Ronde Titoni, Teman di Kala Hujan yang Legendaris

Malang - Di musim hujan seperti saat ini paling nikmat menyantap makanan yang menghangatkan tubuh. Salah satu kuliner yang direkomendasikan oleh tim Beritabaik adalah ronde.

Ronde sendiri merupakan kudapan berkuah yang didalamnya berisi bola-bola dari bahan tepung ketan putih yang telah direbus.

Kuah ronde memiliki rasa khas. Didalamnya ada rasa manis dari gula, rasa jahe, sereh, daun pandan, daun jeruk, cengkeh hingga kayu manis. Sementara butiran ronde lazimnya berisi kacang tanah kupas dengan kombinasi gula merah.

Menurut informasi dari pria yang menyebut dirinya dengan nama Abi Titoni, ronde merupakan makanan tradisional China.

Nah, di Malang, kudapan ronde yang paling terkenal adalah Ronde Titoni. Tempat makan satu ini tak pernah sepi pengunjung. Apalagi saat musim hujan dengan hawa dingin seperti saat ini.

"Banyak pengunjung dari Jakarta, Bandung, Bali kesini semua. Bahkan ada yang dari Hongkong yang sudah tua-tua juga sering mampir kesini. Ronde punya kita memang spesial dari rasanya," tutur Abi Titoni yang juga merupakan pemilik Ronde Titoni.

Baca Ini Juga Yuk: Soto Pites Mbah Galak, Kuliner Legendaris di Pasar Beringharjo

Menurut informasi, Ronde Titoni ini sudah berdiri sejak tahun 1948 atau sudah berusia sekitar 72 tahun. Pria yang berusia 55 tahun ini mengatakan bahwa dirinya merupakan generasi kedua.

Kabarnya sih, nama Titoni ini diambil dari nama wilayah tempat ronde ini dijual. Dulunya, saat masih dikelola oleh sang ayah, warung ronde titoni ini berada di depan toko jam Titoni di area Pasar Besar Malang.


Ronde Titoni lebih dulu dibesarkan oleh almarhum ayahnya yang dulu berjualan dengan cara memikul dagangan dengan berkeliling. Resep ronde ini didapatkan oleh ayahnya langsung dari China.

"(Resepnya) dari China, dulu orang tua pernah kesana," tutur Abi Titoni.

Nah, Ronde Titoni ini memang sangat cocok disantap sangat hujan-hujan, guys. Semangkuk wedang ronde ini bisa dinikmati dengan harga Rp12 ribu.

Warung ronde ini sebenarnya berada di 3 titik. Pertama di Jalan Zainul Arifin, Jalan Tidar dan Jalan Letjen Sutoyo.

Kebetulan tim Beritabaik mengunjungi cabang di Jalan Esberg, Tidar. Tak hanya ronde, warung yang digelar di depan ruko-ruko ini juga menjual angsle, minuman khas Jawa Timur yang menyerupai kolak yang menggunakan kuah santan ditambah daun pandan dan vanili. Selain ronde, makanan satu ini juga jadi primadona warga Malang untuk menghangatkan tubuh di musim hujan seperti saat ini.


Angsle ini biasanya berisi kacang hijau, potongan roti, mutiara, ketan putih, kacang tanah goreng, irisan buah kolang-kaling, emping belinjo dan petulo.

Petulo ini menyerupai kue putu mayang yang berbentuk seperti mie, terbuat dari bahan tepung beras, tapioka atau tepung sagu dengan tekstur yang lembut. Untuk harganya juga sama yakni dibanderol Rp12 ribu per mangkuk.

Selain itu, kalian juga bisa menikmatinya dengan tambahan cakwe dan roti goreng yang dibanderol dengan harga Rp5 ribu per bijinya.

Jika TemanBaik, berminat menikmati kudapan khas Malang satu ini, jangan lupa untuk datang agak sore yakni sekitar pukul 15.00. Warung ini akan terus dibuka hingga habis atau sekitar malam hari sekitar pukul 12 malam hingga pukul 01.00 dini hari.

Foto: Nunung Nasikhah/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler