Suguhan Spesial Sang Ratu Musik Sumba di UWRF 2018

Bandung - Gelaran Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) tak lengkap tanpa suguhan kesenian tradisional. Setiap tahunnya, UWRF selalu menghadirkan beragam pertunjukan seni yang spesial dan tahun ini, musik folk Sumba cukup mencuri perhatian.

Di hari kedua UWRF 2018, Kamis (25/10) petang di pelataran Threads of Life Ubud, Kahi Ata Ratu yang berasal dari Sumba Selatan berhasil menghipnotis pengunjung festival dengan suara magisnya dan alunan alat musik jungga.

Kahi Ata Ratu yang kerap digelari 'The Queen of Sumbanese Folk Music', menampilkan set singkat berisi tiga lagu ciptaannya. Salah satu lagunya merupakan karya khusus yang diciptakannya untuk menceritakan perjalanannya ke Bali. Setelah menampilkan tiga lagu yang memukau tersebut, penonton nampak belum puas dan meminta Kahi Ata Ratu menampilkan satu lagu lagi. Ia pun dengan sumringah kembali mengambil jungganya,"ini lagu tari, jadi semua harus menari," paparnya diikuti oleh antusiasme penonton yang langsung berdiri, ikut bergoyang sepanjang lagu.

Kahi Ata Ratu memang kerap diundang untuk mengisi berbagai macam acara di banyak tempat. Tahun lalu bahkan dirinya sempat tampil di Eropa. Untuk gelaran macam itu, biasanya Kahi Ata Ratu membawakan lagu yang sudah diciptakannya. Namun, di berbagai kesempatan di tanah kelahirannya, Kahi Ata Ratu kerap menampilkan karya secara spontan.

"Lirik dan musik datang begitu saja," jelasnya.

Kahi Ata Ratu yang merupakan salah satu penerima hibah Cipta Media Ekspresi ternyata merupakan satu-satunya perempuan yang menekuni musik folk Sumba secara profesional. Karirnya telah dimulai di awal usia remajanya dan kini misinya adalah mengenalkan jungga dan musik khas Sumba kepada masyarakat luas agar muncul apresiasi terhadap musik ini dan kelak lahir penerus-penerus dirinya.



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler