Mengenal Gulo Puan, Kudapan Bangsawan Palembang

Palembang - Apa yang terlintas jika TemanBaik mendengar nama Palembang? Pasti mayoritas akan teringat dengan pempek yang merupakan makanan khasnya. Tapi, sebenarnya ada banyak loh makanan khas Palembang. Salah satunya adalah gulo puan.

Dilansir di laman Indonesia.go.id, konon gulo puan ini dulunya adalaah makanan para bangsawan di Kesultanan Palembang Darrussalam. Dulunya, makanan ini adalah upeti dari masyarakat Pampangan, Ogan Komering Ilir (OKI) kepada Sultan Palembang. Tapi, seiring berjalannya waktu, makanan ini berkembang dan menjadi makanan khas masyarakat Palembang.

Makanan ini sebenarnya adalah kue berwarna coklat. Biasanya, gulo puan ini disantap untuk menemani minum kopi atau teh. Tapi, gulo puan jika nikmat disantap bersama roti tawar.

Baca Ini Juga Yuk: Nikmatnya Wedang Tahu Bu Kardi yang Sehat dan Penuh Khasiat

Saat ini, tak mudah mendapatkan kudapan khas Palembang tersebut. Hanya di waktu dan tempat tertentu kamu dapat menjumpainya, misalnya saat hari jumat di Masjid Agung Palembang. Biasanya gulo puan dijual oleh pedagang kaki lima (PKL).

Soal harganya memang cukup lumayan sih, yaitu rata-rata Rp100 ribu per kilogram. Tapi, jika menilik rasa dan proses pembuatannya yang sulit, harga segitu tergolong wajar.

Gulo puan sendiri memiliki rasa yang manis dan gurih seperti khasnya perpaduan karamel dan keju. Makanan ini berbahan dasar susu kerbau rawa Pampangan. Ini adalah kerbau khas Indonesia. Kerbau ini memiliki cara makan yang khas, yaitu makan sambil menyelam.

Cara membuatnya adalah dengan mencampurkan susu kerbau rawa dengan gula merah. Setelah itu, campuran susu dan gula merah dimasak dengan api kecil serta diaduk-aduk selama 5 jam.

Proses akhirnya, campuran ini akan menjadi gumpalan berwarna kecoklatan. Jika sudah seperti ini, gulo puan sudah siap dicetak sesuai bentuk yang diinginkan. Setelah terbentuk, gulo puan siap disantap.

Untuk membuat gulo puan ini sebenarnya hanya butuh 5 kilogram susu dan 1 kilogram gula merah. Nah, yang bikin sulit adalah menemukan susu kerbau rawa. Sebab, kerbau rawa saat ini sulit ditemukan. Hal ini yang membuat gulo puan tidak bisa diproduksi banyak dan dibuat setiap hari.

Susu kerbau rawa pun sebenarnya bisa diganti dengan susu lain, misalnya dengan susu kerbau biasa, susu kambing, atau susu sapi. Tapi, hal ini akan membuat tekstur dan rasanya berbeda. Kelegitan dan gurihnya pun akan sangat jauh jika dibandingkan menggunakan susu kerbau rawa Pampangan.

Salah satu desa yang masih memproduksi gulo puan adalah Desa Bangsal. Untuk menuju ke tempat ini butuh perjuangan ekstra loh TemanBaik. Dari pusat kota harus menempuh perjalanan 3-4 jam dengan kendaraan bermotor. Jalan yang dilalui pun enggak mulus, berliku, berbatu, licin, dan ada yang masih tanah merah.

Tapi, karena ke desa ini cukup sulit, datang ke Masjid Agung Palembang saat hari jumat jadi solusi mudah. Dengan merogok kocek Rp100 ribu, kamu bisa menikmati makana khas yang dulunya hanya disajikan bagi para bangsawan Palembang ini.

Foto: dok. Indonesia.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler