Berkat Jembatan Ini Warga Bellu NTT Tak Lagi Putar Jalan 7 KM

Jakarta - Dulu, warga di Kabupaten Bellu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tinggal di sekitar sungai Talau kerap mengalami kesulitan dalam beraktivitas. Terutama bagi mereka yang tinggal di Kecamatan Tasifeto Timur dan Tasifeto Barat. TemanBaik tahu kenapa?

Saat hujan, anak-anak yang berangkat sekolah harus memutar dengan jarak tujuh kilometer, menunggu air surut selama beberapa jam terlebih dahulu agar bisa menyeberang. Tidak hanya anak-anak yang berangkat sekolah, warga yang hendak berkunjung ke desa lain juga jadi terhambat oleh kondisi ini. 

Tapi kini, hal tersebut tidak terjadi lagi. Karena Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun jembatan gantung bernama Kian Rai Ikun. Jembatan ini menghubungkan Desa Tialai, Kecamatan Tasifeto Timur dengan Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat. 

Program pembangunan jembatan gantung merupakan bagian dari program Nawa Cita Presiden Republik Indonesia, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan. 

Dengan hadirnya jembatan ini, masyarakat jadi lebih mudah untuk berkegiatan, termasuk jika hendak berkunjung antar desa. "Hadirnya jembatan ini akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat perdesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja, mengurus administrasi ke kantor kelurahan atau kecamatan dan akses silaturahmi antar warga," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di laman pu.go.id.

Jembatan Gantung Kian Rai Ikun yang memiliki bentang panjang 84 meter mulai beroperasi setelah diresmikan pada 10 April 2019 lalu. Jembatan gantung ini hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua dengan daya tampung jembatan tersebut maksimal sebanyak 40 orang.

Foto: pu.go.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler