Antisipasi Banjir, Pengendali Banjir Tukad Mati Dibangun di Bali

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merampungkan prasarana pengendali banjir Tukad (sungai) Mati yang berada di Bali. 

Program penataan dan normalisasi sungai tersebut bakal memberi manfaat dalam mengurangi risiko bencana banjir di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, khususnya kawasan Kuta, Seminyak, dan Legian yang menjadi pusat kegiatan pariwisata internasional.

Perlu diketahui, Tukad Mati adalah aliran sungai yang tidak memiliki pusat mata air. Tukad Mati memiliki fungsi utama sebagai drainase wilayah perkotaan, yang membelah sebagian Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan perubahan iklim menjadi tantangan dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Pergeseran dan perubahan masa musim hujan dan kemarau dan pola hujan berdurasi pendek juga dirasakan menjadi hal mengakibatkan banjir.

"Karena itu saya mengajak semua pihak untuk menjaga daerah tangkapan air melalui penghijauan kembali dan menahan laju alih fungsi lahan," katanya di laman pu.go.id

Saat ini progres pengerjaan Tukad Mati telah mencapai 77,4 persen. Selain berfungsi sebagai pengendali banjir,  keberadaan Tukad Mati juga bertujuan untuk memperbaiki kualitas air sungai yang sebelumnya kotor dan beraroma tidak sedap menjadi bersih. 

Foto: pu.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler