'Fruit Stripe', Olahan Buah Praktis yang Tetap Sehat

Jatinangor - TemanBaik pernah dengar soal buah yang berbentuk tipis seperti lembaran kertas, garing, dan bisa masuk kantong? Jika kamu berpikir itu keripik buah, kurang tepat!

Olahan buah yang dipotong tipis lalu dikeringkan dan menghasilkan tekstur garing ini dikenal dengan nama fruit strip yang diperkenalkan oleh merek lokal bernama Frutivez yang pusat produksinya ada di Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Inovasi dan ide awal fruit strip ini berasal dari tugas akhir mahasiswa di jenjang  sarjana yang biasa kita kenal dengan istilah skripsi. Ialah Muhammad Nur Rijaldi, salah satu lulusan Universitas Padjadjaran yang sekaligus merupakan pendiri dari Frutivez. Rupanya seiring berjalannya waktu, penelitian tugas akhir ini memiliki peluang yang baik untuk dijadikan bisnis. 

Untuk membahas lebih jauh soal fruit strip dari brand Frutivez, Beritabaik.id berkesempatan untuk mewawancarai salah satu pendirinya yang bernama Hibban Farhan. 

Hibban menjelaskan bahwa sebenarnya bahan yang dibutuhkan untuk membuat fruit strip hanyalah buah-buahan asli. Karena olahan buah yang mereka produksi tidak memakai tambahan gula, bahan pengawet, ataupun pewarna. 

"Jadi rasa dan warna dari buah yang diolah menjadi fruit strip itu alami dari buah aslinya," ujar Hibban. 


Fruit strip sendiri diolah dengan menggunakan metode pengeringan yang disebut metode dehidrasi. Buah dikeringkan pada suhu yang tidak terlalu panas dengan alat yang bernama dehidrator. Diakui Hibban, metode dehidrasi ini tidak akan membuat nutrisi pada buah rusak atau terbuang dalam jumlah yang banyak.

Baca Ini Juga Yuk: Kenalan dengan Olahan Jamur ala Mushome Yuk!

Saat ini, merek yang baru saja rebranding pada bulan Februari lalu ini memiliki dua varian rasa fruit strip yaitu mangga dan pisang. Hibban menjelaskan bahwa buah mangga yang digunakan Frutivez berjenis mangga gedong gincu. Alasan Frutivez menggunakan mangga ini adalah karena saat panen besar, banyak buah mangga gedong gincu yang tidak lolos sortasi atau dianggap tidak berkualitas baik. 

"Melihat fenomena itu, kita pilih mangga gedong gincu buat mengurangi buah yang terbuang saat panen raya. Semua buah dengan kualitas bagaimanapun bisa kita beli dan kita olah," ujar Hibban. 

Selain buah mangga, buah pisang dipilih karena dianggap menjadi salah satu buah yang disukai banyak orang. Selain itu, warna dari pisang yang enak dilihat juga menjadi alasan Frutivez membuat fruit strip dengan varian rasa pisang. 

Diakui Hibban, sebenarnya selain buah mangga dan pisang, Frutivez sudah pernah mencoba untuk mengolah buah lain menjadi fruit strip. Namun menurut mereka, yang cocok dan layak jual barulah kedua buah tersebut. 

Tapi tentu saja Frutivez terus berinovasi loh, TemanBaik. Bahkan Hibban memberi sedikit bocoran jika akhir bulan Agustus ini mereka akan mengeluarkan fruit strip dengan varian rasa baru!


Bicara soal proses dehidrasi untuk mengolah buah mangga dan pisang hingga menjadi fruit strip ternyata membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Buah mangga membutuhkan waktu dehidrasi selama 18 jam, sedangkan buah pisang membutuhkan waktu selama 10 jam. 

Sebagai informasi tambahan, produk fruit strip dari Frutivez ini sudah melewati uji nutrisi dan ketahanan masa produk layak makan. Karena itu, Hibban mengklaim jika fruit strip dari Frutivez ini tahan hingga sembilan bulan sebelum masa kadaluarsanya. 

Mengapa olahan buah menjadi fruit strip bisa lebih lama bertahan dibandingkan buah aslinya? Dijelaskan Hibban, hal ini dikarenakan proses dehidrasi akan membuang kadar air pada buah, sehingga buah menjadi kering dan bisa disimpan untuk waktu yang lebih lama. 

Selain untuk berbisnis, Hibban dan tim Frutivez yang lain juga berharap hadirnya Frutivez dapat ikut serta dalam mengkampanyekan pola hidup sehat dengan rajin mengkonsumsi buah. 

"Dengan adanya fruit strip dari Frutivez diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk makan buah. Kemasan kita juga praktis dan mudah dibawa kemana-mana. Jadi bisa makan buah kapanpun dan dimanapun tanpa repot," terang Hibban. 

Nah, dalam satu kemasan Frutivez yang dijual dengan harga Rp15 ribu, TemanBaik akan mendapatkan lima lembar fruit strips.

"Satu buah bisa jadi satu kemasan Frutivez. Jadi kehitungnya, ketika kamu makan satu kemasan Frutivez, kamu sudah makan satu buah utuh baik mangga ataupun pisang," ujar Hibban. 

Wah, menarik bukan metode olahan buah yang satu ini? TemanBaik bisa tetap sehat dengan rajin makan buah, tapi juga dengan cara praktis! Jika TemanBaik penasaran, bagaimana sih rasa fruit strip dari Frutivez ini? Langsung saja cek dan ikuti cara pesan di Instagram mereka @frutivez ya.

Yuk hidup sehat dengan cara yang menyenangkan, TemanBaik!

Foto: dok. Frutivez/instagram.com/frutivez

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler