Berkenalan dengan Pijar, Band Indie Medan Kini Sukses di Jakarta

Regenerasi kancah musik independen di pulau Sumatera tak seproduktif di pulau Jawa. Namun bukan berarti tidak ada. Salah satunya Pijar. Pijar adalah para perantau dari Medan, Sumatera Utara yang memainkan musik ranah post punk .

Kisahnya Pijar berawal dari ambisi Alfredo dan Lizam (Ex-Bassist) untuk membentuk sebuah band dengan konsep yang mudah didengarkan oleh setiap kalangan. Ketika itu, masing-masing dari personel berada dalam kugiran-kugiran pop alternatif yang berbeda. Namun pijar kini Pijar kini menjadi trio yang beranggotakan, Alfredo (Vokal/Gitar), Ican (Gitar) dan Aul (Drum).

"Setiap personel mempunyai influence yang berbeda beda dari tahun yang berbeda juga. Di saat proses pengerjaan materi Pijar, saya kebanyakan mendengar musik tahun 50-an sampai 80-an, jadi kalau terdengar seperti 2000-an mungkin apa yang dibuat oleh musisi 2000-an sama seperti yang kami lakukan," ujar Alfredo dikutip dari Soundquarium.

Singkat cerita, tahun 2015 menjadi momentum bagi Pijar, keluar dari zona nyaman. Meninggalkan Medan, demi mengejar mimpi besar di Ibukota. Tidak butuh waktu lama, sebuah label kecil yang juga punya ambisi besar untuk meningkatkan reputasi dalam skena indie Nusantara berbaik hati menampung musik mereka. Adalah Etalase Records yang berjasa besar dalam perilisan dua album terakhir mereka.

Baca Juga: Gloria Jessica Hadirkan Karakter Baru Lewat 'Hold On'

Keputusan mereka bermigrasi, karena pertimbangan dari segi bisnis. Pada dasarnya, Medan tempat asik untuk bermusik, tetapi dari segi bisnis dan profit, maka dipilihlah Jakarta menjadi tujuannya. Betul saja, mereka memberikan kualitas. Baik dari sajian album maupun kemampuan saat mereka manggung secara langsung.

Album penuh bertajuk 'Exposure' salah satu contohnya, bertemakan cerita fiksi, penuh cinta, sosial dan persahabatan dengan amunisi 10 lagu menghentak. Single ‘Selatan’ didapuk sebagai andalan. Ibarat berkenalan, single ‘Selatan’ dipilih Pijar karna bercerita banyak tentang harapan, mimpi, pencapaian, dan pembelajaran ilmu hidup. Bukan hanya tentang geografis saja.

Ekstase EP dan Kejutan Setiap Kali Muncul ke Permukaan

‘Ekstase’ (2017) adalah album mereka yang termutrakhir. Pita kaset dan piringan hitam terpilih menjadi format rilisannya. Tanggapan positif selalu muncul ketika Pijar keluar ke permukaan dan dibuktikan melalui melalui album ‘Ekstase’ EP. Terdiri dari lima lagu, ‘Tropis’ terpilih menjadi single jagoan kali ini. Lebih menariknya, Carissa Perusset - seorang model muda cantic ikut memeriahkan EP ini. ‘Ekstase’ berhasil menjadi suksesor karya-karya Pijar sebelumnya.

Untuk memperluas reputasinya, mereka akan melakukan tur kelliling Indonesia. Klip musik ‘Tropis’ dan single kedua ‘Äkhir Pekan’ juga tersaji di kanal youtube pribadi mereka. Tidak berhenti di situ, Pijar membuktikan ambisi besar ingin selalu menelurkan karya melalui rilisan single ‘Lunar Biru’. Sentuhan new wave begitu kentara di sini. Nuansanya membawa kembali memori indah 80-an akhir dan awal 90-an musik Inggris Raya.

Lewat single ‘Lunar Biru’ Pijar berkisah tentang percintaan dua remaja, Gandhi dan Luna yang sedang mengalami gejolak  dalam lautan asmara.

Kita tunggu saja, ‘Nyala Api’ mereka yang seakan tidak pernah padam. TemanBaik bisa simak karya-karya Versi digital dari Pijar yang tersedia di platform iTunes, Spotify, Joox, Deezer, Apple Music, dan  untuk video liriknya, sambangi saja kanal youtube pribadi mereka.


Sumber Foto: dokumentasi Pijar


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler