Olah Makanan Sehat dengan Cara Menyenangkan ala Dwi Puspita

Bandung - TemanBaik, makanan sehat dengan segala manfaatnya di sisi lain bisa membuat kita bosan karena bentuknya yang begitu-begitu saja. Namun, bentuk makanan sehat itu bisa diolah menjadi lebih menarik loh.

Dwi Puspita selaku pemilik dari Herbsays Kitchen punya racikan khusus agar #MakanNabati mu selain juga bermanfaat untuk tubuh, namun juga tetap nikmat rasanya dan secara visual menarik untuk dilihat. Menurut Ita, sapaan akrabnya, kebanyak orang tidak begitu tertarik untuk makan sayuran atau mengonsumsi makanan herbal karena pola pikir bahwa makanan sehat itu tidak nikmat saat dimakan.

Lulusan Seni Rupa ITB ini menjajal beberapa komposisi dan mencampurkannya ke dalam racikan menu herbal di restoran miliknya. Dari perjalanannya meracik makanan, Ita menyadari perlunya keseimbangan dalam mengelola komposisi makanan sehat agar tidak jadi bentuk yang membosankan.

"Prinsipnya sih, #MakanNabati itu harus menyenangkan. Dalam artian begini, ya. Kamu mau makan sehat tapi makanannya secara taste enggak enak. Lah, yang ada kamu jadi stres loh," terangnya.

Ia menerapkan keseimbangan dalam menu makanan herbal yang disajikannya di Herbsays Kitchen. Proses olah rasa yang dilakukannya antara lain menambahkan unsur rasa tertentu agar sayuran bisa lebih akrab di lidah. Misalnya saat ia membuat kukis pegagan.

Coba bayangkan, jika kamu diminta memakan langsung tumbuhan pegagan. Kendati manfaatnya sudah tidak diragukan lagi, namun rasanya kebanyakan orang tidak akan terlalu tertarik. Mendengar namanya saja, mungkin begitu asing di telinga. Bagaimana seseorang tertarik memakan sesuatu yang belum familiar?

Baca Ini Juga Yuk: Ngopi Sambil Konsultasi Hukum Gratis di Pura Koffie

Namun, di tangan Ita, tumbuhan pegagan itu diubahnya menjadi kukis. Ia menambahkan unsur rasa manis, gurih, dan lain sebagainya agar komponen pegagan ini tetap bisa dinikmati. Ditanya mengenai nilai gizinya, Ita menyebut tiap jenis makanan itu baik untuk tubuh selama dikonsumsi dalam porsi yang tepat. Hal ini mengacu pada komposisi gula dan terigu dalam kukis. Menurut Ita, sah-sah saja seseorang mengonsumsi gula dan terigu, selama itu masih dalam takaran yang pas.

Dalam proses memasaknya pun, Ita tidak memaksakan kukis diterpa suhu yang terlalu tinggi. Malah, ia memasak kukis dalam suhu yang rendah, namun dilakukan beberapa kali. Menurutnya, cara ini cukup ampuh membuat kukis jadi lebih tahan lama.

"Tubuh kita tetep butuh gula kok. Kalau terigu, memang ada beberapa kalangan yang intoleran sama terigu. Tapi, di luar kalangan tersebut, ya enggak apa-apa. Asal takarannya pas. Nah kalau di kita kan makannya enggak dikontrol, giliran sakit nyalahin makanannya. Lucu juga sih," ujarnya.

Atau ada juga pada pengolahan salad yang dibuatnya. Menurutnya, jika kita memakan salad itu hanya sayurannya saja, bisa dipastikan hanya sedikit orang saja yang bisa menikmati makanan tersebut. Oleh karena itu, beberapa unsur penyeimbang rasa tetap diperlukan agar proses makan sayur dalam bentuk salad bisa tetap terasa menyenangkan. Dressing salad yang dibuatnya tetap memunculkan unsur herbal tanpa menghilangkan unsur pendukungnya.

"Hitam harus ada putih. Dan semuanya harus seimbang. Jujur aja, makan sayur itu enggak enak. Tapi kan itu karena mindset kita. Nah, sekarang gimana caranya ngubah mindset kita, gimana caranya agar si makanan sehat ini jadi enak," terangnya.

Ita juga menjelaskan, proses mengolah #MakanNabati jadi sesuatu yang menyenangkan juga bisa kamu coba di rumah. Ia mencontohkan lagi tanaman pegagan atau rosela yang kaya manfaat. Menurutnya, jika kita mengonsumsi langsung tanaman ini, akan ada kerisauan dalam diri, takut rasanya tidak enak, dan secara visual tak menarik untuk dikonsumsi.

Nah, cara untuk mengatasi kerisauan itu menurutnya bisa dilakukan dengan mengubah tanaman tersebut menjadi bentuk makanan atau minuman yang lebih akrab dengan kita. Jika kita tidak bisa membuat kukis seperti yang dilakukan oleh Herbsays Kitchen, kita bisa mengolah tumbuhan tadi menjadi bentuk lain, seperti misalnya teh pegagan atau rosella, misalnya.

Di sisi lain, Ita menyarankan agar kita lebih peka terhadap kebutuhan tubuh kita. Sebab, mengubah pola makan jadi lebih sehat dan berbasis tumbuhan juga perlu diseimbangkan dengan kebutuhan tubuh.

"Ada kalanya kita kepingin minum yang manis-manis. Itu karena tubuh kita butuh gula. Jangan diabaikan, tapi juga jangan berlebihan," ujarnya.

Selain itu, pola makan sehat dan #MakanNabati juga menurutnya mesti diseimbangkan dengan beberapa aktivitas fisik lainnya seperti berolahraga. Jadi, selain asupan gizinya yang baik, aktivitas fisiknya juga harus seimbang ya, TemanBaik.

"Nah, jadi dari sekarang mulai dipikirkan juga tuh, rasa dari makanan yang mau kita konsumsi itu harus bersahabat juga  dengan lidah," tutupnya.

Berkaca dari obrolan kami dengan Ita, kira-kira kreasi #MakanNabati apa yang terbesit di benakmu? Nah, ayo coba sajikan untuk hidangan akhir pekan nanti! Tetap semangat ya, TemanBaik.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Brooke Lark

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler