Kementerian PUPR Bangun Rusunawa Terintegrasi Pasar Tradisional

Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR), membangun proyek bernama Rusunawa Pasar Rumput di kawasan perkotaan dan kawasan permukiman Jalan Sultan Agung Jakarta Selatan. Pembangunan hunian vertikal ini mengusung konsep mixed use, yakni menghadirkan hunian yang terintegrasi dengan pasar tradisional.

Rusunawa ini dibangun sebanyak tiga tower masing-masing 25 lantai yang terdiri 1.984 unit hunian dan 1.314 unit kios. Kelebihan lain Rusunawa ini adalah terintegrasi dengan moda transportasi umum yakni Bus Transjakarta.

Melalui laman pu.go.id, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan kalau nantinya pasar tradisional bisa dibangun rusunawa di bagian atasnya.

"Selama ini banyak dibangun mal dengan apartemen di bagian atasnya. Tentu pasar tradisional juga bisa dibangun rusunawa di bagian atasnya. Sekaligus modernisasi pasar tradisional dan menyediakan hunian yang layak dan mempermudah akses serta meningkatkan perekonomian bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan," ujarnya.

Rencananya lantai satu sampai lantai tiga akan dimanfaatkan sebagai pasar. "Lantai satu sampai tiga nantinya akan dimanfaatkan sebagai pasar, sedangkan lantai empat ke atas akan dimanfaatkan sebagai hunian masyarakat," jelas Khalawi.

Khawali dan timnya kini sedang berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Jaya untuk memindahkan pedagang ke pasar. "Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan PD Pasar Jaya untuk memindahkan para pedagang yang berada di Tempat Penampungan Sementara ke dalam pasar. Jadi kami bisa segera menyelesaikan penataan landscape taman di bagian depan Rusunawa ini," kata Khalawi.

Lebih lanjut, Khalawi juga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat membangun di lokasi sejumlah pasar tradisional lainnya di Ibukota Jakarta. Khalawi juga mendorong Pemerintah Daerah lainnya juga dapat mengikuti menggunakan konsep hunian vertikal terintegasi dengan pasar khususnya pasar tradisional. Pemanfaatan lahan secara mixed use juga banyak dilaksanakan di berbagai negara lainnya seperti di Singapura dan Malaysia.

Rusunawa Pasar Rumput merupakan salah satu pilot project pemanfaatan lahan pasar tradisional yang sangat baik dan menjadi implementasi dari amanat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun. Pembangunan hunian vertikal di kawasan perkotaan yang mengusung konsep mixed use dengan pasar tentunya dapat menjadi solusi untuk menyikapi perkembangan perkotaan dan kawasan permukiman yang semakin padat.

Pembangunan Rusunawa dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sejak tahun 2016 lalu. Anggaran pembangunan Rusunawa Pasar Rumput adalah Rp 961,367 Milyar dari dana DIPA Kementerian PUPR.

Perencana pembangunan Rusunawa Pasar Rumput dikerjakan oleh PT Adhikakarsa Pratama dengan kontraktor pelaksana adalah PT Waskita Karya dan konsultan PT Ciria Jasa Cipta Mandiri. Peresmian Rusunawa Pasar Rumput sendiri akan dilakukan pada tahun 2019 ini.


Foto: pu.go.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler