RIDE Manjakan Telinga dengan Kebisingan yang Indah

Bandung - Eldorado Dome, Sabtu (24/11/2018) tadi malam menjadi saksi bisu perhelatan musik keren bertajuk "Super Generation Fest 2018”. Racikan musik post-rock, dream pop, electro rock hingga shoegaze melebur menghasilkan kebisingan yang indah.

Pertunjukan dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Under The Big Bright Yellow Sun atau disingkat UTBBYS didaulat sebagai band pembuka konser. Suara gitar bersahutan terdengar dari speaker besar berhasil menggiring penonton ke dalam imajinasinya masing-masing. Mereka sukses membawakan lima repertoar dengan apik. 

Usai UTBBYS turun panggung, penonton dimanjakan dengan penampilan Rock N Roll Mafia (RNRM). Tadi malam, mereka hadir dengan jumlah personel dan instrumen musik yang cukup banyak di atas panggung. Dalam kelompok musik tersebut juga tampak hadir musisi muda bergenre jazz, Kafin Sulthan, yang mengisi sektor kibor. Sederet lagu yang dibawakan berhasil membuat penonton bergoyang. Sebagai penutup, nomor hit “Zsa Zsa Zsu”  disambut dengan kor penonton.

DIIV grup musik shoegaze asal Brooklyn, New York, Amerika Serikat  yang digawangi oleh 4 personil sebagai penampil ketiga memulai pertunjukannya dengan sedikit masalah tata suara di atas panggung. Namun tak berlangsung lama. Mereka membalasnya dengan menyuguhkan musik bertenaga yang dibumbui ragam kelakar dari sang vokalis dalam jeda antar lagu. Karya musik yang mereka sajikan sangat apik meskipun kental nuansa distorsi dari dua gitaris mereka.

Menunggu jeda waktu sekitar 30 menit, yang ditunggu-tunggu akhirnya hadir ke atas panggung. Yup, RIDE! Sebuah grup musik shoegaze asal Oxford, Inggris digawangi oleh Andy Bell, Mark Gardener, Laurence “Loz” Colbert dan Steve Queralt muncul di depan mata. Band yang sempat bubar (1996) setelah album Tarantula dan kemudian reuni kembali di penghujung tahun 2014. Hadir ke Kota Bandung dalam akhir rangkaian Weather Diaries Tour mereka. Weather Diaries adalah album RIDE pertama setelah mereka jeda bubar yang dirilis pada tahun 2017 lalu.

Bak terhipnotis, saat suara synthesizer dalam intro “Lannoy Point” otomatis membawa penonton merangsek ke depan panggung, mendekati idola mereka. Sebanyak 16 nomor hit disuguhkan RIDE dengan tingkat kebisingan yang maksimal tanpa membuat telinga menjadi kesakitan. Penonton begitu menikmati suara gitar bising dari Andy Bell dan Mark Gardener yang bersahutan dalam tata suara yang mumpuni.

Lagu “Vapour Trail” membawa penonton bernostalgia ke era tahun 90-an saat RIDE mulai berkibar di tanah air. Para penonton terhanyut dan kompak menyanyikan lagu tersebut.. Akhir pertunjukan ditutup dengan lagu “Chelsea Girl” sebagai pertanda bahwa kebisingan indah yang disajikan oleh RIDE telah berakhir. “First you look so strong, then you fade away..” - Vapour Trail.


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler