Menyemai Harap Anak Pesantren Lewat Burger Rp15 Ribu

Bandung - Burger bukan makanan yang asing lagi. Namun, saat burger bisa dipakai membantu pondok pesantren, tentu jadi hal unik dan menginspirasi.

Kisah ini dihadirkan BergeRak, kedai yang menjual burger di Jalan Muararajeun, Kota Bandung. Harga burger ini hanya Rp15 ribu. Namun, dengan harga terjangkau, burger ini menghadirkan manfaat berarti, terutama bagi pesantren dan santrinya.

Sebab, keuntungan penjualan burger disedekahkan untuk dua pesantren, yaitu Pesantren Mifaro di Ciwidey (Kabupaten Bandung) dan Pesantren Mihrab Quran di Ujungberung (Kota Bandung). Dananya kemudian dipakai untuk pendidikan hingga pengembangan pesantren.

Sejak awal BergeRak beroperasi, tepatnya Oktober 2020, bisnis ini memang difokuskan untuk donasi bagi pesantren. BergeRak mengusung konsep yang disebut wakaf bisnis.

"BergeRak ini adalah konsep dari wakaf bisnis, wakaf produktif, yang mana kita bikin unit bisnis ini semua keuntungannya 100% itu buat sedekah," ucap Founder & CEO Dunrat Bergerak Dani Bustaman saat berbincang dengan Beritabaik.id.

Salah satu ide lahirnya BergeRak ini adalah kondisi pandemi. Sebab, pondok pesantren pun turut terdampak, terutama berkurangnya donasi dari donatur.

Dani lalu tergerak membantu pesantren dengan cara yang diharapkan berjalan kontinyu. Dengan konsep wakaf bisnis, donasi yang ada diharapkan bisa terus ada. Selama bisnis berjalan, donasi pun akan terus berjalan.

Ini berbeda dengan konsep sedekah 'putus'. Ketika sedekah dilakukan seperti biasa, apa yang diberikan bisa habis karena dipakai kebutuhan di pesantren. Sedangkan dengan konsep wakaf bisnis, pemasukan akan terus hadir untuk disalurkan.

"Sementara ini kita baru (menyalurkan donasi) buat dua pondok pesantren. Karena memang (dua pesantren itu) sedang membutuhkan pembangunan dan support yang luar biasa karena hari ini pandemi begitu pengaruh, kan. Jadi, donatur itu berkurang. Makanya kita berinisiatif untuk bikin pancingannya buat pesantren itu sendiri," tutur Dani.

Punya Empat Gerai

BergeRak kini memiliki empat gerai, yaitu di Jalan Muararajeun (Kota Bandung), Jalan Kolonel Masturi (Kota Cimahi), serta di Pesantren Mifaro dan Mihrab Quran.

Sesuai konsep awal, semua keuntungan dari keempat titik untuk disedekahkan ke pesantren. Sehingga, mereka yang ingin membeli burger BergeRak punya empat opsi tempat untuk didatangi konsumen.

Menariknya, gerai di dua pesantren dikelola para santri. Sebelum berjualan, mereka dibekali ilmu membuat burger sesuai standar BergeRak. Hasilnya pun cukup mencengangkan.

"Ketika kita instal di pesantren yang di Ciwidey, itu lima bulan pertama bisa menjual 5.000 pieces burger. Jadi, artinya satu bulan itu dia bisa menjual 1.000 pieces burger," tuturnya.

"Bayangkan, pesantren yang belum dikasih ilmu bisnis cara jualan seperti apa, di-coaching mentoring ngelola bisnis seperti apa. Tapi baru di-install saja seadanya, sudah berhasil menjual dengan posisi sampai 5.000 pieces di lima bulan pertama," jelas Dani.

Sementara jila ditotalkan, rata-rata omzet BergeRak dalam sebulan ada di kisaran Rp30 juta. Uang modalnya kemudian terus 'diputar' setiap saat. Sedangkan keuntungannya dialirkan ke dua pesantren secara kontinyu.

Namun, tak semua perjalanan BergeRak mulus. Saat Ramadan misalnya, omzet turun sangat drastis hingga 50 persen. Berbagai cara ditempuh guna meningkatkan kembali penjualan, salah satunya dari segi pemasaran.

"Bulan kemarin kita naik lagi karena alhamdulillah kita pakai strategi marketing yang baru dengan mengajak teman-teman komunitas untuk jadi pengecer BergeRak," katanya.

Tak hanya jadi pengecer, teman-teman Dani juga membantu mempromosikan burger BergeRak melalui media sosial hingga aplikasi percakapan. Sehingga, hasilnya sejauh ini sangat positif.

Penasaran Rasanya?

Sepintas, burger yang disajikan BergeRak seperti burger pada umumnya. Yang pasti, dari segi tampilannya memanggil lidah untuk dicicipi.

Pada bagian tengahnya terlihat ada selada, daging tebal, dan keju yang setengah meleleh. Pada bagian atas rotinya menempel begitu banyak wijen berwarna putih dan hitam.

Paling istimewa adalah bagian dagingnya. Rasa daging dan aroma daging sapinya terasa kuat. Teksturnya pun cukup lembut.

Sementara di bagian dalamnya, jika dibuka, terdapat potongan tomat dan mayonaise. Menambahkan saus barbeku yang dikemas terpisah dan rasanya pedas akan membuat rasanya makin sempurna.

Cheese burger, sejauh ini hanya varian itu yang tersedia. Artinya, ini jadi satu-satunya menu andalan yang tersedia. Namun, meski hanya satu pilihan, tentu rasanya tak akan bikin kecewa.

Dari segi harga, burger ini dikategorikan terjangkau. Jika dibandingkan dengan rasa dan ukurannya, harga ini umumnya jauh lebih murah ketimbang burger di tempat lain.

"Kita harga hanya Rp15 ribu udah dapetin kualitas buger, cheese burger dengan kualitas premium," kata Dani.

Ia lalu membuka rahasia kenapa harga burgernya terjangkau. Paling krusial tentu adalah daging sapi sebagai bahan baku utama. Ia bisa mendapatkan daging kualitas premium dengan 'harga teman'.

"Suplier-supliernya ini adalah sahabat-sahabat komunitas kita. Sehingga ketika dia memberikan daging yang berkualitas, produk yang berkualitas, tapi dengan harga yang paling rendah," ungkap Dani.

Oleh karena itu, tak heran jika burger BergeRak ini terasa lezat dan harganya terjangkau. Di sisi lain, membeli burger ini sama dengan donasi. TemanBaik, tertarik mencicipi burger ala BergeRak? Jika tertarik, kamu bisa datang langsung ke lokasi penjualannya, ya!

Kamu juga bisa mengintip informasi seputar BergeRak ini di akun Instagram @bergerakofficial. Di akun ini, BergeRak juga kerap mengumumkan hasil dari penjualan hingga dana yang disalurkan untuk pesantren.


Foto: Oris Riswan/Beritabaik.id




Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler