Komunitas Pengemudi Ojol yang Bersatu untuk Kemanusiaan

Bandung - TemanBaik, di Kota Bandung ternyata ada komunitas pengemudi ojek online (ojol) yang fokus di bidang kemanusiaan. Nama komunitasnya adalah Relawan Bandung yang beranggotakan para pengemudi ojek online di Bandung. Kenalan lebih jauh yuk!

Komunitas ini terbentuk pada 2018 lalu. Salah seorang penggagasnya adalah Asep Sahroni yang dipercaya menjadi ketuanya. Semula, anggotanya hanya beberapa orang saja. Tapi, kini jumlahnya lebih dari 600 pengemudi.

"Terbentuk awalnya Relawan Bandung ini karena kepedulian kepada sesama pengemudi ojek online yang rawan mengalami kecelakaan lalu lintas," ujar Asron.

Pekerjaan dan kepedulian yang sama membuat komunitasnya tergolong cepat memiilki banyak anggota. Salah satu aktivitas utama komunitas ini adalah membantu rekan sesama pengemudi ojol yang mengalami kecelakaan.

"Kalau ada kecelakaan di depan kita, kita bantu. Kalau ternyata lokasinya jauh, dari kita biasanya akan ada yang merapat untuk membantu," ucapnya.



Baca Ini Juga Yuk: Dinkominfo Pekalongan Hadirkan Internet Sehat di SDN Karangmalang

Bahkan, para anggotanya siap membantu satu sama lain hingga pengemudi yang kecelakaan mendapat penanganan medis. Intinya, anggota komunitas ini akan sigap melakukan pertolongan pertama. Selanjutnya, jika kondisi korban parah, maka akan dibawa ke pusat layanan kesehatan.

Seiring berjalannya waktu, komunitas ini melebarkan sayap pergerakannya yang fokus di bidang kemanusiaan. Saat ada bencana di suatu daerah, komunitas ini bergerak untuk melakukan bantuan sosial, mencari sumbangan, dan mengirimkannya ke lokasi.

Contoh lain kegiatannya saat ada kebakaran atau kecelakaan lalu lintas, para pengemudi ini akan sigap membantu di lokasi hingga turut mengatur arus lalu lintas. Apa yang bisa dikerjakan untuk membantu sesama, maka akan dilakukan.

"Kita juga sekarang sedang membantu menangani seseorang yang punya penyakit kulit, dia butuh pertolongan," ucap Asron.

Kadang Lupakan Keluarga
Saking totalnya para pengemudi ojol ini bergerak di bidang kemanusiaan, mereka terkadang lupa keluarga. Tapi, bukan berarti melupakan ya TemanBaik. Semua itu dilakukan karena mereka ingin berusaha membantu orang lain dengan maksimal alias enggak setengah-setengah.

"Kadang-kadang kita capek juga enggak dipikirin, enggak dirasain. Malah kadang-kadang keluarga lupa enggak dipikirkan," ujar Asron.

Tapi, Asron sendiri mengaku sudah memberi pemahaman pada keluarganya. Sehingga, saat ia memberi pertolongan pada orang lain, ia akan berusaha total melakukannya.

"Alhamdulillah kalau keluarga saya mengerti saya hidup di jalan (dan suka membantu orang lain)," tuturnya.



Bahkan, saat membantu sesama, para pengemudi juga sering mematikan aplikasi ojolnya. Sehingga, mereka justru tak melayani pesanan dari calon konsumen atau penumpang. Hal ini terlihat di trotoar depan Wyata Guna Bandung.

Di sini, puluhan pengemudi ojol mangkal. Tapi, bukan untuk menunggu penumpang. Mereka justru hadir di sana untuk membantu para tunanetra yang sedang berunjuk rasa dengan cara tidur di trotoar.

Mereka membantu mulai dari membagikan makanan, mengatur tempat mereka tidur, hingga menuntun tunanetra saat butuh bantuan untuk dipapah berjalan. Mata mereka selalu siaga memandang ke arah puluhan tunanetra yang tinggal di sana. Saat dibutuhkan, masing-masing anggota komunitas akan langsung memberi bantuan.

Aksi ini dilakukan sejak Selasa (14/1/2020) malam hingga kini. Mereka secara bergiliran dengan rekan sesama pengemudi untuk ada di area aksi. Bahkan, ada yang sampai ikut tidur di trotoar juga loh TemanBaik. Total banget kan?

"Kita enggak maksa (pengemudi mematikan aplikasinya). Mereka memang butuh mencari nafkah, tapi mereka benar-benar terbuka hatinya kalau untuk kemanusiaan. Aplikasi kita matikan atas inisiatif, tanpa instruksi," jelas Asron

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler