Tak Sekadar Berburu Kamera di ‘Humanika’ Bandung

Bandung - Besarnya minat dalam bidang fotografi tumbuh menjadi tren sedari dulu bahkan saat ini. Pertengahan 2008-nan menurut Tanti, Pak Andang Iskandar sadar soal itu. Ia lalu membuka Humanika, di Jalan Sunda No 39A.

Dari banyaknya permintaan konsumen, mahasiswa dan teman komunitas foto untuk membeli kamera dan alatnya atas saran beliau, muncul lah ide untuk membuat toko jual beli kamera.

"Banyak yang minta saran sama Pak Andang kalau mau beli alat atau kamera. Dari situ beliau ingin membuat toko khusus yang menjual alat dan kamera,” tutur Tanti yang mengatur segala urusan operasional Humanika Creative Designs.

Tak berselang lama dengan latar belakang percetakan, order desain pun berdatangan. Ditambah adanya perpustakaan kecil yang memang cita-cita dari Pak Andang, selain memiliki kafe dan jasa reparasi kamera.

"Tukang service kamera kita ada juga, karena biasanya tempat service lain udah tidak mau menerima kalau lensa berjamur atau rusak internalnya. Ngebongkarnya gampang, masangnya yang susah. Jasa kita kepake, masih mau service kondisi seperti itu. Agak kewalahan memang, karna ada perpus dan cafe, lalu edit, ditambah orderan desain dan lain-lain, " terang Tanti menggambarkan jasa layanan Humanika.

Tanti lanjut bercerita, setelah pindah, muncul ide lain yang lebih luas. Yakni jual beli online karya seni seniman lokal, lengkap dengan artshop dan desain. Namanya 'Humanika Artmarket’. Posisinya di lantai dasar bangunan, satu gedung dengan kantor RUMAH IPA Bandung. Tidak sulit kok mencarinya, ciri khasnya ada dua patung hewan dari besi baja di depan art shop dan lantai duanya kadang disulap menjadi ruang pameran.

Selain itu, Humanika juga ikut andil mengerjakan proyek bersama Speaker First pada Oktober 2017 tahun lalu. "Achievementnya pas ada satu project sama manajemen speaker first untuk film dokumenter di Woodstock versi Polandia. Video clip sama film dokumenter. Saya ikut ke sana juga," ujar Tanti.

Humanika memang luar biasa, ide bisa direalisasikan dan berproses lintas bidang yang luas. Dalam waktu dekat konsentrasi Humanika banyak di proyek film dokumenter, salah satunya menyambut ulang tahun Selasar Sunaryo Art Space yang ke-20. Begitu juga dengan pameran fotografi, Frankfurt Book Fair, acara-acara Istana Kepresidenan dan CPLUS. Semua undangan yang datang langsung dari Galeri Nasional Indonesia.

Segala pencapaian itu, menurut Tanti berasal dari keinginan untuk berbagi, belajar, dan tetap bermimpi. Bermimpi lalu merealisasikannya, belajar dari banyak hal, dan tak segan berbagi ilmu dengan yang lain. Belajar banyak hal dari Humanika, untuk bisa melakukan banyak hal dalam satu kesempatan. 

"Humanika itu tempat membantu banyak orang, pengalaman dan mencari teman juga, cakupannya luas. Baru-baru ini ada yang hal segar yang dihadirkan disana, Classroom Project namanya. Konsepnya berbagi ilmu di bidang lain lalu membaginya. Kemarin ada Doddy Nursaiman (Dosen Ahli Tipografi) dan Andi Rahmat (Arsitek), teman-teman umum yang dateng, acara dibuat pas bulan puasa kemarin, sekalian bukber sama silaturahmi," tutup Tanti, mengakhiri obrolan pada Jumat (31/8/18) sore.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler