Bikers Brotherhood Kikis Stigma Negatif Pakai Cara Ini

Bandung - Stigma atau pandangan negatif masyarakat terhadap klub sepeda motor masih terjadi hingga kini. Arogan, nakal, mabuk-mabukan, hingga tindakan kriminal seolah jadi anggapan yang sulit dihapuskan dari imej klub motor.

"Kita mengakui memang dulu ada beberapa klub di Bandung yang dulunya 'nakal'," kata El Presidente Biker Brotherhood 1% MC Pegi Diar kepada BeritaBaik.

Stigma negatif itu pun diakui masih ada yang dialamatkan kepada Bikers Brotherhood yang berdiri di Bandung pada 1988. Tapi, para anggota berusaha untuk mengikis stigma itu di masyarakat dengan berbagai cara.

"Kita membuat program-program yang pada akhirnya ada satu program besar, namanya 'Bakti Untuk Negeri', itu program besar kita sejak 2010," ungkapnya.

'Bakti Untuk Negeri' sendiri memiliki semacam turunan program-program kecil yang lebih spesifik. Ada Brotherhood for Education, for Children, for Nature, for Care, hingga for Culture. Fokus utama dari beragam program itu adalah kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Bikers Brotherhood bahkan sudah memiliki sekolah sendiri di kawasan Cikampek yang meliputi tingkat TK, SD, hingga SMP. "Ini sekolahnya sekolah formal," ucap Pegi.

Ia pun mencontohkan kegiatan para anggota Bikers Brotherhood lewat program-program itu. Mulai dari kegiatan mitigasi dan simulasi bencana, hingga melestarikan lingkungan dengan cara mengelola hutan bakau.

Contoh lainnya, Biker Brotherhood memiliki program 'Bandung Kondusif' di era Wali Kota Bandung Dada Rosada. Saat itu, puluhan klub dan geng motor dirangkul untuk sama-sama menciptakan kondusivitas di Kota Bandung. Program itu belakangan naik tingkat menjadi 'Jabar Kondusif' yang melibatkan lebih banyak pihak.

Karena dirangkul oleh sesama 'raja jalanan', klub atau geng motor yang semula negatif pun akhirnya mau bergabung. Sehingga, secara perlahan banyak dari mereka yang berubah haluan dari tindakan negatif ke tindakan positif. Bahkan, mereka akhirnya mau sama-sama menjaga kondusivitas wilayah masing-masing.

Program lain Bikers Brotherhood juga banyak yang dilaksanakan bersama klub lain. Sehingga, tercipta kolaborasi yang dilakukan banyak klub motor untuk hal-hal positif.

Bukan hanya di Bandung, program-program positif itu juga dilaksanakan oleh chapter atau cabang-cabang Brotherhood di berbagai wilayah di Indonesia. "Kita tidak hanya terbatas di Jabar, seluruh chapter di Indonesia kita wajibkan menjalankan program 'Bakti Untuk Negeri' itu," jelas Pegi.

Dengan berbagai program itu, ia berharap pandangan masyarakat terhadap klub motor, khususnya Bikers Brotherhood, akan terkikis secara perlahan. "Mudah-mudahan dengan banyaknya program positif seperti itu bisa menghapus, minimal mengurangi stigma-stigma negatif dari masyarakat," pungkas Pegi.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler