Seperti Ini Hunian Sementara Bagi Korban Gempa di Sulawesi Tengah

Bandung - Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk pemulihan kerusakan akibat gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah. Salah satunya membangun hunian sementara (huntara) di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala.

Total, akan dibangun 1.200 unit huntara. Dari jumlah itu, 116 di antaranya sedang dalam proses penyelesaian agar bisa ditempati mulai Desember 2018. Sisanya akan diselesaikan secara bertahap.

Jika selesai dibangun, para pengungsi yang sebelumnya ada di tenda bisa pindah ke huntara. Tingkat kenyamanan pengungsi pun akan jauh berbeda dibanding saat di tenda.

Huntara itu dibangun dengan model knockdown dengan ukuran 12 x 26,4 meter persegi. Satu huntara akan dibagi menjadi 12 bilik. Nantinya, satu bilik akan ditempati oleh satu keluarga.

Baca Ini Juga Yuk: Mengenal Teknologi Risha, Rumah Tahan Gempa Buatan Indonesia

Huntara itu dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan anggaran Rp500 juta per unit. Di dalam huntara itu dilengkapi empat toilet, empat kamar mandi, septic tank, tempat mencuci, hingga dapur. Huntara akan dilengkapi listrik 450 watt dan pembayarannya akan dikoordinasikan antara Kementerian ESDM dan PLN.

Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan huntara akan dibagun dengan sistem cluster. Setiap cluster akan terdiri dari 10 unit huntara. Dalam satu cluster, akan dibangun satu sekolah PAUD, SD, tempat sampah, ruang terbuka untuk kegiatan warga, hingga tempat parkir.

"Kita buat senyaman mungkin karena digunakan dalam jangka waktu cukup lama untuk satu hingga dua tahun sampai relokasi hunian tetap yang dibangun pemerintah selesai," kata Arie di laman resmi Kementerian PUPR, Rabu (14/11/2018).

Sementara untuk kebutuhan air bersih, di setiap unit huntara akan dilakukan pengeboran sumur air tanah. Dari total 42 titik pengeboran, sebanyak delapan titik telah selesai diuji geolistrik.

Foto: Kementerian PUPR


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler