Mengenal Binte Biluhuta, Sup Kaya Makna dari Gorontalo

Gorontalo - TemanBaik, ada yang tahu dengan binte biluhuta? Ini adalah makanan khas dari Provinsi Gorontalo. Makanan ini unik dan kaya makna banget, loh!

Binte bilihuta ini berasal dari dua kata. Binte berarti jagung, sedangkan biluhuta artinya disiram. Singkatnya, binte biluhuta adalah kuliner berbahan dasar jagung yang dimasak bercampur kuah. Bisa juga disebut sebagai sup jagung.

Makanan ini tak hanya menawarkan kelezatan, tapi juga khasiat melalui kandungan protein dan serat yang dibutuhkan tubuh. Di dalamnya juga terdapat karbohidrat, mineral, vitamin B dan C, hingga sebagai antioksidan.

Sudah Ada Sejak Abad 15
Dilansir dari laman Indonesia.go.id, menurut penuturan penulis buku Jejak Kuliner Indonesia Mansoer Pateda, makanan ini sudah ada sejak abad ke-15. Saat itu, beberapa kerajaan di Sulawesi kerap bertikai, misalnya Kerajaan Gorontalo dan Limboto.

Uniknya, binte biluhuta ini jadi salah satu alat pemersatu dari pertikaian yang terjadi. Diplomasi kuliner melalui makanan ini dihadirkan dan membauat pertikaian berakhir perdamaian.

Kok bisa ya makanan ini jadi pemersatu? Itu tak lepas dari nilai fiolosofis yang ada pada binte bilahuta. Secara filosofis, pipilan jagung yang tercerai-berai dari bonggolnya akibat bertikai dipersatukan dalam hidangan penuh kenikmatan.

Punya Rasa 'Meriah'
Binte bilahuta sendiri punya cita rasa unik. Dalam semangkuk binte bilahuta terdapat aneka rasa, mulai dari pedas, asam, dan manis. Hal ini enggak terlepas dari 'pertempuran' aneka bumbu dalam proses pembuatannya.

Untuk membuat binte bilahuta, tentu ada jagung yang jadi bahan baku utamanya. Rasa pedas hadir dari bumbu yang dipakai untuk kuahnya, yaitu merica dan cabai. Rasa asam hadir karena dihadirkan jeruk nipis. Sedangkan rasa manisnya tentu saja berasal dari jagung.

Baca Ini Juga Yuk: Mengenal Getuk Tak Biasa dari Banyumas

Membuat binte bilihuta ini sebenarnya tergolong mudah. Siapkan jagung yang sudah direbus pada mangkuk atau wadah lainnya. Setelah itu, siapkan bumbu seperti bawang merah, bawang putih, garam, kelapa parut, daun kemangi, tomat potong, dan bawang goreng. Siapkan juga ikan cakalang atau udang sebagai topping.

Langkahnya, rebus air secukupnya dalam wadah hingga mendidih. Selanjutnya, masukkan irisan bawang merah, bawang putih, irisan cabai, dan garam. Masukkan cakalang atau udang, disusul daun kemangi, tomat potong, perasan jeruk nipis, dan kelapa parut. Setelah kuahnya matang, segera matikan api kompor dan bersiap melakukan langkah selanjutnya.

Dalam kondisi hangat, siramkan kuah tersebut ke dalam mangkuk berisi pipilan jagung. Alhasil, pipilan jagung yang semula bertumpuk akan tercerai berai akibat 'diserang' kuah biluhuta. Setelah itu, taburkan bawang goreng di atasnya. Semua bahan yang ada pun bersatu dalam cita rasa menggugah selera. Binte biluhuta pun siap disantap.

Menggunakan Jagung Khusus
Nah, jagung yang digunakan untuk makanan ini ternyata bukan jagung biasa loh. Jagung yang dipakai biasanya adalah jagung pulut. Jagung ini merpakan varietas asli Gorontalo.

Warna pipilan jagungnya putih, kenyal, dan punya rasa gurih. Sebelum diolah menjadi binte biluhuta, jagung perlu direbus lebih dulu agar lebih empuk.

Di balik makanan ini juga seolah menggambarkan identitas Gorontalo sebagai salah satu lumbung jagung nasional. Sebagai gambaran, di provinsi seluas 12.435 kilometer persegi itu, pada 2020 tercatat Gorontalo menyumbang hampir 1 juta ton jagung dari 24,95 juta ton produksi jagung nasional.


Foto: Ilustrasi fajar.co.id/indonesia.go.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler