Slot Kosong Tempat Parkir di Bandung Akan Bisa Dicek dari Jauh

Bandung - TemanBaik, Kota Bandung tak pernah berhenti berinovasi. Kali ini, salah satu inovasi yang menarik adalah di bidang perparkiran. Tujuannya untuk memudahkan pengendara dalam mencari tempat parkir dan memonitornya dari jauh. Dengan cara ini, diharapkan tempat parkir yang ada bisa lebih efektif dan tak lagi menimbulkan kemacetan di pintu masuk.

Menurut Kabid Manajemen Transportasi dan Parkir Dinas Perhubungan Kota Bandung Khairul Rijal, ada empat inovasi di bidang perparkiran yang kini sedang dirancang. Apa saja sih inovasinya?

1. Sign Board di Pintu Masuk Tempat Parkir
Di berbagai tempat parkir, terutama di area parkir off street atau di dalam gedung, nantinya akan dipasang sign board atau semacam papan pengumuman di pintu masuk gedung. Di sana akan tertera berapa jumlah kapasitas parkir kendaraan dan berapa slot yang kosong.

"Sehingga, kalau masyarakat ada yang ngantri mau masuk ke ruang parkir tersebut, dia akan tahu slot kosongnya ada atau tidak. Kalau slot kosong tinggal sedikit, dia (pengendara) tidak usah akan memaksakan diri, dia akan beralih mencari tempat parkir lain," kata Rijal.

Kenapa sih hal seperti ini harus dilakukan? Itu karena pintu masuk menuju tempat parkir kerap jadi sumber kemacetan. Itu karena kendaraan banyak yang antre demi bisa masuk ke area parkir. Sebaliknya, area parkir kerap penuh tanpa diketahui oleh pengendara. Akibatnya, mereka pada akhirnya tertahan di pintu masuk dan mengakibatkan sumbatan arus lalu lintas di jalan menuju tempat parkir.

"Kita lihat di beberapa titik di Kota Bandung memang selama ini antrean masuk ke lokasi gedung parkir, mal, atau pusat perbelanjaan yang menjadi favorit itu sampai mengular ke mana-mana. Antrean itu bisa menyebabkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas, terhambatnya arus yang mengalir (di area luar)," jelasnya.



2. Sign Board di Jalan Raya
Inovasi ini sama seperti pemasangan sign board di pintu masuk gedung atau tempat parkir. Bedanya, pemasangannya dilakukan di jalan raya, terutama di jalur ramai dan jalur masuk ke Kota Bandung, misalnya di Jalan Asia Afrika. Cara ini akan membuat pengendara bisa mengetahui area parkir yang kosong meski masih jauh dari tempat tujuan.

"Jadi, sebelum mendekati lokasi yang dituju, pengendara dari awal akan tahu lokasi yang dituju itu ada slot parkirnya atau tidak," ucap Rijal.

3. Lampu Pemberitahuan di Tempat Parkir
TemanBaik pernah enggak masuk ke area parkir suatu gedung tapi kesulitan mencari slot kosong untuk parkir? Kamu akhirnya harus berputar-putar untuk bisa memarkirkan kendaraan, termasuk naik ke beberapa lantai berikutnya untuk mencari slot parkir. Bahkan, di salah satu mal di Kota Bandung, ada anekdot yang mengatakan harus berputar hingga tujuh kali di area parkir untuk bisa menyimpan kendaraan.

Baca Ini Juga Yuk: Juni Mendatang Akan Dibangun Fly Over Baru di Bandung

Kamu pasti kesal jika berada dalam situasi seperti itu kan? Tapi, di Bandung nantinya akan dipasang lampu indikator di setiap titik parkir. Sehingga, indikator itu akan memudahkan pengendara untuk menemukan slot parkir yang kosong.

"Kalau ada lampu indikator di atas masing-masing satuan ruang parkir, itu dari jauh orang bisa tahu mana sih yang lampunya hijau, itu berarti kosong. Kalau merah, berarti sudah terisi. Tinggal menuju ke lampu yang hijau saja untuk bisa mendapatkan tempat parkir," tutur Rijal.

Cara ini akan membuat waktu pengendara lebih efektif. Di saat yang sama, emisi gas buang di tempat parkir juga tidak akan terlalu banyak. Sebab, tak akan ada lagi kendaraan yang berputar-putar di lokasi parkir agar pengendara bisa menemukan slot kosong.

4. Aplikasi Parkir
Inovasi yang terakhir adalah aplikasi parkir. Saat ini, aplikasi tersebut masih dirancang dan tentunya belum diberi nama. Intinya, dengan aplikasi ini, pengendara akan bisa tahu dari gawainya soal lokasi parkir yang tersedia dan memiliki slot kosong.

"Ini sekarang kita lagi coba men-develop. Kita juga sedang mencari penganggarannya apakah bisa dari kita atau dari CSR penyedia jasa parkir. Intinya aplikasi ini untuk kemudahan masyarakat untuk mengetahui slot parkir kosong di tempat-tempat parkir off street," kata Rijal.

"Jadi, dari rumah orang sudah bisa tahu duluan secara realtime berapa sisa slot parkir yang kosong di tempat tujuan. Kalau memang sudah penuh, warga bisa mempertimbangkan enggak maksain datang ke sana membawa kendaraan. Bisa dengan naik kendaraan umum misalnya," tuturnya.

Kapan Direalisasikan?
Menurut Rijal, keempat inovasi itu masih dalam proses pembahasan dan pematangan. Butuh waktu agar semuanya bisa teralisasi. Tapi, jika skema pembiayaannya sudah didapatkan, inovasi itu bisa direalisasikan secepatnya.

"Pak Wali Kota sangat support, kemudian dari pihak pengelola pusat perbelanjaan, provider parkir juga mendukung. Hanya saja di tataran teknisnya kita masih bahas siapa berbuat apa, termasuk progres waktu sedang kami tindaklanjuti," ujarnya.

Meski begitu, dari keempat inovasi itu, saat ini sudah ada pengelola pusat perbelanjaan dan parkir di Bandung yang sudah melaksanakannya. Hal itu diapresiasi dan diharapkan ditiru pusat perbelanjaan lain secara sukarela.

"Di pusat perbelanjaan di Jalan Sunda misalnya, itu sudah ada sign board di gate masuk. Kita akan coba lakukan pendekatan ke beberapa mal di Kota Bandung yang basement-nya cukup luas agar mereka (memprioritaskan) memasang lampu indikator. Kita sedang penjajakan terus," tandas Rijal.

Foto: Ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler