Gang Banyu Urip, dari Sentra Tempe Jadi Kampung Lontong

Surabaya - TemanBaik, tahu enggak jika di Jawa Timur terdapat kampung lontong? Lokasinya ada di Gang Banyu Urip, Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Disebut Kampung Lontong tentu karena mayoritas warganya adalah pedagang lontong.

Dilansir laman resmi situs web Indonesia.go.id, di gang ini, aktivitasnya hampir sepanjang hari berlangsung ramai. Sejak dini hari hingga malam hari, keramaian selalu saja ada. Warga, baik laki-laki maupun perempuan, sibuk membuat lontong yang biasanya didjual di pasar dan berbagai tempat lain di Surabaya.

Di sini, pembuatan lontong tak kenal waktu atau momentum. Sebab, membuat lontong sudah jadi keseharian. Hal yang membedakan, ada momentum tertentu yang bikin pembuatan lontong meningkat pesat.

Saat hari biasa, pembuatan lontong di kawasan ini berkisar antara 700-1.000 kilogram. Saat Idulfitri atay Cap Go Meh, pesanan lontong akan membeludak. Total beras yang dipakai untuk membuat lontong bisa mencapai 2,5 ton atau 2.500 kilogram.

Menariknya, pembuatan lontong di kawasan ini selalu konsisten. Sebab, ketersediaan bahan baku berupa beras terjamin oleh Perum Bulog. Hal itu berkat andil Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang meminta kepada Bulog Jawa Timur secara langsung agar ada alokasi khusus bagi Kampung Lontong.

Hasilnya, 5 ton beras dialokasikan Bulog untuk Kampung Lontong setiap bulannya. Sehingga, produksi lontong bisa terus berjalan secara kontinyu.

Awalnya Sentra Perajin Tempe
Kampung Lontong sendiri bermula dari tahun 1980-an berkat seorang yang bernama Ramiah. Ia coba-coba membuat lontong dan memasarkannya di pasar. Lontong buatannya pun laris-manis.

Ramiah sendiri semula adalah perajin tempe. Sebab, Kampung Lontong dulunya adalah sentra perajin tempe. Namun, persaingan ketat membuat Ramiah berpikir out of the box membuat lontong.

Seiring berjalannya waktu, pesanan lontong datang semakin banyak pada Ramiah. Ia kemudian meminta bantuan para tetangga untuk membuat lontong. Ia pun mengajari mereka cara membuat lontong yang lezat.

Secara perlahan, usaha pembuatan lontong itu akhirnya semakin berkembang. Para pelaku usaha lontong semakin banyak. Saat ini, diperkirakan ada sekitar 50 kepala keluarga di Kampung Banyu Urip yang mendirikan usaha lontong.

"Karena banyak yang berdagang lontong, kampung ini dijuluki Kampung Lontong," ujar Ketua Paguyuban Kampung Lontong Ari Siswanto.

Keberadaan Kampung Lontong ini pun enggak hanya terkenal di Surabaya loh TemanBaik. Di Jawa Timur, nama Kampung Lontong sudah beken. Kampung ini bahkan sempat membuat Presiden Megawati Soekarnoputri mengunjunginya.

Foto: dok. wikipedia.org/Atribusi/Okkie Safire
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler