Kamu Bisa Ikut Cegah Spanduk Kampanye Jadi Sampah, Begini Caranya

Bandung - Pemilu meninggalkan spanduk-spanduk yang berpeluang besar bakal jadi limbah yang terbengkalai. Melihat hal ini, perusahaan pengelolaan limbah sampah asal Jawa Barat, Parongpong RAW Management tergerak untuk memanfaatkannya menjadi material yang dapat digunakan kembali. 

"Mengolah limbah konvensional, biasanya diangkut menggunakan trash bag plastik sekali pakai padahal pasca kampanye ada potensi spanduk yang tidak terangkut justru akan menjadi sampah. Kami mencari solusi sederhana untuk masalah trash bag sekali pakai, sekaligus memanfaatkan spanduk bekas, sehingga tidak harus membuat trash bag kami dari raw material, atau bahan spanduk baru," ujar pendiri Parongpong, Rendy Aditya Wachid pada BeritaBaik melalui telepon, Jumat (12/4/2019).

Berkerja sama dengan United in Diversity, Happiness Festival, dan Softex Leisure Parongpong bakal menjahit spanduk pemilu menjadi kantong sampah multi pakai untuk sampah residu yang nantinya akan diolah menggunakan hydrothermal reactor oleh Go Limbah (Guna Olah Limbah). Lewat acara bertajuk Happiness Festival 2019 di Lapangan Banteng Jakarta, pada 27-28 April 2019 mendatang, Parongpong bakal memanfaatkan spanduk-spanduk pemilu sebagai material pembuatan wadah usaha pengelolaan sampah di acara tersebut.

"Orang Indonesia tidak memiliki kebiasaan untuk memisahkan limbah mereka, sehingga semua limbah bercampur dan sangat sulit untuk memisahkannya. Jadi limbah akan bercampur selama proses pengumpulan di tempat pembuangan sampah," jelas Rendy.

Parongpong sendiri adalah nama desa tempat tinggal Rendy. Sebagai seorang petani organik, pengusaha, dan pengajar di Universitas, ia berharap dapat membangun pusat studi daur ulang Parongpong untuk memberikan edukasi bagi masyarakat mengenai sampah dan kebiasaan kita tentang sampah yang perlu diubah.

Enggak hanya mengajak para mitranya untuk memisahkan sampah dan melakukan daur ulang. Parongpong juga mencegah sampah residu (sampah non daur ulang, non ekonomis) untuk 100 persen tidak mencapai ke Tempat Pembuangan Akhir. Keren ya!

Rendy berharap suatu hari nanti Indonesia mampu melakukan zero waste campaign. "Kalau mereka memasangnya berantakan, kemungkinan besar terangkutnya dengan berantakan juga. Jadi saya mengajak untuk melakukan zero waste," tutur Rendy.

Selain itu, ia juga berharap Parongpong dapat menjadi habitat atau tempat tinggal dengan kesadaran masyarakatnya tentang pengolahan sampah. "Kami bertujuan menjadi pengagas satu tempat atau habitat yang zero waste di tahun 2022," harapnya.

Rendy juga berpesan bagi TemanBaik yang ingin memulai gaya hidup zero waste dengan memikirkan rencananya dengan matang. "Mulai dulu aja, tapi pikirkan dengan matang, rencananya harus matang. Karena kalau ada sampah yang belum mampu kita olah, berarti kita belum layak menggunakan material yang akan menghasilkan sampah tersebut. Atau cari rekan yang sudah punya solusinya. Karena tidak ada yang namanya sampah, hanya material yang tidak terpakai," pesan Rendy.

Nah bagi TemanBaik yang mau bantu Parongpong mencegah spanduk jadi sampah, kamu bisa kumpulkan spanduk yang enggak terangkut di sekitarmu. Setelah terkumpul, kamu bisa mengirimkannya ke Parongpong RAW Management di Jalan Dago Pojok 60, Bandung. Periode pengumpulannya dimulai dari tanggal 17-20 April 2019. 

Untuk informasi lebih lanjut tentang Parongpong kamu bisa kunjungi www.parongpong.com dan ikuti Instagram mereka di @parong.pong 

Foto: Dokumentasi Parongpong


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler