Sarapan Bergizi untuk Semua bersama Komunitas 'Berbagi Sarapan'

Jakarta - TemanBaik tentu sudah tahu jika sarapan sangat penting untuk tubuh. Sarapan yang bergizi bisa memberikan energi baik agar kita kuat dan semangat untuk beraktivitas loh. 

Pentingnya sarapan bergizi tentu berlaku untuk setiap orang tanpa terkecuali. Namun sayangnya masih ada mereka yang kesulitan untuk memperoleh makanan. Hal ini lah yang menjadi dasar terbentuknya komunitas Berbagi Sarapan.

Berbagi Sarapan merupakan komunitas yang terbentuk di tengah kondisi pandemi, tepatnya pada Mei 2020 dan memulai aktivitas pertamanya pada Oktober 2020. Seperti namanya, kegiatan utama komunitas ini adalah membagikan sarapan untuk mereka yang membutuhkan. 

"Sarapan kami pilih karena sarapan adalah pondasi yang penting untuk tubuh. Saat bangun tidur perut kita kosong, padahal tubuh butuh energi untuk beraktivitas. Selain mengenyangkan, sarapan juga berguna untuk memberi nutrisi dan energi," ujar Rifki, koordinator Berbagi Sarapan.

Tak asal membagikan sarapan, menu makanan yang hendak dibagikan pun benar-benar diperhatikan. Rifki mengakui bahwa Berbagi Sarapan memiliki standarnya sendiri. Satu boks makanan harus terdiri dari empat komponen, yaitu karbohidrat berupa nasi, sayuran, protein nabati, dan protein hewani, juga tak ketinggalan air mineral. 

Saat awal berdirinya menu makanan tersebut dimasak sendiri oleh tim Berbagi Sarapan. Mereka bersama-sama menyiapkan makanan sejak pukul tiga dini hari untuk 100 porsi karena makanan harus sudah siap dibagikan pukul 6 pagi. 

"Seiring berjalannya waktu, ketika Berbagi Sarapan sudah lebih dikenal oleh masyarakat kami mulai mengajak UKM yang terdampak pandemi untuk bekerja sama menyiapkan makanan," jelas Rifki. 

Saat ini Berbagi Sarapan baru menjalani programnya di kota Jakarta dan Yogyakarta. Hal ini semata-mata hanya karena masalah kesiapan dan keterbatasan SDM yang menjalankannya. Namun Rifki berharap kedepannya Berbagi Sarapan dapat berkembang dan ada di kota lainnya. 



Baca Ini Juga Yuk: MyFundAction, Jalankan #AksiBaik dengan Nilai Islami

Setiap harinya 100 porsi sarapan disiapkan secara bergantian di kedua kota tersebut untuk dibagikan pada mereka yang membutuhkan. Tentu saja saat membagikan sarapan tim Berbagi Sarapan pun tak melakukannya dengan asal, melainkan melakukan survei wilayah terlebih dahulu. 

"Penyebarannya sarapannya kita survei dulu, karena takut gak sesuai sasaran. Komitmen kami sasarannya kalangan menengah ke bawah dan mereka yang terdampak pandemi Covid-19. Kami punya data baik untuk yang dijalanan maupun ke panti asuhan, masjid, atau yayasan," ujar Rifki.

Berbagi Sarapan Saat Ramadan
Ada yang berbeda dari program Berbagi Sarapan selama bulan suci Ramadan. Bukan sarapan yang diberikan karena sedang berpuasa, melainkan makanan untuk berbuka lengkap dengan takjilnya. 

Menurut Rifki, untuk menu makanan berbuka ini tak jauh dari menu sarapan di hari biasanya. Makanan sehat dengan gizi yang seimbang tentu tetap menjadi keharusan. Namun saat Ramadan, ditambahkan takjil berupa kurma, buah, hingga makanan ringan. 

"Jadi per orang dapat dua boks, satu makanan berat dan satu takjilnya. Saat bulan Ramadan ini kami menyiapkan masing-masing 100 porsi di Jakarta dan Yogyakarta setiap harinya. Jadi sehari langsung 200 boks," jelas Rifki.

Tidak hanya itu, Berbagi Sarapan juga bersedia untuk membantu menyalurkan fidyah bagi mereka yang tidak dapat menjalankan ibadah puasa saat bulan Ramadan. 

"Hubungi saja admin kami di Instagram dan bilang kalau donasi ini diniatkan untuk bayar fidyah. Tinggal sebutkan saja niatnya nanti akan disalurkan sesuai niat dari donatur," tambah Rifki. 

Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan
Tentu saat membagikan sarapan, seluruh tim Berbagi Sarapan yang bertugas untuk turun ke lapangan akan berinteraksi secara langsung baik dengan sesama relawan maupun masyarakat sekitar. Tapi dalam kondisi pandemi tentu mereka harus tetap berhati-hati. 

Sebagai langkah untuk mencegah penularan Covid-19, setiap relawan Berbagi Sarapan yang hendak turun ke lapangan akan dicek terlebih dahulu kesehatan dan kelengkapan protokol kesehatannya. 

"Relawan datang pukul 6 pagi atau setengah 4 sore saat Ramadan. Saat datang ada aturan yang dijalankan, seperti  cek subuh tubuh, pakai masker, dan sedia hand sanitizer. Kalau lengkap dan sehat baru boleh turun ke lapangan," tegas Rifki. 

Melalui Berbagi Sarapan, Rifki ingin mengajak masyarakat untuk terus berbagi sebagai bentuk syukur atas rezeki yang didapatkan. Hal ini pula yang membuat Rifki berharap banyak masyarakat dari berbagai kota yang mau bergabung untuk menjalankan program Berbagi Sarapan di tempatnya masing-masing. 

Tapi tenang saja, walau Berbagi Sarapan baru ada di Jakarta dan Yogyakarta, TemanBaik bisa tetap ikut serta dimanapun berada loh. Rifki menjelaskan jika menjadi relawan Berbagi Sarapan tidak hanya untuk turun ke lapangan melainkan juga dapat berkontribusi sebagai donatur.

"Tidak harus berupa tenaga, bisa melalui dana yang nantinya akan kami belanjakan untuk bahan baku menu makanan Berbagi Sarapan. Mungkin menurut kita hanya sarapan, tapi bagi orang lain ini hal besar," ujar Rifki. 

Nah untuk TemanBaik yang mau ikut bergabung dengan komunitas Berbagi Sarapan baik sebagai donatur atau pun relawan lapangan, langsung cek saja instagram mereka di @berbagisarapanofficial untuk informasi lebih lanjut ya!

Foto: dok. Berbagi Sarapan

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler