Bagaimana Cara Mengolah Daging yang Tepat? Ini Penjelasannya

Bandung - TemanBaik pasti setuju jika saat mengolah daging kambing atau sapi sangat riskan dengan bau amisnya. Jika salah cara mengolah, maka bau itu akan terus menempel bahkan hingga daging telah siap menjadi hidangan masakan. 

Apalagi, sekarang ini kita sedang dalam suasana hari raya Iduladha. Tentu menu olahan daging, baik kambing, sapi, ataupun kerbau tak luput dari pandangan mata. 

Mau masak daging pas Iduladha tapi bingung cara olahnya atau masih takut berbau? Tenang saja, TemanBaik. Beritabaik.id bersama Koki Ben Imantaka punya tips mengolah daging yang tepat buat kamu. Yuk simak!

Pertama, masukan daging ke lemari pendingin (freezer). Saat kamu menerima daging dari panitia kurban nanti, jangan cuci atau bilas daging jika kamu belum mau memasaknya ya. Tapi langsung masukan saja ke lemari es dan bekukan. 

"Konsepnya kalau daging terkena air dia akan berubah warna. Bakteri pada air juga akan diserap oleh daging, sehingga membuat bakteri pada daging cepat berkembang," ujar Ben. 

Kedua, jangan rendam daging saat beku. Ketika kamu mengeluarkan daging dari lemari es dan hendak memasaknya, jangan mencairkan daging beku dengan rendaman air ya, TemanBaik!

Koki Ben memberikan beberapa alternatif cara yang aman untuk mencairkan es pada daging beku, yaitu dengan menggunakan teknik thawing atau membiarkan es pada daging mencair sendiri di suhu ruang. Alternatif lainnya, gunakan alat pemanas makanan (microwave). Pastikan microwave yang kamu gunakan memiliki kemampuan untuk mencairkan bahan makanan beku ya. 

Kemudian, kamu juga dapat membungkus daging dengan plastik lalu rendam dengan air. Menurut Koki Ben, ini adalah cara paling tradisional. Namun ingat, kamu harus tetap memastikan jika plastik tidak bocor sehingga air rendaman tidak masuk ke daging.

 
                                                                               Foto: dok. Pribadi/Ben Imantaka

Baca Ini Juga Yuk:
 Jangan Lupakan Rempah Ini Saat Membuat Menu Olahan Daging

Lantas, mengapa ya daging tidak boleh direndam atau terkena air? Koki Ben menjelaskan, bahwa daging mengandung banyak nutrisi yang terletak pada darah. Ketika daging terendam air, maka posisi darah pada daging akan hilang dan tergantikan air. Itulah mengapa jika kita merendam daging, maka air akan berubah warna menjadi merah. 

"Jika direndam air, daging akan menjadi pucat, tidak manis, dan kehilangan nutrisinya," ujar Ben.

Selain itu, Ben menambahkan daging yang sudah direndam dengan air akan mudah menciut saat dimasak. Karena air dalam daging saat dipanaskan akan menguap dan membuat daging menyusut. 

Cara mengolah daging yang ketiga adalah merebus daging dengan bumbu rempah yang dapat menghilangkan bau amis. Seperti jahe, lengkuas, daun jeruk, dan daun salam. Selain menghilangkan bau amis, cara ini juga dapat mengempukkan daging. 

TemanBaik, tips dari Koki Ben di atas sangat bermanfaat untuk kamu mengolah daging agar enak, tidak berbau, dan tentu nutrisinya terjaga. 

"Terutama untuk daging yang banyak lemak dan uratnya ya, itu akan lebih bau. Karena sebetulnya bau pada daging berasal dari lemak dan urat yang dikandungnya," jelas Ben.

Jika TemanBaik menggunakan bagian daging dalam atau yang tidak banyak mengandung lemak, maka bau akan cenderung tidak menyengat. Menurut Ben, jika menggunakan daging yang sedikit lemak, maka langsung diolah pun tidak jadi masalah. 

"Tumis aja bumbu halusnya lalu langsung masukkan daging dan sedikit air. Jadi kayak diungkep, mau digoreng atau dibakar juga gak ada masalah," tutup Ben.

Nah, sekarang kamu bisa mengikuti berbagai tips mengolah daging yang tepat dari Koki Ben ya, TemanBaik. Selamat memperingati hari raya Iduladha untuk TemanBaik yang merayakan, dan selamat mengolah daging menjadi menu masakan yang enak dan bernutrisi!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Jez Timss

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler