Kombinasi Unik Pecel Rawon Khas Banyuwangi

Banyuwangi - Pecel dan rawon merupakan kuliner khas nusantara yang punya banyak penggemar dari berbagai kalangan. Sedapnya bumbu kacang pecel yang disiramkan pada rebusan sayur dan dipadu dengan nasi hangat serta lauk siap menggoyang lidah penikmatnya. Pun segarnya sup daging berkuah hitam karena penggunaan bahan kluak (kepayang) tak kalah lezat memanjakan mulut dan perut.

Namun, bagaimana jika dua sajian yang sangat berbeda ini dikombinasikan? Di Banyuwangi, TemanBaik akan menemukan banyak tempat yang menawarkan perpaduan keduanya. Pasalnya, menu pecel rawon telah menjadi salah satu primadona kuliner lokal yang menarik dan sayang untuk dilewatkan terutama bagi para turis. 

Kamu pun dapat dengan cukup mudah menikmati keunikan segarnya kuah rawon yang menyatu dengan kentalnya bumbu kacang yang melumuri rebusan sayur seperti kacang panjang, sawi, dan tauge. 
Adapun salah satu tempat yang menyediakan pecel rawon adalah Warung Bu Salim yang terletak di Glenmore. Rumah makan sederhana yang terletak tepat di pinggir ruas jalan utama ini memang menyediakan menu pecel rawon sebagai andalannya.
Pemilik warung makan ini pun menuturkan bahwa pecel rawon kini telah menjadi makanan khas Banyuwangi. "Isinya betul-betul perpaduan rawon dan pecel saja. Nasi yang disiram kuah rawon dengan potongan daging di atasnya lalu ditambah dengan rebusan sayur yang dilumuri bumbu kacang pecel."

Selain itu, pelanggan juga dapat menambah sendiri beberapa lauk pelengkap seperti telur asin, tahu, tempe, dendeng, udang, paru,dan yang lainnya. Tak lupa, sentuhan rempeyek kacang juga ikut memberi tekstur dan rasa yang lebih ramai serta harmonis dalam mulut.

Tentu saja, kunci utama yang membedakan antara pecel rawon di Warung Bu Salim dengan yang lainnya adalah proporsi pecel dan rawonnya serta racikan khas dari masing-masing komponen, baik pecel maupun rawon. Takarannya haruslah pas agar kesegaran kuah rawon menyatu sempurna dengan kekentalan dan uniknya cita rasa bumbu pecel.

Pecel rawon merupakan menu yang cocok untuk dinikmati saat sarapan, makan siang, atau makan malam sekaliupun--apalagi dipadankan dengan segelas teh manis hangat. Namun jika ingin mencicipi lezatnya pecel rawon legendaris Bu Salim, maka datanglah di pagi hari pada waktu sarapan. Pasalnya, rumah makan yang telah ada lebih dari tiga dekade lalu ini senantiasa ramai oleh pengunjung baik lokal maupun pelancong dan kerap ludes sebelum duhur. 

Foto: Shelly Salfatira/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler