.id.

Foto: Oris Riswan/Beritabaik.id


Sukarela & Peran Baru
Setahun ini, kita disuguhi banyak istilah baru. Istilah-istilah itu pada akhirnya seolah bermuara pada satu hal: kebiasaan baru. Ya, termasuk peran yang baru.

Boleh jadi, di sekitar kamu banyak orang menjalankan peran baru. Seseorang yang awalnya berdandan necis, pergi ke kantor saban pagi, kini mulai menjajal peran baru. Boleh jadi mereka meninggalkan peran lamanya untuk sejenak saling bantu.

Salah satu bukti nyata peran baru yang kami jumpai adalah saat seorang rockstar, eks drummer band metal Burgerkill, Abah Andris, yang belakangan sibuk dengan #AksiBaik sebagai supir ambulans di Bintang Abadi.

Menangani jenazah, termasuk jenazah pasien COVID-19, Andris mengaku ketakutan. Pasalnya, COVID-19 adalah penyakit menular, berbahaya, dan mematikan. Belum lagi, ia mendengar banyaknya ambulans yang ditolak karena membawa jenazah korban COVID-19.

"Tapi, saya mikir bagaimana kalau jenazah COVID-19 ini keluarga saya, terus ditolak. Tentu ini panggilan kemanusiaan buat saya," terangnya kepada Beritabaik.id.

Kembali ke #AksiBaik Sedekah Oksigen yang diinisiasi oleh Ramdani Sutanto. Jika ditelisik ulang, pria yang akrab disapa Rama ini awalnya berprofesi sebagai guru Bahasa Indonesia di salah satu sekolah menengah. Pandemi mengajarkannya berani menjalankan peran baru.

"Kita enggak berharap apa-apa, tapi alhamdulillah apresiasinya positif. Saya jadi membayangkan kalau di tiap kelurahan ada relawan isoman, relawan oksigen begini, akan banyak orang yang tertolong," ungkapnya.

Baca Ini Juga Yuk: #AksiBaik BikersBohongan Bagi-bagi Nasi Bungkus

Foto: Oris Riswan/Beritabaik.id

Enggak hanya perorangan, pemilik kafe atau resto yang sejatinya berperan sebagai pengusaha, menyediakan tempat nongkrong dengan segala menu-menu andalannya, juga menjalani peran baru saat pandemi. Salah satu seperti Kozi Coffee memberi makan siang gratis bagi saudara yang membutuhkan.

Makan siang gratis itu berisi makanan pokok aneka menu. Sejumlah orang mulai dari pejalan kaki, pengemudi ojol, dan pekerja lepas harian yang melintasi Kozi Coffee Jalan Veteran mengambil dan menikmati makan gratis tersebut.

Dalam wawancaranya, Ayu Oktarini selaku owner Kozi Coffee Veteran mengaku, aksi ini pertama kali digagas teman-teman Kozi cabang Jalan Dipatiukur. Terkait motivasinya, Ayu menyebut aksi ini merupakan salah satu upaya meringankan beban orang-orang terdampak pandemi.

"(Meringankan beban orang-orang yang terdampak pandemi) meskipun hanya sekotak nasi," ujarnya kepada Beritabaik.id.

Baca Ini Juga Yuk:


Tak Melulu Bernilai Besar
Dalam buku-buku fiksi, kita biasa disuguhkan kalimat-kalimat utopis yang mengisahkan harapan tokoh utama untuk melakukan hal-hal besar, seperti bagaimana caranya menghentikan laju bumi mengitari matahari, atau dalam 'Stop This Train'-nya John Mayer, sang tokoh utama seolah dikisahkan ingin menghentikan laju kehidupan agar orang-orang terkasih tak meninggalkannya pergi.

Nah, berperang dengan pandemi nampaknya tak memerlukan hal-hal besar dan utopis. Bahkan, Uncle Teebob dalam wawancara bersama kami menyebut, sesulit apapun keadaan yang kita alami, sebetulnya kita masih bisa berbagi, loh!

"Kamu sehari makan berapa kali? Masak sih enggak bisa nyimpen dua ribu rupiah sehari? Kalau sudah kesimpan nih, katakanlah seminggu kita bisa nabung dua puluh ribu, itu cukup buat dua bungkus nasi. Ya tinggal dibagiin kan, tiap Jum'at gitu misalnya. Buat mereka yang membutuhkan di jalan," ujar pria yang rutin menggelar #AksiBaik Razia Orang Lapar ini.

Bayangkan, jika di tiap rumah ada satu orang saja yang menerapkan aksi ini. Boleh jadi, beban saudara-saudara kita yang masih harus 'berjudi' dengan kehidupan, bertaruh di jalanan, mungkin bisa sedikit lebih ringan.

Melansir dari laman covid19.go.id, dalam beberapa hari ini, penyebaran COVID-19 di Indonesia dilaporkan mengalami penurunan, kendati masih dibilang tinggi. Namun, bila dibandingkan dengan dua pekan lalu, angka sebarannya menurun cukup jauh, dari angka kisaran 50 ribu kasus menjadi 32 ribu kasus.

Angka itu bisa kita jadikan rujukan dan motivasi, rupanya dengan kekuatan bersama, kita bisa menurunkan lonjakan kasus yang sempat terdengar mengerikan, setidaknya pada bulan Juni hingga Juli silam.

Namun, di sisi lain, upaya ini bakal sia-sia jika kita abai dengan protokol kesehatan. Jadi, selain saling menguatkan untuk sesama, kita juga harus lebih meningkatkan proteksi buat diri kita sendiri.

TemanBaik, semua orang rasanya lelah dengan pandemi, semua orang juga mengeluh dengan keadaan. Namun, fakta di lapangan membuktikan energi kita dalam menghadapi pandemi masih cukup kuat.

Maka dari itu, ketimbang terus mengeluh dengan keadaan, yuk, cairkan hati dan mulai berbagi, sesedikit apapun yang kita mampu.

TemanBaik, tetap berbuat baik dan konsisten menjaga kesehatan ya!


Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler