Awug, Camilan Khas Bandung yang Legit dan Lezat

Bandung - Meski lahir di zaman modern, TemanBaik wajib melestarikan jajanan tradisional asli Bandung loh. Salah satunya Awug, camilan olahan beras yang cita rasanya paling juara.

Jawara kudapan legit ini, racikannya terbilang sederhana. Terbuat dari beras tepung, gula merah serta parutan kelapa. Namun dari bahan yang bersahaja ini, justru bikin kelezatan Awug sulit tertandingi.

Di Bandung, kita dapat menyantap Awug ciamik di kawasan Cicadas, alias Jalan Ahmad Yani. Tajuknya Awug Beras Cibeunying, milik Ajang Muhidin. Kelebihan dari Awug ini, terdapat pada teksturnya yang kenyal, empuk dan manisnya pas di lidah. Selain itu, semua bahan awug mulai dari beras, gula aren serta kelapa, kondisinya segar dan berkualitas terbaik.

"Seperti yang diceritakan pembeli, Awug buatan kami memang cita rasanya lebih asli dan tak gampang basi. Karena semua bahan dipilih yang terbaik. Misalnya untuk beras harus pandanwangi, gula aren asal Banjar dan kelapa pun harus dalam kondisi segar," ujar Asep, anak pemilik Awug Cibeunying ini menjelaskan.

Setiap harinya, Asep mempersiapkan dua kuintal beras pandanwangi sebagai bahan dasar. Sementara gula merah atau gula aren, sekitar 100 kilogram serta puluhan butir kelapa. Untuk mendapatkan tekstur yang empuk dan lembut, beras terlebih dulu harus direndam selama 12 jam. Selanjutnya, beras dihaluskan.

Demikian pula dengan gula aren, potongan gula tradisional ini ditumbuk sementara kelapa diparut. Tak ada komposisi atau bahan tambahan lain, Asep hanya menambahkan sedikit garam pada adonan awug tersebut. Saat sore tiba, kukusan demi kukusan Awug itu pun mengalir ke tangan pembeli. Bentuk kukusan khas seperti nasi tumpeng juga menjadi ciri khas awug. Setiap harinya, Awug beras Cibeunying bisa terjual hingga 200 kukusan.

"Untuk mendapatkan beras terbaik, kami menggunakan beras hasil dari sawah sendiri. Jadi kualitas dan standarnya terjaga. Gula merah juga dipastikan yang asli dari nila atau kelapa agar manisnya alami," papar Asep.

Usaha yang dirintis sejak tahun 1980 ini, awalnya bisa dijumpai di Pasar Cicadas. Karena permintaan semakin meningkat, akhirnya Awug Cibeunying menempati gerobak di pinggir jalan, seberang STT Tekstil. Di usianya yang menginjak 38 tahun, Awug ini semakin termashur hingga ke luar kota Bandung. Bahkan wisatawan Malaysia pun kerap memburu jajanan tradisional ini.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler