Kreatif Berbisnis di Tengah Pembatasan Aktivitas

Bandung - TemanBaik, tahu kan jika sekarang orang-orang mulai membatasi aktivitasnya di luar rumah? Bahkan, banyak yang kini bekerja dari rumah, termasuk sekolah. Hal ini ternyata berdampak signifikan pada pengusaha kafe dan restoran. Kunjungan ke tempat mereka menurun drastis.

Pemilik Papatong Kafetaria Sany Suntara salah satu yang merasakannya sejak akhir pekan lalu. Jika biasanya saat akhir pekan pengunjung di kisaran 50-60 orang, akhir pekan kemarin hanya sekitar 30 orang.

Sebaliknya, di hari biasa yang biasanya lebih ramai karena adanya pengunjung yang datang berkelompok, juga terasa menurun drastis. Jika biasanya sehari antara 80-120, akhir pekan kemarin hampir setengahnya hilang.

Sany mengakui memang secara langsung pandemi virus corona berdampak pada usahanya. Tapi, ia tak lantas hilang semangat. Salah satunya memastikan kebersihan dan higienitas di kafenya. Misalnya dengan mengelap kursi dan meja dengan alkohol secara berkala, menyediakan hand sanitizer dan sabun cuci tangan, serta higienitas dalam penyajian.

"Bahkan gelas kemarin yang masih bersih dan kering pun kita sterilkan lagi, kita cuci lagi keesokan harinya," ujar Sany kepada BeritaBaik.id, Jumat (20/3/2020).

Langkah promosi pun terus digencarkan melalui media sosial. Berbagai promo menarik dibuat agar konsumen tetap tertarik untuk datang. Selain itu, ada layanan baru yang kini dilakukan, yaitu menyediakan layanan pesan antar melalui Whatsapp.

Dengan layanan ini, konsumen tinggal memesan makanan dan tinggal menunggu pesanan diantar. Jadi, konsumen bisa tetap memanjakan lidahnya tanpa perlu datang ke lokasi.

"Layanan antar ini gratis. Kita enggak kasih jarak, selama masih di Kota Bandung kita antar pesanannya," jelas Sany.

Ojek Online Terapkan Contactless Delivery
Cara kreatif menjalankan bisnis di tengah pembatasan aktivitas ini juga dilakukan perusahaan ojek online Gojek. Sejak Kamis (19/3/2020), perusahaan ini memiliki opsi pengantaran makanan tanpa kontak fisik alias contactless delivery.

Dengan cara ini, konsumen yang memesan makanan melalui aplikasi Gojek tak perlu bertemu dengan driver yang mengantar makanan. Cara ini untuk mendukung gerakan #DiRumahAja sebagai pencegahan penularan dan penyebaran virus corona.

"Opsi pengantaran makanan tanpa kontak fisik secara langsung ini menjadi salah satu solusi cepat yang kami kembangkan untuk meningkatkan pengalaman berkuliner di rumah yang aman, tenang, dan nyaman," kata Chief Food Officer Gojek Catherine Hindra Sutjahyo dalam rilis yang diterima BeritaBaik.id.

Untuk menggunakan menu ini, konsumen bisa memilihnya melalui opsi teks pesan cepat pada fitur chat. Konsumen tinggal menekan tombol pesan, pilih menu yang akan dibeli dari tempat penjual makanan atau minuman, dan bayar menggunakan non tunai.

Setelah pesanan dibuka driver, buka fitur chat dalam pesanan untuk berkomunikasi dengan driver. Lalu, pilih salah satu pesan cepat yang ada, yaitu 'tolong taruh di depan pagar/pintu, dan kabari ya kalo udah sampai' serta 'tolong titip di lobi, dan kabari ya kalo udah sampai'.

Jika pesanan sudah sampai dan disimpan sesuai permintaan, driver akan mengirimkan foto bukti bahwa pesanan kamu telah sampai. Dengan begitu, pesanan tinggal kamu ambil tanpa harus kontak fisik dengan driver.

TemanBaik, kurangi aktivitas di luar rumah ya sesuai imbauan dari pemerintah. Cara ini untuk melindungi diri kamu dan orang lain dari potensi penularan virus corona.

Apalagi, banyak kan tempat makan yang bisa melayani antar. Hal ini bisa kamu maksimalkan jika ingin memanjakan lidah tanpa harus keluar rumah. Atau maksimalkan aplikasi ojek online.

Foto: dok. Papatong Kafetaria

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler