Belajar Teknik Audio Musik di BASE Bandung

Bandung - Bandung selalu subur dalam ragam kreativitas seni, terutama musik yang selalu selangkah dari kota-kota besar lain di Indonesia. Salah satunya, adalah BASE (Bandung Academy of Sound Engineering) yang merupakan institusi pendidikan teknik audio musik yang khusus yang menawarkan ilmu, skill, dan teori di bidang Profesional Audio Production dan Sound System.

Latar belakang dibuatnya BASE, berawal dari kalangan internal musik gereja yang dimiliki oleh Yayasan Gereja Anugerah. "Dulu buat ngebantu di gereja. Kalo butuh rekaman untuk musiknya, kita inisiatif buat sendiri, jadi punya sendiri daripada nyewa," tutur Janice Setiawan admin dan marketing dari BASE saat berbincang dengan BeritaBaik di Akademi BASE Jalan Sudirman, kota Bandung beberapa hari lalu.

BASE pertama kali digagas oleh Galih Immanuel Homare. Saat itu BASE dikhususkan sebagai 'musik media' seperti musik untuk youtuber, Instagram, musik untuk media sosial, produksi musik sendiri dan lain sebagainya. Sebagai pendiri, Koh Galih menjadi pengajar dan pendidik di akademi BASE itu sendiri.

Baca juga: Single Bermuda Irwin Ardy Terinspirasi Sepatu Adidas

Seiring berjalannya waktu ide lain muncul, BASE ingin lebih eksplorasi dalam bidang teknik musik untuk digital. Maka dipilihlah Home Recording, mixing, mastering yang termasuk dalam audio recording dan menjadi salah satu program tetap pendidikan teknik musik unggulan dari BASE.

BASE kemudian berkerjasama dengan Artsonica 'The Art of Sound Technology School' Jakarta. Program studinya antara lain Audio Recording Engineering, Digital Music Production, Live Sound Re-inforcement Engineering, dan AVID® Pro Tools Courses. Para pendidiknya juga enggak main-main temanbaik, seluruh staf dan tenaga pengajar khusus berlisensi internasional.

Untuk menjadi siswa dan belajar di BASE pun ternyata tidak diharuskan memiliki dasar musik. "Kurikulum disini disusun dari nol. Untuk pemula. Jadi kalo yang enggak bisa (main musik) atau punya dasar musik sedikit pun bisa masuk ke sini. Niatnya pengen belajar dan lebih ngerti musik," ujar Janice.

Ada lima program unggulan pendidikan BASE yang ada, yaitu Home Studio Production, Laptop for Live Show, Pro Studio Production, Audio Mixing dan Mastering Tape. BASE memberikan pengetahuan audio secara mendasar. Tidak asal-asalan dan bertahap. Memahami proses dari awal sampai akhir lalu hasilnya dapat dinikmati banyak orang.

"BASE ingin orang-orang yang belajar musik dengan latar belakang otodidak, untuk memperdalam pengetahuan mereka. Ada teorinya. Belajar dari proses. Kita arahkan juga niat dan passion mereka, dasar-dasarnya gimana, teorinya sampai hasil akhir," jelasnya.

Baca juga: Kenalan dengan Dissa, Desainer Suara Muda asal Bandung

Program pendidikan yang dipilih tergantung dari keinginan siswa begitu juga dengan pilihan industri musiknya kelak. Mereka akan dibantu untuk memilih industri musik mana yang sesuai dan akan dijalani. Misalkan mereka ingin indi, major label, komersil atau tidak, di kelas Akademi BASE hal tersebut tidak lupa juga diarahkan.

"BASE punya tiga kelas. Kelas privasi untuk satu orang dan jadwalnya diatur berdasarkan keinginan murid. Kelas grup antara dua sampai empat orang lalu yang terakhir tiga sampai delapan dan dua belas orang. Kelas-kelas ini tergantung program pendidikan yang ingin dipilih oleh calon siswa. Semua program memiliki tahapan dan 'masalah'nya masing-masing," ungkap Janice.

Salah satu lulusan terbaik dari BASE, Timothius Gevin (22) sempat masuk lima finalis audisi 'Indo Musik Gram' yang digagas oleh BCA berkolaborasi dengan grup musik neo-soul asal Jakarta, Maliq and D'Essentials. Satu-satunya finalis dari Bandung yang belajar Home Studio Production di Akademi Teknik Musik BASE Bandung.

Kolaborasi BASE dengan banyak tenaga ahli yang merupakan pelaku usaha di industri musik dan tata suara menjadikan BASE sebagai pionir sound engineering. Dilengkapi dengan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan maupun pengalaman di bidang audio serta ditunjang fasilitas belajar yang mumpuni. Sehingga lulusan akademi BASE diharapkan mampu bersaing dan mewarnai industri kreatif Indonesia saat ini. Tidak hanya skala lokal, tetapi mampu unggul di ajang internasional.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler