Progres Terbaru Pengerjaan Venue PON XX 2021 di Papua

Sentani - TemanBaik, kabar baik datang dari Tanah Papua nih! Tiga dari tujuh venue olahraga untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang dibangun Kementerian PUPR sudah selesai dikerjakan pembangunannya.

Venue itu  arena aquatic di kawasan olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur. Dua lagi adalah arena cricket dan lapangan hoki (indoor dan outdoor) di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu. Ketiga venue ini memiliki sertifikat berstandar internasional.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penyelesaian pembangunan venue itu dikerjakan dengan cermat. Dari mulai tahap desain, pembangunan, hingga pengawasannya tetap memperharikan aspek keselamatan yang melibatkan Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2). Sehingga, penyelesaian ketiga venue ieu lebih cepat dari jadwal akhir kontrak.

Hadirnya berbagai venue itu pun diharapkan jadi penyemangat baru, khususnya bagi warga Papua. Sehingga, kelak akan lahir atlet dari berbagai cabang olahraga yang bisa mengharumkan nama daerah dan bangsa.

"Diharapkan terselesaikannya venue PON tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan warga Papua saja. Namun juga menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia serta dapat mendorong para anak muda, khususnya atlet-atlet Papua lebih semangat dan berprestasi menjadi juara, baik di kancah nasional maupun internasional," kata Basuki di laman Kementerian PUPR, Selasa (18/8/2020).

Baca Ini Juga Yuk: Tol Wisata Sepanjang 100 Km di Jatim akan Hubungkan Malang Raya

Sementara untuk empat venue lainnya, saat ini proses pembangunan terus dikebut. Harapannya, secepatnya seluruh venue akan selesai beberapa bulan sebelum perhelatan PON XX di Papua bergulir pada 2021 mendatang.

Salah satunya adalah pengerjaan venue Istana Olahraga (Istora) Papua Bangkit. Pengerjaannya dilakukan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. Saat ini, progres pengerjaan fisiknya sedang memasuki penyelesaian akhir.

Kabar membanggakannya, Istora Papua Bangkit ini tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI). Istora Papua Bangkit mendapatkan tiga kategori rekor sekaligus.

Kategori pertama untuk struktur atap baja lengkung dengan bentang terpanjang berdimensi 90 meter. Kategori kedua, atap baja sambungan dan baut mengerucut terluas berbentuk dome seluas 7.300 meter persegi.

Ketiga adalah instalasi terpanjang dan diameter terbesar textile duct dengan dimensi ring internal 477 meter, diameter cincin luar sepanjang 70 meter, dan diameter cincin dalam sepanjang 56 meter.

"Dengan berbagai pencatatan rekor tersebut, Istora Papuya Bangkit selayaknya akan menjadi arena multifungsi yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Papua. Sekaligus bukti, bahwa teknologi tinggi dan canggih bisa dibangun di tanah Papua," jelas Direktur Prasarana Strategis Ditjen Cipta Karya Iwan Suprijanto.

Foto: dok. Kementerian PUPR/www.pu.go.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler