Mantap! Produk UMKM Bandung Diminati Tiga Negara

Bandung - TemanBaik, Kota Bandung identik dengan berbagai produknya yang berkualitas, unik, dan kreatif. Karena itu, wajar jika produk asal Bandung diminati banyak pihak, termasuk dari luar negeri.

Bahkan, dalam waktu dekat, tujuh pelaku UMKM asal Bandung akan mengekspor produknya ke luar negeri, tepatnya Selandia Baru. Masing-masing UKM itu adalah Odora Knitwear, CV. Kampoeng Radjoet Bandoeng, Sofia Handicraft, Tulatali, Bohemian Project ID, Sharena, serta Pala Nusantara.

Apa saja sih produk yang diekspor? Tentu beragam sesuai dengan bidang usaha masing-masing pelaku UMKM. Di antaranya produk fesyen, kerajinan, dan olahan herbal. Ini tentu jadi angin segar bari para pelaku UMKM.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan, sebagai langkah awal, sampel produk dari tujuh pelaku UMKM sudah dikirim ke Selandia Baru pada Kamis (24/9/2020). Harapannya, pesanan dari Selandia Baru nantinya akan semakin banyak.



Bahkan, sampel itu juga diharapkan menjadi 'pemancing' produk dari Kota Bandung makin diminati. Sampel itu secara tidak langsung menjadi sarana promosi bahwa di Kota Bandung terdapat aneka produk berkualitas, unik, dan kreatif.

"Harapannya pengiriman sampel ini juga akan berdampak terhadap para pengusaha lokal Kota Bandung lainnya," ujar Elly.

Baca Ini Juga Yuk: UMKM Kabupaten Bandung Lawan Pandemi dengan Inovasi Produk

Sudah Menembus Australia dan Afrika Barat
Keran ekspor produk Bandung sendiri tak lahir begitu saja. Kualitas hingga keunikan produk menjadi faktor utama yang membuat produk Bandung diminati sampai pangsa pasar luar negeri.

Namun, tahun ini, secara khusus Kota Bandung memiliki program 'Mentoring Go Export'. Ini merupakan program untuk menggeliatkan kembali perekonomian Kota Bandung di tengah pandemi COVID-19.

Sebab, pandemi COVID-19 memberi dampak hebat pada berbagai sektor, termasuk perekonomian di Kota Bandung. Sehingga, perlu dilakukan berbagai upaya agar perekonimian kembali bangkit di Kota Bandung.

"Program (Mentoring Go Export) ini diikuti 85 pelaku usaha Kota Bandung yang diselenggarakan selama tujuh kali pertemuan selama Juli sampai September 2020," tutur Elly.

Melalui program ini, para pelaku usaha diberi berbagai pengetahuan hingga trik agar produknya layak diekspor. Mereka juga difasilitasi agar bisa mengirim produknya ke luar negeri.

Hasilnya, beberapa waktu lalu sejumlah pelaku usaha di Kota Bandung sudah mengantongi kepastian soal pengiriman produk ke Australia dan Afrika Barat. MoU antara berbagai pihak terkait pun sudah dilakukan. Nilai kontraknya pun cukup besar.

"MoU dengan Australia menghasilkan kontrak dengan total nilai 24.079 dollar Amerika Serikat," jelas Elly.

Ekspor ke Australia ini berasal dari produk brownies & pastries CV. Amanda, minuman jahe dari Hisohi Indonesia, serta sumpia kering dari Sumpiker Mankdut. Sedangkan nilai kontrak ekspor ke Afrika Barat mencapai 29.920 dollar Amerika Serikat. Kontrak ini adalah untuk kerja sama pengiriman produk berupa pakaian dalam, camilan, sajadah, sambal, hingga produk perawatan kulit.

Foto: dok. Disdagin Kota Bandung

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler