UMKM Kabupaten Bandung Lawan Pandemi dengan Inovasi Produk

Bandung - 'Bangkit', bisa jadi satu kata itu yang menyemangati para pelaku UMKM di Kabupaten Bandung. Enggan menyerah pada pandemi, mereka pun bertekad untuk mempertahankan usahanya dengan menciptakan produk baru. Seperti apa ya kira-kira?

Dengan dukungan dari Rumah BUMN, pelaku UMKM Kabupaten Bandung mulai mengembangkan produk yang menyesuaikan dengan kebutuhan pasar dalam negeri.

Beberapa UMKM yang telah memiliki pasar di luar negeri, atau ekspor skala kecil, kini mulai menempa kreativitasnya dengan membuat produk yang dibutuhkan masyarakat di saat pandemi.

Salah satunya adalah Nita Rohimah dari 'Swarga Flower Tea' yang mulai membuat berbagai inovasi produk baru di luar dari teh seduh yang biasa diproduksinya.

Selain membuat teh artisan, Nita mulai mengembangkan hijab spray dan hand sanitizer dengan bahan baku dari teh.

"Alhamdulillah, selama pandemi saya masih mempertahankan satu pekerja dan satu outlet di Jalan Jurang, Bandung. Tapi yang lima saya berhentikan karena kondisi pasar," katanya saat sesi virtual Rumah BUMN (RB) dari Sabang-Merauke secara virtual. Senin (14/09/2020).

Nita mengakui, di tahun kedua, Swarga Tea sempat mendapatkan pendampingan untuk memperluas penjualan agar lebih masif lagi", "Bahkan saya bisa ekspor ke Bangladesh."

Baca Ini Juga Yuk: Desa di Jabar Maju Berkat Inovasi

Hal yang sama juga dilakukan oleh Syam Shahid Sujana, salah satu pelalu UMKM yang juga mencoba bertahan di tengah pandemi. Ia merupakan produsen keripik dengan bahan baku daun teh yang berlabel 'Sam Sam Chips'.

Singkat cerita, empat tahun lalu, Syam sempat mengamati kebun teh yang menghampar hijau di belakang rumahnya. Anak milenial yang aktif di Karang Taruna ini langsung terbersit untuk menjalankan bisnis dengan menginovasi daun teh menjadi camilan modern.

"Saya punya tekad menggali potensi dari perkebunan teh di Mekarsari. Tapi yang dikembangkan enggak lagi soal teh yang diseduh sebagai minuman karena terlalu mainstream, tapi camilan ringan yang bisa dipasarkan juga sebagai oleh-oleh khas Gambung," ungkapnya.

Syam mengungkapkan jika selama setahun terakhir ia mulai memberdayakan keberadaan media sosial sebagai sarana promosi.  Meskipun belum setinggi penjualan luring (langsung), keripik yang diproduksinya  mulai menjajal peluang lewat penjualan daring, contohnya di Facebook dan Instagram.

Berikan Dukungan Secara Langsung
Sementara itu, Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom, Edi Witjara menambahkan, sektor UMKM asal Kabupaten Bandung sangat variatif dan mampu berinovasi di tengah pandemi.

"Di masa Pandemi seperti saat ini, sektor UMKM menjadi penopang penting perekonomian negara. Demikian juga dengan UMKM Kabupaten Bandung yang banyak ragamnya. Sejauh ini Rumah BUMN sudah membina lebih dari 270 ribu pelaku UMKM di seluruh Indonesia," terangnya.

Ia menjelaskan jika produk UMKM Kabupaten ada banyak sekali jenisnya, mulai dari biji kopi asli Gambung, semprotan penyegar hijab, sedotan bambu, dan aneka minuman teh dari bunga-bungaan.

Oleh karena itu, selain membuat pelatihan digital bagi para pelaku UMKM, pihaknya juga mengadakan pertemuan secara langsung dengan mereka semua.

"Selain pelatihan digital, kami juga kerap mengisi pertemuan di Rumah BUMN ini dengan berbagai pelatihan. Salah satunya bagaimana membuat kemasan yang baik agar produk memiliki daya jual," bebernya.

Foto: dok. Rumah BUMN


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler