Kolam Regulasi Nipa-nipa, Cara PUPR Kurangi Banjir di Makassar

Makassar - Untuk mengatasi banjir yang kerap terjadi di Kota Makassar dan sekitarnya akibat luapan Sungai Tallo bagian hilir, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun Kolam Regulasi Nipa-nipa. Kolam ini berada di wilayah Kabupaten Gowa, Maros dan Kota Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel).

Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jenebarang Supardji di laman resmi pu.go.id, Makassar memerlukan kolam regulasi karena kondisinya yang hanya satu meter dari permukaan laut.

"Makassar hanya satu meter dari permukaan laut, oleh sebab itu perlu kolam regulasi. Bangunan ini akan menyimpan air untuk sementara waktu selama terjadi puncak banjir melalui pelimpah (spillway) dan mengalirkannya kembali ke hilir Sungai Tallo melalui pintu pengatur dan atau pompa air," tutur Pompengan Jenebarang Supardji.

Supardji menambahkan, saat ini progres fisik hampir rampung 100 persen, hanya tinggal masalah normalisasi dan pasangan batunya. Luas tampungan kolam tersebut adalah 84 hektare dengan kapasitas 3,58 juta meter persegi. Sedangkan genangan banjir di kota Makassar dan sekitarnya seluas 3.000 hektare.

Baca Ini Juga Yuk: Intip Sistem Ramah Lingkungan di TPA Rawa Kucing Tangerang

Anggota Komisi V DPR RI Muhammad Aras berharap dengan hadirnya kolam regulasi Nipa-nipa dapat mengurangi risiko banjir sebesar 30 persen.

"Setelah proses selama 5 tahun, akhirnya bisa difungsikan Januari ini, Makassar biasa banjir Januari-Maret, diharapkan banjir yang terjadi setiap tahun bisa dikurangi. Kolam-kolam seperti ini diharapkan oleh masyarakat agar dapat berkurang banjirnya," papar Muhammad Aras.

Kolam Regulasi Nipa-nipa sendiri dibangun tahun 2016-2019 dengan anggaran Rp320 miliar. Meliputi Kolam Regulasi, jembatan shypon, rumah jaga operasi dan pemeliharaan. Ada juga stasiun pompa, gedung operasi, spillway, tanggul keliling sluiceway dan normalisasi Sungai Tallo.

Selain untuk mencegah banjir, kolam tersebut dapat dimanfaatkan untuk pariwisata dan air baku. Oleh sebab itu masyarakat Kabupaten Gowa dan Kota Makassar diharapkan turut memelihara infrastruktur tersebut.


Foto: pu.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler