Ada Ladang Panel Surya di Minahasa, Luasnya 29 Hektare

Manado - TemanBaik, apa yang terlintas di pikiran kamu jika mendengar kata ladang? Pasti mayoritas akan memikirkan kebun buah-buahan atau sayuran kan? Tapi, ada jadinya jika ladang yang dimaksud justru berisi panel surya? Simak ulasannya yuk!

Panel surya ini terdiri dari 64.620 hamparan di atas ladang seluas 29 hektare. Lokasinya ada di Desa Wineru, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kehadiran alat penangkap sinar matahari untuk dijadikan listrik dioperasikan Vena Energy sejak 5 September 2019.

Ladang panel surya ini mampu menghasilkan listrik 15 MW untuk disalurkan oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surga (PLTS) Likupang. Dengan catatan itu, PLTS Likupang saat ini menjadi PLTS terbesar di Indonesia. Bahkan, kehadirannya menjadi penopang sistem kelistrikan jaringan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sulawesi Utara-Gorontalo.

"Ini adalah PLTS terbesar di Indonesia sebelum adanya PLTS terapung di Cirata (Purwakarta) nanti," ujar Country Head Vena Energy Arisudono Soerono di laman Kementerian PUPR.

PLTS Likupang sendiri setiap harinya beroperasi selama 12 jam, sejak pagi hingga petang. Meski tidak selama 24 jam mampu mengalirkan listrik ke PLN, tapi dari sisi harga justru jauh di bawah harga listrik yang menggunakan BBM atau Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

"Yang jelas jauh di bawah PLTD, jauh lebih murah," ungkap Ari, sapaan akrabnya.

Baca Ini Juga Yuk: 22 Provinsi Kini Punya 120 Jembatan Gantung yang Kokoh

Peluang Ekspansi ke Daerah Lain
Vena Energy sendiri adalah perusahaan produsen listrik swasta yang fokus dalam pengembangan pembangkit listrik surya dan angin. Selain PLTS Likupang, perusahaan ini juga merupakan produsen Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Tolo di Jeneponto yang berkapasitas 72 MW dan tiga PLTS di Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan kapasitas masing-masing 7 MWp.

Karena berhasil menjalankan PLTS Likupang, Vena Energy membuka peluang untuk melakukan ekspansi ke daerah lain di Indonesia. Tapi, hal ini akan tergantung pada kesiapan PLN sebagai pihak yang akan menggunakan listrik untuk disalurkan ke pelanggannya.

Vena Energy sendiri sudah diundang PLN untuk mengikuti tender tiga PLTS di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. "Kita diundang oleh PLN dan telah memasuki Request fir Proposal (RFP) di Pulau Jawa dengan kapasitas 150 MWp," jelas Ari.

Sementara itu, Kasubdit Investasi dan Kerjasama Aneka Energi Baru Terbarukan (EBT) Ditjen BTKE Kementerian ESDM Ani Wiyanti mengatakan potensi pengembangan PLTS di Indonesia memang terhitung besar. Data di Kementerian ESDM, potensi pengembangan PLTS mencapai 207,8 GWp dengan realisasi mencapai 0,15 GWp. Bahkan, khusus untuk wilayah Sulawesi Utara, potensi tenaga surya yang ada mencapai 2,1 GWp.

"Seluruh Indonesia, kapasitas terpasang mencapai 152,44 MW dan 10,9 persen adalah PLTS Asap dan sisanya PLTS on the ground. Potensi yang ada pun baru untuk daratan," tutur Ani.

Kementerian ESDM sendiri saat ini terus berupaya mendorong agar pengembangan EBT terus dilakukan. Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik yang ada, pada 2020 ini akan ada tambahan kapasitas pembangkit EBT yang ditargetkan sebesar 933 MW dengan PLTS sebesar 78 MW.

Foto: dok. www.esdm.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler