Komunitas Urang Sunda Asli dan #AksiBaik saat Pandemi

Bandung - TemanBaik, kita bahas soal #AksiBaik lagi, yuk! Kali ini, yang akan diulas adalah #AksiBaik ala komunitas Urang Sunda Asli (USA).

Komunitas ini awalnya terbentuk melalui room aplikasi Clubhouse dengan nama Urang Sunda Asli, beberapa bulan lalu. Singkat cerita, dari room ini mereka berlanjut membentuk komunitas di 'darat' dengan nama serupa, USA, Urang Sunda Asli.

Sesuai namanya, komunitas ini beranggotakan orang Sunda dari berbagai daerah. Tak hanya tinggal di Bandung, ada yang tinggal di daerah lain, termasuk di luar negeri.

Makin lama, anggota di room USA sendiri bertambah banyak. Mereka seolah dipersatukan aplikasi dan latar belakang suku. Bahkan, room di aplikasi Clubhouse ini seolah jadi pelepas kangen para perantau untuk ngobrol bahasa Sunda, termasuk mereka yang tinggal di luar negeri.

Namun, ada juga loh bukan orang Sunda yang gabung di room atau komunitas USA ini. Meski namanya Urang Sunda Asli, enggak mutlak hanya orang Sunda yang bisa jadi anggotanya.

"Yang aktif sekarang di USA itu ada sekitar 100 orang. Tapi, di Clubhouse yang follow ada 700-an orang. Selain orang Sunda, ada juga yang bukan orang Sunda," kata Public Relation USA Dolly 'Dodoy' Taufik.

Baca Ini Juga Yuk: Aksi Baik Ajarkan 'Pejuang Negatif' Bermain Roundnet

#AksiBaik Berbagi Nasi Gratis
Setelah lebih banyak beraktivitas dan berinteraksi di Clubhouse, anggota USA akhirnya bersua di 'darat' dalam kegiatan buka bersama. Saat itu, mereka mengumpulkan donasi untuk memperbaiki salah satu musala di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Alhamdulillah saat itu kita dapat dana lumayan untuk memperbaiki musala," ungkap Dodoy.

Setelah kegiatan selesai, ide lain muncul dari anggota. Ada yang mengusulkan agar USA melakukan kegiatan bermanfaat lainnya. Sehingga, mereka tak hanya kumpul-kumpul semata, tapi berusaha memberi manfaat bagi sesama.

"Akhirnya tercetus kegiatan berbagi nasi di Bandung. Tagline kita 'siapapun boleh isi, siapapun boleh ambil'," jelas pria yang pernah bekerja di televisi swasta nasional itu.

Penggalangan dana pun dilakukan di internal USA. Bahkan, masing-masing anggota juga turut mencari donasi dari jejaring pertemanannya, termasuk di media sosial.

Sejak Juli 2021, #AksiBaik berbagi nasi kotak berjalan konsisten sampai sekarang. Ada dua titik yang dijadikan lokasi pembagian makanan, yakni di Jalan Diponegoro dan Jalan Lodaya.

Waktu pembagian makanan adalah sepekan sekali. Awalnya, kegiatan dilakukan setiap jumat. Di setiap titik menyediakan 100-150 nasi kotak yang bisa diambil siapapun.

Saat pembagian, biasanya ada anggota USA yang hadir di lokasi. Mereka akan memanggil pejalan kaki hingga pengendara yang melintas, kemudian memberikan nasi kotak gratis. Biasanya, paling lama 30 menit, makanan bakal ludes dibagikan

Setelah berjalan beberapa pekan, USA mengubah waktu pembagian. Meski tetap sepekan sekali, hari yang dipilih untuk membagikan makanan menjadi random alias acak. Ada berbagai hal yang jadi pertimbangan. Salah satunya agar makanan bisa dibagikan tepat sasaran dan enggak itu-itu saja yang menerima.

"Akhirnya kita putuskan bagiinnya enggak hanya jumat aja, tapi bisa di hari lain," jelas Dodoy.

Baca Ini Juga Yuk: Rasa Cinta Mitra Sunda dari Barat Australia untuk Indonesia

Makanan 'Serius' hingga Bantu UMKM
Setiap pekannya, makanan yang dibagikan selalu beragam. Pastinya, makanannya lezat dan dibuat 'serius'. Meski gratis, USA beranggapan makanan yang diberikan harus enak di lidah dan kenyang di perut.

Makanan yang diberikan biasanya memesan dari pihak lain, khususnya pelaku UMKM di bidang kuliner. Harapannya, membeli makanan dari mereka juga turut jadi jalan menghidupkan usaha UMKM di tengah himpitan pandemi.

"Berbagi nasi ini kita tidak hanya menerima dari para donatur yang berdonasi, tapi kita juga membantu para UMKM. Kalau ada teman-teman kita, tetangga kita yang mempunyai UMKM katering, bisa diinfoin aja, kita beli," tutur Dodoy.

Donasi yang disampaikan melalui USA pun beragam. Ada donasi berupa uang, makanan, hingga tempat makan. Bahkan, pelaku UMKM ada yang tak mengambil untung dari makanan pesanan USA.

"Kayak ini nih, orangnya bilang enggak ngambil untung dari makanan yang kita pesan," ucap Dodoy sambil memperlihatkan nasi kotak yang dibagikan.

Saat kami melihat isinya, di dalamnya ada nasi, chicken katsu, salad, serta makanan ringan. Jika makanan ini dijual di kafe atau restoran di Bandung, harganya berkisar Rp25 ribu, bahkan bisa lebih mahal loh kalau dijualnya di tempat yang 'wah'.

Namun, USA bisa mendapatkan harga lebih terjangkau karena yang membuat makanan tak tak mengambil untung. Itu jadi cara pembuat makanan berdonasi lewat kemampuannya memasak. Ya, setiap orang bisa berbuat baik lewat caranya sendiri, begitu prinsipnya!

USA sendiri terbuka banget jika ada di antara kamu yang ingin berdonasi. Tak hanya uang, kamu juga bisa berdonasi makanan siap santap. Mau nyumbang dalam bentuk lain juga boleh. Bahkan, USA terbuka banget bagi kamu yang ingin terlibat dalam aksi baiknya.

"Buat teman-teman yang ingin berdonasi, DM aja ke kita. Kalau teman-teman di Bandung tidak bisa berdonasi tapi ingin terlibat dalam aksi kami, kalau pengin gabung, silakan," tutur Dodoy.

TemanBaik, tertarik berdonasi atau ikut beraksi bareng komunitas USA? Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa ngobrol sama komunitas USA lewat akun Instagram @usa_famillych. Di sini kamu juga bisa melihat kegiatan dan keseruan mereka.

Yuk, tetap lestarikan berbuat baik!


Foto: Oris Riswan/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler