Indoflyer, Komunitas Pecinta Aviasi Terbesar di Indonesia

Jakarta - TemanBaik, familiarkah kamu dengan aktivitas penerbangan? Nah, bagaimana jadinya ya kalau ada satu komunitas yang kesukaannya mengikuti perkembangan dalam aktivitas penerbangan ini?

Beritabaik.id mengajak kamu untuk berkenalan dan berbincang dengan Indoflyer, salah satu komunitas pecinta aviasi atau dunia penerbangan terbesar di Indonesia. Komunitas ini hadir mewadahi minat-minat penerbangan yang biasa digemari, seperti penggemar dunia penerbangan umum/komersial, dunia penerbangan sipil, dunia penerbangan militer dalam satu komunitas.

Selain itu, Indoflyer juga mengumpulkan para penggemar diecast pesawat, penggemar fotografi penerbangan (plane spotting), penggemar simulasi penerbangan (flight simulator), dan penghobi traveling. Anggota atau member komunitasnya tersebar di seluruh Indonesia bahkan di mancanegara. Para anggota ini terdiri dari segala usia dan profesi, baik itu awam maupun profesional.

Kepada Beritabaik.id, Public Relation Indoflyer Fauzi Rulandi menceritakan bagaimana perjalanan komunitas yang sudah berusia lebih dari 15 tahun ini. Ia menyebut, Indoflyer merupakan transformasi dari komunitas pecinta flight simulator yang muncul awal dekade 2000-an.

"Awal mulanya sekitar tahun 2002 atau 2003, dari sebuah forum bernama IndoFS, yang merupakan forum yang mengumpulkan penggemar flight simulator di Indonesia, lalu pada 2004 dibentuklah IndoVA (Indonesia Virtual Airlines), merupakan maskapai virtual yang dibuat sebagai pelengkap flight simulator," terang Fauzi.


Baca Ini Juga Yuk: Mengenal Prosedur Parkir Pesawat yang Tak Beroperasi Saat Pandemi

Namun, karena komunitas sebelumnya hanya ditujukan khusus penggemar flight simulator saja, akhirnya dari hasil diskusi dengan anggota lainnya, terutama yang berdomisili di Jakarta, akhirnya pada 2004 terbentuklah Indoflyer. Entitas baru ini menjadi wadah yang ditujukan tidak hanya untuk penggemar flight simulator saja tetapi semua penggemar dunia aviasi. Mulai dari flight simulator itu sendiri, fotografi aviasi, diecast, kolektor kartu keselamatan pesawat, cindera mata maskapai, pernak pernik maskapai, dan masih banyak lagi.

Saat ini, Indoflyer memiliki forum resmi indoflyer.net. Sedangkan pada tahun 2012, Indoflyer secara resmi berbadan hukum dan otomatis terdaftar di Kemenkumham.

Serupa dengan komunitas lainnya, Indoflyer terbentuk dari kecintaan para anggotanya terhadap dunia penerbangan. Ada yang 'menurun' dari keluarga, atau dari berbagai sumber referensi masing-masing anggotanya.

"Awalnya, (para anggota) hanya sekedar ingin tahu saja, namun lambat laun minatnya ditekuni dan berujung menjadi hobi. Beberapa member ada yang berkarir di dunia penerbangan berkat kecintaannya dengan dunia penerbangan," jelas Fauzi.

Hadir untuk Berbagi
Hadir sebagai wadah pecinta aviasi di Indonesia, kegiatan Indoflyer kebanyakan bersifat tukar ilmu terkait hal-hal di dunia penerbangan. Wadah ini juga tak jarang jadi wahana jual beli atau tukar tambah pernak pernik penerbangan.

"Kalau diskusi itu medianya di forum Indoflyer.net dan aplikasi media sosial. Sementara di dunia nyata, kami sering kopdar sesama member, nongkrong di sekitar bandara, foto-foto pesawat (plane spotting), terbang di flight simulator (baik itu sendiri atau dengan member lain), tukar menukar atau beli diecast, pernak-pernik penerbangan, cendera mata maskapai, dan masih banyak lagi," jelas Fauzi.

Tak hanya berdiskusi, tiap tahunnya, Indoflyer juga mengadakan kunjungan ke bandara ataupun institusi penerbangan. Acara ini dinamakan 'Plesiran' atau Outing. Kegiatan 'Plesiran' yang terakhir mereka lakukan, yaitu ke Museum Transportasi TMII Jakarta pada Desember 2019 silam dengan agenda utama mencuci pesawat. Selain kunjungan, Indoflyer juga mengadakan gathering yang dinamakan 'Annual Gemblungers Meeting'.

Selain itu, di luar hal yang berhubungan dengan dunia penerbangan, Indoflyer rutin mengadakan kegiatan tahunan, baik secara nasional maupun regional. Hal yang rutin digelar adalah buka puasa bersama, bakti sosial, dan rumpi regional yang biasanya dilaksanakan inisiatif member.


Memberi Edukasi
Sebagai komunitas pecinta aviasi, salah satu misi Indoflyer adalah mengedukasi masyarakat tentang dunia penerbangan, Menurut Fauzi, aturan-aturan atau informasi penting terkait dunia penerbangan terkadang sulit dipahami masyarakat awam.

"Bahkan yang menggemari dunia penerbangan pun juga terkadang bingung. Oleh karena itu kami terdorong untuk menyosialisasikan aturan atau informasi tersebut dengan bahasa lebih mudah dipahami," terang Fauzi.

Lebih lanjut lagi, ia mengaitkan edukasi tentang dunia penerbangan akan berpengaruh pada keselamatan penerbangan di Indonesia. Ia melihat lemahnya pengetahuan atau edukasi masyarakat terhadap dunia penerbangan ada pada gaya hidup masyarakat yang masih membandel dengan menerbangkan balon udara atau layang-layang di sekitar kawasan penerbangan, atau penumpang pesawat yang membawa barang di bagasi melebihi ketetuannya.

"Kasus-kasus tersebut terjadi karena masyarakat belum paham aturan-aturan yang ada pada dunia penerbangan," ujar Fauzi.

Naiknya tingkat pemahaman masyarakat terhadap dunia penerbangan juga diharapkan kesadaran terhadap keselamatan penerbangan juga naik. Lebih jauh lagi, tingkat keamanan dan kenyamanan penerbangan juga akan naik. Tujuan-tujuan ini disebutnya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, penyelenggara bandara udara, maskapai maupun lembaga yang berkaitan dengan penerbangan saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat.

Pada praktiknya, edukasi seputar dunia aviasi dilakukan oleh Indoflyer melalui berbagai medium, antara lain secara tatap muka berbentuk seminar atau daring. Untuk edukasi secara offline, Indoflyer biasanya turut serta pada kegiatan airshow atau pameran dengan membuka stand.

"Sebagai contoh, Indoflyer melalui regional PK-BDO (Indoflyer regional Bandung) secara rutin berpartisipasi pada kegiatan Bandung Airshow dengan membuka stand yang biasanya diisi pengenalan flight simulator, pameran diecast, pemberian informasi ringan terkait dunia penerbangan, dan masih banyak lagi," beber Fauzi.

Selain edukasi tatap muka, tim Public Relations and News of Indoflyer dan member lain secara daring juga memberi edukasi dengan memanfaatkan media sosial. Mereka rutin mengadakan sesi bincang-bincang (talkshow) di Instagram dengan ahli di bidang aviasi, membuat video yang diunggah di YouTube terkait dunia penerbangan, membuat rangkuman informasi terkait hal yang sedang tren.

"Misalnya seperti bagasi berbayar, panduan refund atau reschedule maskapai saat pandemik Covid 19, atau topik lainnya," kata Fauzi.

Sebagai informasi, selama bulan puasa kemarin, Indoflyer mengadakan live talkshow di Instagram dengan pilot sipil, pilot militer, pramugara, dokter penerbangan, dokter kesehatan kulit, dan legal counsel maskapai. Dalam sesi ini mereka membahas hal-hal ringan seputar pekerjaan pemilik profesi tersebut seperti deskripsi pekerjaan dan hal penting yang harus diperhatikan dalam pekerjaan orang-orang di balik layar aviasi tersebut.


Tersebar di Banyak Daerah
Anggota atau biasa disebut member Indoflyer tersebar di seluruh penjuru Tanah Air. Biasanya, penamaan regional di sebuah wilayah dikaitkan kode bandara terdekat di regional tersebut. Sebagai contoh, di Balikpapan, nama regionalnya disebut PK-BPN.

"Atau di Surabaya disebut PK-SUB, di Solo PK-SOC, di Jabodetabek PK-CGK, PK-HLP, dan PK-ATS, di Bali PK-DPS. Bahkan, di Singapura juga ada dengan nama PK-SIN," tambah Fauzi.

Munculnya regional ini didasari dari sesama member yang ingin saling mengenal dan berkumpul di wilayahnya. Adapun istilah "PK" itu sendiri merupakan kode registrasi pesawat Indonesia. Sedangkan nama regional, seperti tadi disebut merupakan nama bandara terdekat dari domisili regional tersebut.

Apabila kamu berminat menjadi anggota atau member Indoflyer, kamu bisa mendaftarkan diri ke situs indoflyer.net dan aktif di kegiatan, baik di regional maupun pusat. Namun, karena situsnya sedang diperbaiki, untuk sementara pendaftaran dilakukan secara offline, yaitu dengan mengikuti kegiatan-kegiatan di Indoflyer.

"Tidak ada biaya registrasi masuk ataupun iuran bulanan dalam komunitas ini, karena Indoflyer merupakan organisasi nonprofit," jelas Fauzi.

Sebagai pamungkas, ke depannya Indoflyer akan disibukkan dengan program kunjungan ke Institusi Penerbangan, seperti kunjungan ke kantor pusat maskapai, kunjungan ke Hanggar MRO pesawat. Selain itu, mereka juga berencana membuat tur bandara.

"Tujuan program yang kami buat selain untuk mengumpulkan para pencinta dunia penerbangan, juga memberikan edukasi bagi hadirin. Acara kami terbuka untuk umum, yang penting suka atau tahu tentang dunia penerbangan," tutup Fauzi.

TemanBaik, adakah di antara kamu yang memiliki kesukaan terhadap dunia penerbangan? Coba ceritakan, hal apa yang menarik minatmu untuk mengulik lebih dalam tentang dunia penerbangan ini.

Foto: Dok. Indoflyer

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler