Yuk! Lebih Melek Isu Lingkungan Bareng Role Foundation

Kuta Selatan - Belakangan, masyarakat Indonesia mulai melek isu lingkungan. Banyak organisasi-organisasi berbasis lingkungan yang tumbuh untuk menjaga bumi ini, salah satunya dilakukan oleh Role Foundation.

Berdiri pada tahun 2007, organisasi ini berfokus pada edukasi terkait ekologi dan lingkungan hidup. Nama Role Foundation itu sendiri mencerminkan empat elemen, antara lain River, Ocean, Land, dan Ecology. Keempatnya menjadi isu yang fokus dikawal oleh Role Foundation. Environmental Education Manager di Role Foundation, Oktaria Asmarani menyebut, isu lingkungan hidup adalah sesuatu yang penting untuk diedukasi kepada masyarakat. Sehingga, kehadiran organisasi ini bertujuan agar masyarakat sekitar bisa menerapkan hasil pembelajaran tata kelola lingkungan itu di rumahnya masing-masing.

"Di Role Foundation itu, kita berbagi apapun tentang isu lingkungan hidup. Visi kita adalah sharing ecological knowledge, berbagi pengetahuan ekologi dengan aplikasi sederhana dengan harapan biar orang-orang tuh bisa melakukan apa yang sudah kita edukasi di rumahnya masing-masing," terang Rani.

Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Lebih Peduli Lansia Bareng Komunitas Go-Elderly

Untuk mencapai visinya, organisasi lingkungan hidup yang berdomisili di Bali ini menjalankan banyak program yang mengerucut pada edukasi penataan lingkungan hidup berbasis komunitas. Akan tetapi, dampak dari pembatasan sosial akibat pandemi virus korona beberapa waktu lalu menyebabkan sebagian besar programnya tidak bisa berjalan.

Setelah memasuki adaptasi kebiasaan baru, sebagian program mereka kembali dilanjutkan, antara lain memberi pelatihan tentang lingkungan hidup kepada anak-anak di sekitar kantor mereka, di daerah Nusa Dua, Bali. Kegiatan itu sebelumnya sudah dilakukan dengan jangkauan jarak yang lebih luas lagi.

"Nah, kalau dulu (sebelum pandemi) itu kita tiap hari Selasa dan Kamis ngajar (tentang lingkungan) ke sekolah-sekolah. Biasanya, sekolah yang jadi tujuan kami tuh sekolah di sekitar Kuta Selatan," terangnya.

Enggak hanya berbagi ilmu dengan adik-adik pelajar, Role Foundation juga menjalankan pelatihan lingkungan kepada masyarakat di beberapa wilayah Bali seperti Buleleng, misalnya. Pelatihan tersebut disebut program zero waste training. Dalam program ini, masyarakat mendapat edukasi antara lain tentang cara pengolahan sampah, jenis-jenis sampah, dan masih banyak lagi. Di luar itu, mereka juga mendapat edukasi tentang perkebunan, permakultur, dan hal-hal berbau lingkungan, dengan harapan masyarakat di daerah tersebut dapat mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.

Baca Ini Juga Yuk: Jurnalisme Warga ala Balebengong

Role Foundation juga merangkul sejumlah perusahaan atau kantor-kantor, khususnya yang ada di Bali, yang mulai sadar akan isu lingkungan dan membutuhkan pelatihan bertema lingkungan hidup kepada karyawannya. Selain itu, kesadaran akan potensi dari sampah hospitality industry seperti hotel, misalnya, memacu mereka untuk menciptakan solusi menanganinya.

Ya, salah satu pengaplikasiannya adalah produk sabun mandi daur ulang buatan Role Foundation. Sejak tahun 2013, mereka menggandeng hotel-hotel bintang lima untuk menyetorkan sabun batang bekas pakainya, untuk kemudian didaur ulang menjadi sabun mandi baru. Hasil produk daur ulang tersebut kemudian disalurkan kepada pihak yang memang memerlukan sabun mandi, dan sebagian digunakan di kantor mereka sendiri.

"Hal itu berangkat dari kesadaran kita, karena kita nyadar kalau kantor kita tuh ada di kawasan wisata yang megah lah, katakanlah begitu. Jadi, sampah dari hospitality industry ini harus kita cari solusi penanganannya," ujar lulusan studi Filsafat Universitas Yogyakarta ini.

Program lingkungan nonsampah lainnya yang sedang berjalan selama pandemi ini antara lain program Kebun Kita. Rani menggambarkan suasana kantornya yang merupakan bangunan semi terbuka. Ia menceritakan, saat ini beberapa warga sekitar dipersilakan memasuki area kebun di kantornya.

Dari konsep permakultur dan tata kelola lingkungan yang diterapkannya ini, mereka berharap ada partisipasi masyarakat untuk bertanya. Keingintahuan masyarakat inilah yang kemudian bisa mengarahkan Role Foundation untuk sampai ke tujuannya; membuat masyarakat bisa mengaplikasikan pengetahuan ekologi dan tata kelola lingkungan hidup di rumahnya masing-masing.

Sebagai penutup, Rani menyebut siapapun bisa bergabung untuk saling berbagi edukasi tentang lingkungan hidup. Namun, ia juga berharap edukasi lingkungan hidup ini bisa berjalan secara masif di berbagai wilayah di Indonesia.

"Aku sebenernya bukan orang yang maksa, eh kita harus gini harus gitu, enggak. Tapi kalau emang kita ada waktu dan energi untuk menjaga lingkungan dan berbagi tentang hal itu, ya ayo kita lakukan," pungkas wanita yang juga aktif menulis di Balebengong ini.

TemanBaik, menjaga lingkungan bukan hanya pekerjaan pemerintah, pihak swasta, atau organisasi lingkungan hidup saja. Itu merupakan pekerjaan rumah tiap orang, termasuk kita. Yuk, jaga dan sayangi bumi kita agar kita juga disayang oleh bumi.

Foto: Dok. Role Foundation/www.rolefoundation.org

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler