Band Bergenre Dark Wave, Ultraviolence Lahirkan Album Perdana

Bandung - Grup band dark wave asal Kota Malang, Ultraviolence baru saja melahirkan album pertamanya berjudul 'Reference'. Lewat musik post-punk/dark wave, album ini menjadi sebuah penghormatan untuk Bauhaus dan band-band serupa lainnya. Dark Wave sendiri adalah gaya musik elektronik yang dibuat dengan synthesizer dan dipengaruhi oleh gothic rock, new wave, dan synthpop.

Trio band yang terdiri dari Torkis Walada (gitaris), Maulana Akbar (vokal) dan Bayu Silalahi (bassis) yang dibentuk pada tahun 2017 ini merilis 'Reference' pada 6 Januari 2019 dalam dua format yakni CD dan Kaset. Untuk Edisi CD, dirilis dengan label rekaman Heavenpunks. Sementara perilisan kaset dinaungi oleh Gerpfast Kolektif.

Lagu-lagu yang disajikan dalam album ini kental akan musik post-punk klasik era 80-an hingga nuansa dark wave/coldwave milenial yang apik. Album ini bisa dibilang jawaban akan band 'pionir' untuk dark wave di Malang.

Musik Ultraviolence sendiri banyak dipengaruhi oleh band-band gothic akhir tahun 1970-an hingga awal 1980-an yang kebanyakan berasal dari daerah Britania Raya.

Sebelum resmi melepas album ‘Reference’, Ultraviolence sempat merilis beberapa single yang terdapat di album ini secara visual. Salah satunya, single 'Into a Bolder' yang dirilis dalam format video klip pada pertengahan tahun 2018 yang lalu.


Foto: Instagram.com/heavenpunks
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler