Angsa dan Serigala Sentuhan Pop Folk yang Berlawanan

Bandung - Terinspirasi dari band-band independen Skandinavia, Inggris, serta Kanada, Angsa & Serigala memberikan sentuhan berbeda pada area pop folk atau Indie Folk dan alternative pop Nusantara.

Dengan makna filosofi 'Sesuatu yang berlawanan', Angsa dan Serigala mencoba menyatukan nilai–nilai yang tidak biasa dan saling berkontradiksi satu dengan yang lain.

Bulan Maret 2008 menjadi bulan yang bersejarah bagi 10 personel ketika itu. Dengan latar belakang music yang berbeda. Menjadi daya pikat tersendiri dari Angsa dan Serigala. Suara yang berlapis, serta pencampuran beragam alat musik membuat karya-karya dari Angsa dan Serigala menjadi bagian tersendiri para penikmat musik, khususnya di Indonesia.

Materi lagu dengan lirik yang terkesan puitis dan sarat akan makna, memudahkan pendengar awam atau yang baru mendengarkannya. Materi mereka layak didengar oleh semua kalangan. Muatan pesan ke dalam lingkup kehidupan sehari-hari manusia, dengan beragam problematikanya, serta pengalaman yang coba dibagi melalui karya mereka sungguh mendalam.

Perubahan formasi dengan dipangkasnya beberapa personel, menjadi enam personel saat ini, tidak mengurangi Angsa dan Serigala untuk terus mengembangkan kreativitas dalam bidang musik melalui karya mereka.

Angsa dan Serigala adalah sebuah harapan, sekaligus wadah untuk berkarya yang terus berpijak kakinya dari panggung ke panggung dengan satu tujuan: menghibur masyarakat luas.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler