Bangkit di Tengah Pandemi, bank bjb Perkuat Kolaborasi UMKM

Bandung - Bangkit! Semangat itu yang kini menguatkan perekonomian Indonesia. Untuk tetap eksis di tengah pandemi, pelaku UMKM dan perbankan pun semakin memperkuat kolaborasinya demi keberlangsungan usaha. 

Sesuai dengan visinya, perbankan di Jawa Barat juga turut mendukung usaha di sektor UMKM loh. Termasuk juga melaksanakan percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Sebagai bukti komitmen, belum lama ini bank bjb secara resmi ditunjuk pemerintah pusat menjadi penerima simpanan dana pemerintah. Perlu TemanBaik ketahui, penyimpanan dana di perusahaan ini juga merupakan bentuk dukungan dari pemerintah agar bank bjb dapat memperkuat ekonomi yang berbasis kerakyatan. 

"Kami akan bergerak cepat untuk melaksanakan amanat dari negara ini. Pada prinsipnya, Jabar mendukung penuh agenda pemulihan ekonomi nasional yang berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat, khususnya golongan rentan terdampak krisis. Kami akan menjalankan fungsi intermediasi perbankan sebaik-baiknya sambil tetap memegang teguh prinsip prudential banking," ujar Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi, Rabu (29/7/2020) di Bandung.



Baca Ini Juga Yuk: Pupuk Indonesia Siap Sukseskan Program Pasar Digital UMKM

Yuddy menceritakan, saat ini bank bjb akan menggunakan dana sebesar Rp2,5 triliun sesuai peruntukan yang diharapkan. Sesuai marwahnya, pihaknya bakal  menstimulasi perekonomian lewat  pembiayaan kepada pelaku usaha, khususnya yang berskala mikro, kecil dan menengah. 

"Kenapa UMKM, karena sektor usaha itu yang menjadi jantung perekonomian negara. Kami juga sudah menyusun sejumlah rencana partisipasi dalam pemulihan ekonomi nasional, termasuk untuk memanfaatkan secara optimal penempatan dana pemerintah," tambahnya.

Apa saja programnya?
Nah kali ini bank bjb secara kontinyu menunjukkan dukungannya kepada pemerintah melalui pelaksanaan-pelaksanaan instruksi pemulihan ekonomi. Sebut saja  mengeluarkan kebijakan relaksasi kredit, fokus pembiayaan kepada UMKM, serta memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM lewat program-program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PESAT) maupun sejumlah turunannya.

Tak hanya mendukung ekonomi kerakyatan, di tengah pandemi ini bank asli Jawa Barat ini juga masih menorehkan prestasinya. Kali ini, perseroan berhasil mempertahankan pertumbuhan positif sepanjang Triwulan II 2020. 

Menurut Yuddy, laba bersih perusahaan tetap mampu tumbuh di tengah perlambatan ekonomi global akibat tantangan pandemi COVID-19. Tercatat bank bjb berhasil memperoleh laba bersih mencapai Rp808 miliar. Total nilai aset yang dimiliki bank bjb pun tumbuh sebesar 3,8% year on year (y-o-y) menjadi Rp125,3 triliun memasuki setengah jalan perjalanan perusahaan di 2020.

"Catatan positif yang dibubuhkan perseroan ini berhasil diperoleh berkat respon cepat perusahaan untuk beradaptasi dengan perubahan situasi bisnis. Keberhasilan mempertahankan tren pertumbuhan di tengah situasi serba menantang seperti saat ini juga ikut didorong solidnya kondisi internal perusahaan" bebernya.

Pertumbuhan positif ini menurut Yuddy, tak lepas fari upaya perusahaan untuk tetap berkolaborasi dengan sektor-sektor produktif baik ke segmen UMKM ataupun komersial.

"Dukungan bank bjb tersebut diharapkan dapat mendorong menghidupkan urat nadi ekonomi masyarakat yang sempat melemah karena pandemi COVID-19. Langkah ini melengkapi rentetan dukungan kami lainnya dalam mengatasi dampak ekonomi COVID-19," pungkasnya.

Foto: Dini Yustiani/beritabaik.id
Foto: 


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler