Serunya Belajar Bahasa Isyarat dengan Cara Menyenangkan

Bandung - Keseruan tersaji di Aula SLBN Cicendo Kota Bandung pada Jumat (12/11/2021). Sejumlah siswa taman kanak-kanak (TK) di sana tampak asyik menggambar. Tak hanya menggambar, ada juga keseruan lainnya.

Diberi nama 'Kelas Komik Mukomi', kegiatan ini digagas Mukomi Studio yang merupakan usaha social enterprise creative dalam bidang animasi. Lewat pelatihan ini, para siswa TK diajak belajar bahasa isyarat dan mewarnai karakter dalam dalam cerita rakyat 'Kisah Dalem Boncel'.

"Karena memang subyeknya adik-adik Tuli, kan kemampuan bahasa isyaratnya belum banyak biasanya. Jadi saya dan ada beberapa teman Tuli (dari Mukomi) sama-sama mencoba menceritakan dongeng, terus kita sama-sama mewarnai," kata Co-Founder dan Creative Director Mukomi Purbaningsih Dini Sasanti.

Hasil dari menggambar dan mewarnai itu kemudan ditempel dalam media berukuran lebih besar. Sehingga, terbentuk satu panel komik.

Baca Ini Juga Yuk: Ngobrol dengan Siti, Teman Netra Hafiz yang Jago Bernyanyi



Poin penting dari kegiatan ini adalah sebagai media belajar bahasa isyarat bagi para siswa. Sehingga, diharapkan mereka semakin bertambah referensi bahasa isyaratnya sejak dini.

"Kalau untuk anak Tuli dan anak yang memiliki hambatan bahasa, bahasa isyarat itu sebenarnya bisa membantu mereka memahami apa yang terjadi dan bahasa isyarat itu membantu mereka mengekspresikan apa yang mereka inginkan, apa yang mereka mau," jelas Puri, sapaan akrab Purbaningsih.

Sebab, dalam kehidupannya, anak dengan hambatan pendengaran terkadang sulit berkomunikasi dengan orang sekitar, termasuk orang tua. Itu karena di satu sisi orang tua belum memahami apa yang disampaikan sang anak, sedangkan sang anak kesulitan mengungkap apa yang ingin disampaikannya.

"Kadang-kadang kan hambatan komunikasi di situ ya, anak-anak pengin ini tapi mereka misal orang tuanya enggak ngerti. Mereka juga enggak ngerti aku tuh mau apa. Nah, makanya intervensi bahasa isyarat pada anak usia dini itu PAUD dan TK itu sangat penting," tutur Puri.

Namun, untuk menanamkan pengetahuan bahasa isyarat sejak dini, perlu metode yang menyenangkan. Sebab, anak usia PAUD dan TK lebih menyukai belajar sambil bermain.

"Teman Tuli itu sangat kuat di visual, itu yang kita coba, pendekatannya (mengajarkan bahasa isyarat) lewat situ (bermain)," ucapnya.

Baca Ini Juga Yuk: Kerennya Harmonisasi Permainan Angklung Teman Tuli



Sementara selain membuat komik, para siswa juga diajak menyaksikan tayangan video. Dalam video itu ditampilkan seorang pria yang bercerita menggunakan bahasa isyarat. Sang pria bercerita bahwa dirinya saat ini berada di Amerika Serikat.

Lewat bahasa isyarat, ada sejumlah pesan baik yang disampaikan, mulai dari harus menghormati dan menyayangi orang tua dan guru hingga jangan malas mengejar mimpi atau cita-cita meski memiliki keterbatasan.

Koordinator TK dan Guru TK SLBN Cicendo Lilis Ajizah mengatakan kegiatan yang dilakukan hari ini cukup efektif. Sebab, para siswa diajak belajar hingga mendapatkan motivasi dengan cara menyenangkan.

"Anak-anak senang kalau acaranya seperti ini, tidak bosan, tidak monoton, tidak kaku," ungkap Lilis.

Disinggung soal metode belajar bahasa isyarat yang diselipkan dalam kegiatan menggambar, hal itu menurutnya lebih mudah dipahami siswa. Ini jadi pelengkap dari cara bahasa isyarat dasar yang harus dikuasai para siswa.


Foto: Oris Riswan/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler