Kemenhub Bikin 5 Proyek Infrastruktur dengan Pembiayaan Kreatif

Bandung - Kementerian Perhubungan menyiapkan lima proyek infrastruktur transportasi. Lima proyek tersebut adalah Bandara Komodo, Proving Ground Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Bekasi, ToD Poris Plawad di Kota Tangerang, Perkeretaapian Makassar-Pare Pare, serta Pelabuhan Anggrek dan Pelabuhan Bau-Bau.

Lima proyek infrastruktur transportasi tersebut akan ditawarkan pada investor dengan menggunakan skema Kerja sama Pemerintah dan Badan usaha (KPBU) dan menjadi pilot project (proyek percontohan) yang dilakukan Kemenhub untuk menerapkan skema KPBU.

Melansir laman dephub.go.id, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Djoko Sasono ingin mendorong KPBU supaya benar-benar memberikan ruang terbuka ke swasta. Kemenhub siap menawarkan pilot project KPBU kepada pihak swasta, diantaranya Bandara Komodo yang merupakan salah satu dari 10 Destinasi Wisata Indonesia.

Menurut Sesken Djoko untuk membangun infrastruktur transportasi, Kementerian Perhubungan membutuhkan biaya lebih dari Rp 1.000 triliun. Namun, dana APBN sangat terbatas sehingga tidak dapat memenuhi semua proyek yang akan dibangun.

Maka Kementerian Perhubungan mencari sumber daya lain untuk dapat memenuhi kebutuhan ini. Salah satunya melalui rekayasa pembiayaan yang disebut KPBU. Bukan dengan menjual aset negara namun dengan upaya menekan penggunaan APBN, karena kebutuhan pembangunan infrastruktur transportasi yang sangat besar,

Sesjen Djoko juga menyampaikan kalau KPBU memiliki beberapa metode yang dapat dipilih oleh pihak swasta sebagai investor, salah satu metodenya availability payment. "KPBU ini kan ada beberapa metode ya, jadi paling enggak kita ingin sampaikan salah satunya dengan availablity payment (AP), sehingga ada cicilan-cicilan. Selain (AP), masih ada juga metode yang lain. Ini tentu sudah melalui proses hitung-hitungan,” jelas Djoko.

Foto: dephub.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler