Kopi "Tulang" Khas Malang yang Tumbuh Subur di Areal Pemakaman

Malang - Kota Malang memiliki hasil produk pertanian kopi yang cukup unik. Kopi yang tumbuh subur di lahan tengah Kota ini diberi nama kopi "tulang".

Kopi tulang ini termasuk produk baru. Ia dihasilkan dari tanaman kopi yang telah ditanam sejak 3,5 tahun lalu di sebuah tempat pemakaman umum (TPU) khusus nasrani di Kecamatan Sukun, Kota Malang atau yang populer dengan nama 'Koeboeran Londo'.

TPU Nasrani Sukun sendiri merupakan sebuah situs bersejarah yang ada di Kota Malang. Pada masa awal pembangunannya, tempat pemakaman yang berada di Jalan S. Supriadi itu difungsikan sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi bangsa Eropa berstrata sosial tinggi yang berada di Kota Malang.

Pemakaman tersebut dibangun dengan arsitektur bergaya Eropa dan dirancang oleh seorang arsitek Belanda bertangan dingin, Thomas Herman Karsten.

Dulunya, tempat ini disebut dengan nama Europese Begraafplaats Soekoen te Malang atau kuburan orang Eropa di Malang. Pemakaman tersebut sudah berusia 1 abad dan mengalami tiga masa, yakni era kolonial Belanda, era pendudukan Jepang, dan era kemerdekaan.

Meski ditanam di atas areal pemakaman, namun kopi tulang ini bisa tumbuh dengan subur. Tahun ini saja, total kurang lebih 1,5 ton biji kopi telah dipanen.



Baca Ini Juga Yuk: Mengembalikan Kejayaan Rempah Indonesia Lewat 'Rempah Empire'

Pohon-pohon kopi jenis robusta tersebut tumbuh subur di antara nisan kuburan bersama juga dengan tanaman lainnya. Wakil Walikota Malang Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko belum lama ini juga ikut memanen hasil kopi tulang langsung dari pohonnya.

"Sudah kita cicipi, kopinya luar biasa, kopi robusta," ujar pria yang akrab disapa Edi tersebut.

Ia juga mengajak warga sekitar TPU Nasrani Sukun untuk terus mengembangkan pertanian kopi di atas lahan pemakaman tersebut sebagai potensi besar penambah penghasilan.

"Saya mengimbau dan mengajak, ayok di saat-saat sulit ada tantangan ada kesulitan, pasti ada peluang yang bisa kita raih dan kita capai," tandas Edi.

Pengembangan tanaman kopi robusta di atas areal pemakaman tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Koeboeran Londo dan Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pemakaman Umum (UPT PPU) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.

Kopi Tulang tersebut disebut mempunyai cita rasa khas yang berbeda dari kopi robusta di pasaran. Selain itu, jika dikelola dengan baik dan benar, kopi tulang ini disebut mempunyai peluang yang bagus di pasaran.

"Aromanya mantap, taste-nya juga nendang. Jadi kalo dilakukan dimalam hari sambil ada pisang goreng, pisang godog (rebus) dan pohong godog (singkong rebus), pohong goreng (singkong goreng), rasanya semakin mantap," kata Edi.

Selain menghasilkan produk unggulan, Edi juga meyakini jika kombinasi kopi dan situs bersejarah Koeboeran Londo tersebut bisa menjadi destinasi wisata baru di Kota Malang.

"Dari rangkaian kegiatan yang dilakukan selama 3,5 tahun ini bisa menjadi destinasi wisata," pungkasnya.

Foto: Dok Humas Pemkot Malang

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler