Kenalkan Makanan Khas Manado di Tanah Rantau ala Warong Sombar

Bandung - Tuntutan untuk terus mengembangkan diri, entah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau berkarier, terkadang membuat kita harus memilih meninggalkan kampung halaman dan merantau ke daerah lain. Ada yang masih di Indonesia, tapi tak jarang merantau ke negara luar juga jadi pilihan. 

Pindah ke Bandung dari Manado untuk berkuliah juga menjadi pilihan yang diambil oleh Gilbert Timothy beberapa tahun silam. Laki-laki yang akrab disapa Gilbert ini merupakan lulusan dari Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR).

Selama menjadi mahasiswa di Bandung, rupanya tak membuat Gilbert melupakan daerah asalnya yaitu Manado. Dalam kesehariannya, ia seringkali memasak sendiri beragam masakan khas Manado yang resepnya didapat dari ibu tercinta. 

"Biasa, kan mahasiswa harus irit, jadi saya masak sendiri dan nyetok makanannya. Kadang ajak teman-teman juga makan bareng. Namanya makan gratis sesama mahasiswa mah kan mau aja," ujar Gilbert. 


Ternyata kebiasaan Gilbert memasak terbawa hingga ia lulus kuliah. Saat itu ia yang merasa makanan di daerah kampusnya kurang beragam memutuskan untuk mencoba membuat usaha rumah makannya sendiri. 

Gilbert memulai usaha kulinernya sejak tahun 2015 dengan nama 'Warong Sombar'. Ia yang mengaku kurang yakin saat itu memulai usahanya menggunakan gerobak kecil di depan sebuah ruko tepat di seberang kampus. 

Baca Ini Juga Yuk: Sensasi Keliling Dunia dalam Kue Kering The Cookie Trip

Tak disangka, respon masyarakat khususnya mahasiswa UNPAR sangat baik untuk Gilbert dan Warong Sombar. Dimulai dari gerobak kecil yang hanya bisa melayani pesanan untuk dibawa pulang, akhirnya tahun 2017 lalu Gilbert melakukan renovasi. Hingga saat ini Warong Sombar menjadi tempat makan minimalis bernuansa modern. 

Tak sekadar berjualan, Gilbert ingin memberikan pesan dan manfaat untuk para konsumennya. Apalagi masakan Manado yang identik dengan ikan, dianggap Gilbert menjadi sesuatu yang tidak biasa untuk dikonsumsi oleh masyarakat Bandung yang lebih sering mengkonsumsi daging atau ayam. 

"Saya mencoba mengedukasi pelanggan kalau makan ikan itu sehat dan banyak manfaatnya. Ternyata pesan itu tersampaikan. Warong Sombar juga mencoba menyajikan masakan tradisional tapi dikemas modern," terang Gilbert. 

Bicara soal nama Warong Sombar yang dipilihnya, Gilbert menjelaskan bahwa kata 'sombar' diambilnya dari bahasa Manado yang memiliki arti 'teduh'. Ia berharap dapat menciptakan suasana teduh untuk setiap orang yang berkunjung ke sana. 

Selama lima tahun menjalankan Warong Sombar, Gilbert mengaku banyak hal dan hobi baru yang dipelajarinya. Bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk perkembangan Warong Sombar dan kenyamanan para pelanggannya. Apalagi situasi pandemi saat ini yang memaksa Gilbert untuk terus beradaptasi dengan keadaan. 

Beberapa hal yang dilakukannya adalah dengan membuat produk yang awet dan tahan lama yang bisa konsumen sajikan di rumahnya masing-masing. Produk tersebut adalah Chili Jar dengan dua jenis pilihan berisi ikan roa atau cakalang, serta makanan beku berupa ayam woku. 


Selain itu, kini Warong Sombar juga menawarkan menu pilihan makanan sehat seperti sayuran dan nasi merah loh TemanBaik. Hal ini juga menjadi salah satu upaya adaptasi yang dilakukan agar para pelanggan Warong Sombar bisa menjalani hidup lebih sehat. 

"Situasi sekarang tidak bisa diprediksi. Jadi kami beradaptasi dan cari solusi," tambah Gilbert.

Tidak hanya dari segi makanan, saat ini Gilbert yang memiliki hobi baru yaitu merawat tanaman di dalam ruangan, juga memanfaatkannya untuk dekorasi guna mempercantik ruangan di Warong Sombar.

Diakui Gilbert, berbagai tanaman hias dalam pot tersebut ia manfaatkan untuk membuat jarak antar meja sesuai dengan aturan protokol kesehatan yang berlaku.

"Kalau dijarak satu meter tapi gak ada apa-apa kan kosong banget ya. Jadi tanaman itu daripada saya simpan sendiri, disimpan di sini aja," ujar Gilbert.


Tidak hanya untuk dekorasi, rupanya ada beberapa tanaman yang dimanfaatkan Gilbert sebagai bahan pelengkap untuk beberapa menu di Warong Sombar. Salah satunya adalah tanaman Rosemary untuk minuman. 

Bicara soal masakan khas Manado, masakan yang ditawarkan Warong Sombar cukup beragam loh TemanBaik! Mulai dari makanan ringan seperti brot atau semacam roti yang digoreng menggunakan gula agar rasanya manis. Sampai panada atau roti yang berisi ikan cakalang dan berbentuk seperti pastel.

Tidak hanya itu, tentu saja makanan berat pun tersedia. Seperti roa cakalang yang merupakan dua ikan khas Manado yaitu ikan roa dan cakalang, serta ayam woku atau olahan ayam khas Manado dengan bumbu rempah. Kedua menu ini bisa TemanBaik santap dengan nasi, sayur, bakwan jagung, hingga tak ketingalan sambal khas Manado yaitu sambal dabu.

Selain itu, tersedia pula bubur Manado atau Tinutuan yaitu bubur khas Manado yang berisi campuran sayur seperti kangkung dan bayam. Dan berbagai menu pilihan lainnya. 

"Untuk makanan berat sudah ada yang bantu masak. Tapi untuk panada dan brot masih saya yang buat. Resepnya tetap dari ibu, tapi saya belajar sendiri di sini. Bikin roti itu kan beda ya sama masakan biasa," ujar Gilbert.

Semua menu yang ada di Warong Sombar merupakan makanan khas dan autentik dari Manado. Hm, penasaran untuk mencobanya TemanBaik?

Soal rasa, tidak perlu diragukan lagi! Sejak awal membangun usaha kulinernya, Gilbert selalu mementingkan kualitas makanan. Bahkan hingga saat ini, ikan roa di Warong Sombar masih dikirim langsung dari Manado. 

Siapa sangka ya TemanBaik? Berawal dari kebiasaannya memasak sewaktu kuliah hingga kepekaannya untuk membuat makanan disekitar kampusnya lebih beragam, membawa Gilbert bisa mengembangkan Warong Sombar hingga sekarang. 

Bahkan ke depannya, Gilbert berencana akan mengembangkan Warong Sombar dengan membuat titik jemput di beberapa wilayah pusat Kota Bandung. 

"Ciumbuleuit kan cukup jauh. Ini masukan dari beberapa pelanggan juga buat bikin titik jemput yang lebih dekat wilayah yang konsumennya dewasa muda dan pekerja. Biar gak berat diongkir katanya," ujar Gilbert. 

Gilbert dan Warong Sombar bisa menjadi contoh jika merantau bukan berarti melupakan daerah asal. Tapi ternyata, kita bisa membawa dan menciptakan sesuatu yang baru. 

Kalau kamu penasaran ingin mencoba masakan khas Manado di Bandung, langsung saja kunjungi Warong Sombar di Jalan Ciumbuleuit No.155, atau kamu bisa menggunakan layanan pesan antar juga loh. Cek dulu yuk instagram mereka di @warongsombar. Selamat 'jalan-jalan' ke Manado, TemanBaik!

Foto: dok. Irsya Kireina

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler