Jelajah Tempat "Angker" ala Sahabat Heritage Indonesia

Bandung - Bagi sebagian orang, berkunjung ke bangunan tua dan dikesankan angker biasanya lebih banyak dihindari. Namun, hal berbeda dilakukan anggota Sahabat Heritage Indonesia (SHI). Simak perjalanan mereka, yuk!

Ketua SHI Herry Mathias Rehuel berbagi cerita soal perjalanan komunitasnya. Ia mengatakan SHI terbentuk pada 16 Desember 2019. Saat itu, sekitar 10 orang dengan kegemaran yang sama pada bangunan bersejarah, melakukan 'kopi darat' di Bandung.

Seiring perjalanan, semakin banyak anggota yang tergabung. Bahkan, anggotanya tak hanya berasal dari kawasan Bandung Raya, tapi juga dari luar Bandung. Misalnya Jakarta, Tasikmalaya, Bekasi, hingga Medan.

"Tadinya kita namanya Sahabat Heritage Bandung, terus berganti nama jadi Sahabat Heritage Indonesia (karena banyak anggota dari luar Bandung)," kata Herry.



Di komunitas ini, mereka seolah dipertemukan oleh kegemaran yang sama, yaitu jalan-jalan. Selain itu, mereka sama-sama menyukai bangunan tua dan bersejarah. Bahkan, bangunan angker yang oleh sebagian orang dijauhi, justru didatangi oleh mereka.

"Kita explore tempat-tempat seperti makam, bangunan-bangunan kuno, jalan-jalannya ke tempat gitu," ungkapnya.

Seperti pada Minggu (6/6/2021) misalnya, anggota SHI bertualang ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pandu. Selain meresmikan renovasi Mausoleum Ursone Fam di lokasi, mereka juga menyempatkan diri melakukan 'tur' makam.

Baca Ini Juga Yuk: Sarapan Bergizi untuk Semua bersama Komunitas 'Berbagi Sarapan'

Beberapa makam tokoh penting mereka kunjungi, salah satunya makam C.P. Wolf Schoemaker. Sosok ini adalah arsitek beken di zaman Hindia-Belanda, pernah jadi dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), hingga jadi dosen sekaligus sahabat Ir. Sukarno.

Namun, tak sekadar jalan-jalan. Di setiap lokasi yang menarik dan punya nilai sejarah, mereka biasanya akan berkumpul. Mereka yang tahu soal sejarah atau cerita dari tempat dan tokohnya biasanya akan memberi penjelasan pada anggota lainnya.

Sehingga, kegiatan jalan-jalan ini jadi sarana edukasi dan berbagi pengetahuan. Harapan besarnya, setiap anggota bisa tahu cerita dan nilai sejarah dari tempat yang didatangi. Yang tak kalah penting, dengan kegiatan seperti itu, satu sama lain bisa semakin mendekatkan diri. Sehingga, tercipta rasa kekeluargaan yang kuat di antara anggota.



Lalu, pernah merasa seram enggak sih mendatangi tempat-tempat seperti itu? Secara alamiah, ada yang takut, ada juga yang merasa biasa saja. Namun, bagi mereka yang takut, tak sekalipun membuat surut untuk menjelajahinya.

"Mungkin karena kita satu visi ya (menyukai bangunan tua dan tempat bersejarah). Iya (kadang ada perasaan ngeri datang ke tempat seperti itu), tapi orang lain enggak datang, kita malah datang," ucap Herry.

SHI sendiri tak hanya berjalan-jalan di bangunan tua dan bersejarah di Bandung. Mereka juga kerap jalan-jalan ke daerah lain di luar Bandung. Kegiatan ini pun jadi semacam sarana bagi anggotanya untuk refreshing dari penat pekerjaan dan kesibukan masing-masing.

Menurut Herry, anggota SHI terdiri dari berbagai macam latar belakang. Ada yang berprofesi sebagai dosen, arsitek, pengusaha, pemandu wisata, hingga pegawai bank."Tapi kita jadi satu dalam komunitas ini," ujarnya.

SHI pun membuka diri bagi siapapun yang ingin bergabung menjadi anggota. Sehingga, siapapun punya kesempatan menjelajahi berbagai tempat yang menarik untuk dikunjungi. Yang tak kalah penting, tempat ini jadi wadah untuk menambah pertemanan dan persaudaraan.

Nah, jika kamu tertarik, bisa cek berbagai kegiatan SHI di akun Instagram @sahabatheritage.id dan Facebook Sahabat Heritage Indonesia. Jika ingin bergabung dengan komunitas ini, langsung berkomunikasi saja dengan adminnya, ya!

Sebab, ada banyak trip menarik untuk dijelajahi. Jika sendirian malas atau takut mengunjungi tempat-tempat yang selama ini bikin kamu penasaran, jadi bagian SHI ini cukup menyenangkan karena kegiatan perjalanannya ramai-ramai.

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler