Kenalan dengan Senyawa, Band Asal Yogyakarta yang Mendunia

Bandung - Pernah dengar nama band Senyawa? Band yang satu ini memang lebih sering eksis di luar negeri dari pada di Indonesia. Senyawa adalah Rully Shabara dan Wukir Suryadi, keduanya sudah bersama sejak 2010 silam.

Singkat cerita sebelum tergabung di Senyawa, Rully dan Wukir pernah bertemu di sebuah acara di Ibukota. Setelah itu, barulah keduanya memutuskan untuk berjalan bersama dengan nama Senyawa. Rully Shabara sendiri bukanlah nama asing di industri musik Yogyakarta. Ia juga memiliki proyek musik bernama Zoo yang sudah dibentuknya sejak 2005.

Adapun elemen musik yang dihadirkan Senyawa banyak dipengaruhi oleh karya-karya musikal dan tradisi folklore nusantara. Sedangkan dari segi lirik,  lagu-lagu Senyawa mengambil tema budaya Jawa dan Sulawesi, yang mana dianggap sebagai budaya yang cukup kental di tanah air.

Saat baru terbentuk, band bergenre eksperimental asal Yogyakarta ini bahkan sudah berhasil memikat pendengar mancanegara dengan mendapat undangan tampil di Melbourne Jazz Festival 2011.

Selama 8 tahun di industri musik, tercatat sudah lebih dari 30 negara yang mereka singgahi. Rekor yang mungkin belum bisa dicapai oleh musisi-musisi lainnya. Adapun negara-negara yang pernah didatangi tersebut di antaranya Singapura, Malaysia, Australia, Rumania, Inggris, hingga Prancis.

Tak hanya bisa tampil di luar negeri saja, Senyawa juga pernah menggaet musisi luar negeri untuk berkolaborasi. Ada Charles Cohen, musisi asal Philadelphia yang diajak Senyawa berkolaborasi untuk singlenya yang berjudul 'Di Kala Sudah', yang dirilis pada 2014 lalu.

Baca Ini Juga Yuk: Papermoon, Teater Boneka Asal Yogyakarta yang Mendunia

Sayangnya, band asal Kota Gudeg ini justru jarang mendapatkan tawaran bermain di negeri sendiri. Malah bermain di negeri tetangga bisa dibilang menjadi yang paling mudah untuk dilakukan. Karena itu, tak heran jika Senyawa sudah melanglangbuana hingga ke puluhan negara di dunia.

Mereka malah baru satu kali menggelar konser solo perdananya yakni pada tahun  lalu di Gedung Kesenian Jakarta.

Agaknya lebih sulit untuk bermain keliling Indonesia, dibandingkan melakukan tur luar negeri. Di sisi lain, kesempatan ini lah yang justru banyak diinginkan dan diharapkan oleh band-band lainnya.

Sepanjang kiprahnya di dunia musik, Senyawa telah melahirkan 7 album studio, 3 mini album, dan 3 live album. Jumlah yang tak bisa dibilang sedikit untuk ukuran sebuah band.

Semoga kedepannya Senyawa bisa lebih banyak mendapatkan panggung di negeri sendiri. Agar para penikmat musik yang belum mengenal mereka bisa mengetahui bagaimana Senyawa yang sesungguhnya ketika di atas panggung. 


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler