Geotermal Melimpah, Malang Berpotensi Produksi Listrik Sendiri

Malang - Wilayah Malang ternyata menyimpan energi besar berupa panas bumi atau geotermal. Kondisi bentang alam dengan wilayah deretan gunung berapi ini menjadi potensi besar bagi Malang untuk memanfaatkan panas bumi sebagai pembangkit listrik.

Fakta tersebut ditemukan guru Besar dalam Bidang Ilmu Geofisika Kebencanaan dan Eksplorasi Sumber Daya Alam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya oleh Prof. Drs. Adi Susilo, MSi., Ph.D.

Melalui penelitiannya, pria yang akrab disapa Adi ini menemukan fakta bahwa keberadaan Gunung Arjuno, Semeru, Bromo, Kelud hingga Welirang dan Penanggungan di wilayah Malang Raya menjadi sumber energi panas bumi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.

Menurut Adi, panas bumi yang ada di Malang ini bisa digunakan untuk menggerakkan turbin sehingga menghasilkan listrik.

"Geotermal ini untuk memutar turbin listrik. Ia termasuk dalam kategori renewable energy atau energi terbarukan. Dari energi panas ini nanti uapnya untuk memutar turbin untuk menghasilkan listrik," ungkap Adi.

Kendati demikian, menurutnya, diperlukan infrastruktur yang memadai. Karena selain harus membuat sumur hingga mencapai titik panas bumi, harus pula menyediakan instalasi kabel untuk mendistribusikan listrik ke daerah lain.

"Cuma karena di gunung, infrastrukturnya harus terbangun untuk kabel ke daerah-daerah. Butuh saluran kabel panjang untuk menyalurkan listrik dari wilayah gunung ke pemukiman warga," katanya.


                                                                     Foto: Istimewa/Prof. Drs. Adi Susilo, MSi., Ph.D.

Baca Ini Juga Yuk:
PON XX Ditunda Setahun, Ini Kabar Baiknya

Dengan penggunaan panas bumi sebagai penghasil listrik, nantinya Malang akan bisa mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan diesel dan batubara.

"Pertama udara bersih. Dalam batubara itu ada kandungan sulfur dan menghasilkan karbonmonoksida. Jika bisa ditanggulangi, energi yang dihasilkan dari geotermal lebih ramah lingkungan," ujar Adi.

Hanya saja, meskipun kandungan panas bumi ini banyak, hingga saat ini, belum ada pemanfaatan yang dilakukan oleh pemerintah. Adi tak banyak berkomentar soal ini. Menurutnya ada hal lain yang membuat panas bumi tak dimanfaatkan secara baik oleh pemerintah.

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sendiri sebenarnya sudah ada di Indonesia. Tenaga listrik dari turbin yang digerakkan oleh panas bumi ini sudah diterapkan di Sarulla, kawasan Gunung Toba, Sumatera Utara.

PLTP ini dibagi menjadi tiga unit yang dikembangkan di dua lokasi, yaitu di Silangkitang dengan kapasitas 1X110 Mega Watt (MW); dan 2 uni di Namora -I-Langit (NIL) dengan kapaistas 2X110 MW. Kapasitas PLTP ini mencapai 2X110 MW yang menjadikannya salah satu PLTP terbesar di dunia.

PLTP dibuat dengan membuat sumur yang kedalamannya mencapai titik panas bumi, lalu panas tersebut dialirkan ke lokasi turbin untuk menggerakkannya.

Potensi tenaga panas bumi yang besar di Indonesia ini, menjadikan pembangunan PLTP sebagai salah satu prioritas nasional bidang energi.

Foto: Ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler