Konser di Bandung, Efek Rumah Kaca Sajikan Nomor Nostalgia

Bandung - Efek Rumah Kaca, grup musik asal ibu kota yang beranggotakan Cholil Mahmud (vokal), Poppie Airil (bass), dan Akbar Bagus Sudibyo (drum) menggelar konser bertajuk ‘Mendadak di Bandung’ yang bertempat di Kopi 372, Jalan Ir Juanda Bandung (18/7) malam.

Konser yang digagas oleh Urban Gigs ini sudah dipenuhi antrean penonton sejak pukul 5 sore. Padahal, band yang sudah menelurkan tiga album ini baru naik panggung pukul 19:30 WIB. Kehadirannya di kota Bandung memang selalu ditunggu-tunggu oleh fans militannya. Terbukti dengan habisnya tiket konser jauh hari sebelum tanggal berlangsungnya acara.

Area dalam 372 Kopi sudah penuh sesak, jam menunjukan pukul 19:30 WIB. Para personel Efek Rumah Kaca mulai mengisi tempatnya di atas panggung. Tanpa basa-basi, Cholil membuka penampilan dengan memainkan trek pertama di album 'Sinestesia' yang berjudul 'Merah'.

Baca juga : Setelah 10 Tahun, Seringai Luncurkan Video Musik 'Selamanya'

"Udah lama enggak main di Bandung, terakhir tahun lalu. Pada dateng jam berapa, nih?," sapanya kepada penonton yang terlihat begitu padat. Cholil kemudian melanjutkan set dengan menyanyikan seluruh nomor yang terdapat di album 'Sinestesia'.

Setelah itu, penonton diajak napak tilas dengan album 'Kamar Gelap'. Cholil memainkan 'Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa', lagu yang menjadi nomor populer dari album tersebut.

"Lagu tadi dari album kedua, 10 tahun album kedua kali, ya. Mau dilanjutin semuanya?," tanya Cholil sembari menyebutkan satu per satu judul di album 'Kamar Gelap'.

Penonton tidak tanggung untuk bernyanyi bersama, nomor-nomor andalan, seperti 'Mosi Tidak Percaya', 'Kenakalan Remaja di Era Informatika', 'Di Udara', hingga 'Desember' mendapat suara tambahan hingga tercipta koor massal.

Baca juga : Dawai Danau Festival, Suguhan Unik Pertunjukan Musik di Tengah Danau

Repertoar yang Efek Rumah Kaca sajikan malam itu didominasi oleh album 'Kamar Gelap' dan 'Sinestesia'. Nampaknya, Efek Rumah Kaca memang sedang ingin mengajak untuk bernostalgia. Konser diakhiri dengan encore 'Lagu Cinta Melulu', penonton yang duduk pun dibuat berdiri untuk sama-sama menutup pesta tanpa duduk termangu.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler