Komunitas Gemar Rapi, Jadikan Berbenah Menjadi Kebiasaan

Jakarta - TemanBaik tentu tidak nyaman jika rumah dalam kondisi berantakan, bukan? Tapi berbeda halnya jika rumah kita dalam keadaan rapi dan bersih, tentu membuat semakin betah dan nyaman tinggal di dalamnya. 

Agar tercipta kondisi rumah yang rapi dan nyaman, ternyata kita perlu membiasakan diri dengan kegiatan berbenah. Seperti kebiasaan yang selalu dikampanyekan oleh komunitas 'Gemar Rapi'. 

Gemar Rapi merupakan sebuah komunitas yang hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah clutter atau berantakan yang seringkali menjadi budaya. Komunitas yang berdiri sejak September 2018 ini memiliki cita-cita untuk 'Menata Diri, Menata Negeri' yang diawali dari berbenah rumah.

"Gemar Rapi menitikberatkan kepada pembentukan pola pikir dan perubahan kebiasaan. Menjadikan aktivitas berbenah menjadi sesuatu yang dibutuhkan dan digemari. Sehingga sikap rapi yaitu tertata, apik, tidak asal, hingga siaga mudah diciptakan. Semoga 'gemar rapi' menjadi budaya baru di Indonesia," ujar Aang salah satu pendiri Komunitas Gemas Rapi.

Hampir tiga tahun berjalan, sudah cukup banyak program yang dijalankan Gemar Rapi. Mulai aktivitas daring seperti kelas Gemar Rapi, webinar, hingga workshop. Bahkan sebelum pandemi, Gemar Rapi juga rutin melakukan kegiatan berkunjung ke rumah untuk membantu proses berbenah. 



Baca Ini Juga Yuk: Semangat KAMUN Arunika Dampingi Anak Belajar Calistung

Selain itu Gemar Rapi membuat kelas intensif yang terbagi menjadi tiga jenjang, yaitu 'Gemari Pratama' yang fokus pada berbenah rumah, 'Gemari Madya' yang fokus pada berbenah diri, dan 'Gemari Utama' yang fokus pada menata negeri. 

"Kami juga berkarya lewat buku. Buku yang sudah terbit ada 'Gemar Rapi Metode Berbenahnya Indonesia' tahun 2019, dan 'Membangun Budaya Gemar Rapi' dari gabungan karya alumni batch satu tahun 2020. Buku selanjutnya masih kami proses," terang Aang. 

Diakui Aang, kebiasaan berbenah tidak muncul begitu saja namun ada prosesnya. Gemar Rapi pun membagi proses berbenah menjadi beberapa tahap yang dimulai dari pembentukan pola pikir. 

Proses pertama adalah menuliskan motivasi, impian, aktivitas, hingga harapan sebelum berbenah. Lalu dilanjutkan menetapkan urutan berbenah dan membuat jadwal. Barulah setelah itu melakukan decluttering atau pengurangan barang. 

"Setelah pengurangan barang atau decluttering, dilakukan organizing yaitu proses penataan kembali. Lalu terakhir proses membangun kebiasaan dengan menuliskan kebiasaan yang akan dilakukan, misal berbenah harian, minggun, atau bulanan," tambah Aang. 

Menurut Aang berbenah adalah perjalanan sepanjang hidup yang tidak bisa asal atau dilakukan setengah hati. Karena jika begitu justru akan menjadi beban untuk diri dan menimbulkan efek jangka panjang. 

Ternyata manfaat dari kebiasaan berbenah banyak sekali loh, TemanBaik. Bagi diri sendiri manfaat berbenah bisa mengurai dan mengurangi kekacauan dari dalam maupun luar. Namun kemampuan ini tidak bisa dirasakan tanpa cara yang tepat.

"Gemar Rapi memberikan jawaban bagaimana hidup yang selaras dengan alam, rapi, ramah anak, sehat jiwa raga, dan aman," ujar Aang. 

Selain itu, kebiasaan berbenah juga bermanfaat untuk lingkungan. Untuk itu, Gemar Rapi mengajak agar aktivitas berbenah bukan menjadi aktivitas nyampah, tetapi aktivitas yang dilakukan untuk bersahabat dengan bumi, memperbaiki alam, hingga hidup regeneratif. 

Bicara soal berbenah, tentu setelahnya akan ada yang kita tinggalkan seperti barang yang sudah tidak terpakai. Nah, karena itu saat berbenah jangan hanya fokus membereskan barang, tapi juga pikirkan akan kemana barang akan disalurkan. 

"Minimal siapkan tempat untuk barang yang akan didonasikan, dijual atau preloved, didaur ulang, ditanam kembali, atau diberi pada bank sampah atau pengepul yang mau menerima rongsokan barang," ujar Aang. 

Bagi Aang dan Komunitas Gemar Rapi dengan mengimplementasikan  hidup rapi akan memudahkan kita sebagai individu ataupun generasi. Jika aktivitas yang dilakukan setiap hari bertujuan untuk menata diri dan negeri, maka kehidupan gemilang akan terwujud.

"Ayo gerak bersama, menggemari rapi, dan buktikan bahwa Indonesia bisa dan mampu menjadi negeri yang rapi dan berbudi," tutup Aang. 

Wah ternyata banyak sekali ya keuntungan jika kita membiasakan diri untuk berbenah, TemanBaik. Jadi, yuk biasakan diri untuk selalu rapi. Seperti yang selalu aktif dikampanyekan oleh Gemar Rapi, berbenah yang dimulai dari diri sendiri dan dari dalam rumah!

Foto: dok. Komunitas Gemar Rapi

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler