Yuk! Kenalan Lebih Dekat dengan Parongpong Recycle Center

Bandung - TemanBaik, pernahkah kita membayangkan tinggal di sebuah dengan udara sejuk dan bebas sampah? Saat ini, masalah sampah memang jadi topik serius yang sering disebut sebagai bom waktu. Untuk mewujudkan keinginan bermukim di sebuah tempat dengan udara sejuk dan bebas sampah, sebagian orang akan merasa hal tersebut sulit terwujud.

Namun, asumsi tersebut perlahan mulai dikikis oleh kesadaran dan gagasan dari beberapa orang atau kolektif kreatif.

Adalah Rendy Aditya Wachid. Pria dengan latar belakang arsitek ini punya keinginan untuk memiliki tempat tinggal dengan habitat yang ramah lingkungan dan punya manajemen pengolahan sampah yang baik alias bebas sampah, seperti di Kamikatsu, Jepang, misalnya.


Dari gagasan tersebut, lahirlah Parongpong Recycle Center. Sebuah sistem yang dibangun oleh Rendy bersama timnya dalam mengolah sampah menjadi hal yang lebih bermanfaat.

Masih ingatkah kita akan aksi Parongpong Recycle Center saat momen Pilkada dan Pilpres serentak pada 2019 lalu?

Saat itu, seluruh sampah dari alat peraga kampanye pemilihan ditampung oleh Parongpong dan didaur ulang menjadi kantong sampah. Aksi tersebut kemudian menjadi viral di media sosial.

Namun, kepada BeritaBaik, Rendy menuturkan tujuan awalnya mendirikan Parongpong Recycle Center bukanlah untuk popularitas semata.

"Kita kadang enggak sadar, sumber daya yang kita pakai itu sebetulnya jatah generasi setelah kita. Makanya, dengan menciptakan lingkungan yang ideal serta manajemen pengolahan sampah yang baik, itu sama saja 'membayar' apa yang sudah kita ambil dari generasi setelah kita," ujar Rendy, di Bandung pada Jum’at (7/2/2020).

Baca Ini Juga Yuk: Sepeda Onthel, antara Hobi atau Investasi

Rendy menyebutkan, Parongpong adalah sebuah sistem yang digerakkan oleh beberapa 'moda penunjang' berupa kegiatan yang menghasilkan sampah.

Sampah yang dihasilkan tersebut kemudian diolah menjadi hal bermanfaat. Beberapa prodaknya mulai dari pupuk kompos, hingga alat kompos dari bahan baku sampah plastik.

Rendy juga memaparkan, idealnya pengolahan sampah yang bisa dilakukan berawal dari metode mengkompos sampah organik hingga tidak bersisa.

"50 persen dari keseluruhan sampah yang kita hasilkan bisa direduksi kalau kita mengkomposnya," kata Rendy.

Dari Parongpong Recycle Center yang didirikannya, Rendy berharap perputaran sampah dengan kegunaannya bisa berjalan simetris hingga habis terpakai.

"Jadi dari sampah organik, kita sulap jadi pupuk. Pupuknya ini kita buat untuk penghijauan di perkebunan, yang mana hasil panen-nya kita produksi jadi bahan pangan. Dari bahan pangan tersebut, seandainya terdapat sampah lagi, sampahnya disulap menjadi pupuk. Siklus seperti itu kan jadinya berputar terus," papar Rendy.

Dengan sistem manajemen sampah yang seperti dipaparkannya tersebut, menurut Rendy, mewujudkan kawasan bebas sampah yang menjadi tujuan Parongpong Recycle Center diharapkan bisa benar-benar menekan angka sampah hingga nol.

Rendy kemudian menjelaskan, manajemen pengolahan sampah sebetulnya adalah hal sederhana yang bisa dilakukan oleh siapapun dan di manapun, termasuk oleh TemanBaik.

"Pola pikir gaya hidup bebas sampah adalah sesuatu yang mahal sepertinya harus diubah. Dengan hal sederhana seperti membawa tas belanja saja, itu sudah cukup," katanya.

Dengan hadirnya Parongpong Recycle Center sebagai tempat showcase-nya, Rendy berharap gaya hidup bebas sampah hingga ke Tempat Pembuangan Akhir menjadi sesuatu yang normal dalam kehidupan sehari-hari, di manapun itu.

"Dulu kan kalau ada orang yang ke mana-mana bawa botol minum atau bawa kantong belanja, biasanya dianggap orang aneh atau hanya mengikuti tren. Padahal itu hal biasa dan normal. Dan sekarang kan orang-orang sudah mulai terbiasa," katanya.

"Nah, semoga ke depannya, tren itu jadi hal normal yang enggak ada aneh-anehnya," tutup Rendy.

Sebagai informasi tambahan untuk TemanBaik, beberapa prodak dari Parongpong Recycle Center bisa dijumpai di akun instagram @tokopong.

Foto: dok. Parongpong RAW Management

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler