Menyusur Sejarah Bersama Komunitas LOKRA

Bandung - TemanBaik tau enggak sih bahwa di Bandung ada sebuah komunitas yang mengekspresikan bentuk aspirasinya melalui karya seni? Nah, di Bandung terdapat sebuah komunitas bernama Kelompok Anak Rakyat atau yang biasa disebut LOKRA. 

LOKRA sendiri membuat banyak karya yang topiknya berfokus pada sejarah. Lahir sejak tanggal 15 januari 2014 silam, komunitas ini beranggotakan mahasiswa seni musik, seni rupa dan seni teater. 

Gatot Gunawan, selaku Koordinator LOKRA mengatakan, jika ide awal membuat komunitas ini berawal dari keresahan para pegiat seni di kota Bandung saat merespon kondisi situs bersejarah Penjara Banceuy yang terbengkalai. Akhirnya mereka membuat pertunjukan seni selama 6 jam nonstop di penjara tersebut untuk menyampaikan aspirasinya tanpa berdemo.  

"Kami membuat pagelaran tersebut sebagai salah satu bentuk mengajukan aspirasi pada pemerintah tanpa berdemo, supaya situs penjara banceuy dipugar," ungkap Gatot pada Beritabaik(17/01/20). 

Baca Ini Juga Yuk: Komunitas Pengemudi Ojol yang Bersatu untuk Kemanusiaan

Seiring berjalannya waktu LOKRA kerap berkarya dengan mengingatkan kenangan masyarakat pada sejarah yang sering terlupakan. Dari mulai memperingati hari kelahiran tokoh-tokoh nasional, hingga hari bersejarah lainnya. 

"Kita pernah bikin pertunjukan peringatan hari lahir Bung Karno, Ir. Hj. Djuanda, hari peringatan pergerakan kedaulatan Indonesia dan hari peringatan berakhirnya perang dunia kedua juga," ungkapnya. 

LOKRA sendiri saat ini beranggotakan sekitar 30 orang. Rata-rata, mereka adalah mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) berbagai fakultas. Selain aktif dalam melakukan pagelaran seni, LOKRA juga memiliki agenda lain seperti diskusi seni dan menggelar bulan spirit ketokohan melalui seni. 

"Contohnya bulan februari itu adalah bulan memperingatinya Inggit Garnasih. Kita juga suka ada bulan-bulan lainnya," ujarnya. 

Diskusi seni sendiri menurut Gatot, merupakan salah satu bentuk inisiasi dari LOKRA dalam memperkenalkan ilmu-ilmu seni kepada masyarakat. Menghadirkan tokoh-tokoh seni junior maupun senior, diskusi yang diselenggarakan LOKRA senantiasa hidup dengan pertunjukan seni sebagai pemantik. 

"Kalo bulan ketokohan, contohnya bulan februari. Bulan untuk memperingati Inggit Garnasih. Selain pertunjukan seni mengenai Ibu Inggit, biasanya suka ada juga lomba anak-anak sekolah SD, SMP dan SMA menulis surat cinta buat Ibu inggit," jelas Gatot. 

Bicara jam terbang, Gatot dan teman-teman tentu sudah banyak menjajal berbagai tempat pertunjukan. Ketika ditanya sudah pernah pentas kemana saja bersama LOKRA? Gatot menjawab telah melakukan pertunjukan seni ke berbagai kota di Indonesia hingga ke luar negeri. Keren kan TemanBaik? 

"Pernah ke Malaka, Malaysia pentas sebagai bentuk menyuarakan aspirasi dalam sejarah melalui seni. Pernah juga diundang ke Surabaya membantu menyuarkan ketidaksetujuan alih fungsi gereja portugis yang bersejarah. Jogja pernah, Bali juga pernah. Banyak sih sejauh ini," tutupnya sambil terkekeh.

Foto: dok. Lokra


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler