Indonesia Bakal Punya Kawasan Industri Baru di 2019, Mana Saja?

Bandung - Kawasan industri baru di Indonesia ditargetkan terus bertambah. Pada 2019, pembangunan 18 kawasan industri akan dikebut. Semua kawasan industri itu berada di luar Pulau Jawa. Dari 18 kawasan industri itu, delapan di antaranya sedang dalam tahap pengerjaan konstruksi dan 10 lainnya masih dalam tahap perencanaan.

Delapan kawasan yang sudah dalam tahap pengerjaan konstruksi adalah di Lhokseumawe, Ladong, Medan, Tanjung Buton, Landak, Maloy, Tanah Kuning, dan Bitung.

Sedangkan 10 kawasan industri yang masih dalam tahap perencanaan ada di Kuala Tanjung, Kemingking, Tanjung Api-api, Gandus, Tanjung Jabung, Tanggamus, Batulicin, Jorong, Buli, dan Teluk Bintuni.

Ada harapan besar di balik kebutnya pembangunan kawasan industri tersebut. Yang paling utama adalah peningkatan ekonomi di daerah luar Pulau Jawa.

"Pengembangan kawasan industri menjadi perhatian utama pemerintah karena mampu mewujudkan perekonomian yang inklusif," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartano di laman resmi Kementerian Perindustrian.

Jika kawasan-kawasan industri itu selesai dibangun dan bisa beroperasi, gairah pertumbuhan ekonomi diharapkan meningkat pesat dalam waktu dekat. Bahkan, untuk industri pengolahan non migas di luar Jawa saja ditargetkan meningkat 60 persen dibanding di Jawa.

Airlangga mengatakan, kawasan industri di Jawa akan difokuskan pada pengembangan jenis industri tertentu. Sedangkan kawasan industri di luar Jawa, termasuk kawasan industri baru, akan fokus pada industri berbasis sumber daya alam dan pengolahan mineral.

"Misalnya di Sei Mangkei dan Kuala Tanjung akan menjadi klaster pengembangan industri berbasis agro dan aluminum karena di sana ada Inalum dan industri pengolahan CPO," ujar Airlangga.

Selain peningkatan ekonomi, penambahan kawasan industri di Indonesia juga diyakini akan memiliki dampak positif lain. Nilai investasi di Indonesia diprediksi akan meningkat.

"Bahkan, dengan berdirinya pabrik akan menyerap banyak tenaga kerja lokal. Ini salah satu bukti dari multiplier effect aktivitasi industrialisasi," jelas Airlangga.


Foto: www.kemenperin.go.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler